BeritaJalan Lingkar Lukmen di Wamena Siap Dikerjakan Tahun Ini

Jalan Lingkar Lukmen di Wamena Siap Dikerjakan Tahun Ini

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Pemerintah provinsi Papua sudah siap mengerjakan pembangunan jalan lingkar Wamena, kabupaten Jayawijaya, dalam tahun 2021. Mega proyek senilai Rp400 Miliar itu diberi nama jalan lingkar Lukmen.

Hal tersebut dikemukakan Girius One Yoman, kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman provinsi Papua, kepada wartawan di Hotel Baliem Pilamo, Wamena, Jumat (19/2/2021) usai sosialisasi rencana bangun jalan lingkar Lukmen di kabupaten Jayawijaya.

“Hari ini kami sosialisasikan di sini dengan 13 kepala distrik dan para kepala kampung. Sosialisasi ini untuk memastikan arah penghubung dari satu kilo ke kilo yang lain atau dari satu distrik ke distrik yang lain, sehingga hari ini kita bersama bapak bupati yang telah menerima kami untuk pastikan bersama bahwa proyek jalan lingkar Wamena siap dikerjakan,” kata Yoman.

Pembangunan jalan raya berbentuk lingkar itu menurutnya, merupakan simbol dari pada Honai.

“Kita siap bangun jalan lingkar Lukmen. Dari Pasir Putih ke Tulem, lanjut Muai, dari Muai ke Wimanesili, terus ke Sawarek, ke Sapalek, Welesi, Wouma, terus ke muara Kali Uwe, lalu kembali ke jalan Wesaput, masuk ke Siepkosy dan tembus Walelagama sampai kembali ke Pasir Putih,” bebernya.

Untuk itu, kata Yoman, akan dibangun pula tugu besar di titik kota Wamena. Tugu dan jalan lingkar dua kegiatan satu tujuan.

“Tugu besar itu titik pusat jalan lingkar Lukmen. Jadi, untuk bangun jalan, kita mulai bongkar tahun ini (2021) karena secara aturan proses tendernya sudah selesai.”

Baca Juga:  FP2KP3 Desak Jabatan Kadinkes Papua Pegunungan Segera Dilantik

“Untuk pembongkaran jalan lingkar Lukmen telah disiapkan anggarannya sebesar Rp400 Miliar,” sebut Yoman.

Ia akui kegiatan ini tergolong berskala besar. Karena itu, pengerjaanpun akan dilakukan oleh pihak ketiga yang berpengalaman dan memiliki peralatan lengkap.

“Lelang proyek sudah, jadi dalam waktu singkat pasti mulai kerja. Untuk sub kontraktor, pasti ada mekanisme dalam satu paket atau persatu kilo. Sub kontraktor itu kalau ada kondisi yang memang dibutuhkan, misalnya talud, drainase, gorong-gorong jembatan, itu ada item dengan volumenya.”

Yoman menyebutkan, untuk sub kontraktor, sebaiknya berdayakan putra daerah dari distrik atau kampung dimana pekerjaan jalan akan dilalui.

“Pasti subkontraktor itu ada dan yang akan kerja anak daerah yang ada di lingkungan atau kampung itu sendiri. Kami akan berdayakan mereka,” ujar Yoma.

Sementara itu, Jhon Richard Banua, bupati kabupaten Jayawijaya, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah provinsi Papua atas kebijakan pembangunan jalan lingkar yang siap dikerjakan tahun ini.

“Pemerintah daerah bersama seluruh masyarakat Jayawijaya menyampaikan terimakasih banyak kepada bapak Gubernur Lukas Enembe dan wakil gubernur Klemen Tinal yang sudah lihat kebutuhan akses jalan raya. Wamena sebagai pusat bagi kabupaten pemekaran di wilayah Lapago, kami siap terima kegiatan pembangunan jalan lingkar ini,” tutur Banua.

Baca Juga:  Masyarakat Nduga Tertekan Konflik Berkepanjangan, Begini Saran Anggota DPRP

Bupati Jayawijaya juga sepakat dengan penyebutan mana jalan lingkar Lukmen.

“Nama itu sudah tepat. Ini pembangunan di wilayah Lapago yang kita lihat sangat besar, dan bermanfaat untuk membuka akses ke kampung-kampung, distrik hingga kabupaten pemekaran. Ini sangat bagus, jadi kami pemerintah kabupaten Jayawijaya bersama masyarakat menerima dan siap mengawal pekerjaan ini hingga semuanya bisa berjalan dengan baik sampai dengan selesai nanti,” tandasnya.

Dalam berbagai kesempatan kunjungan ke distrik hingga kampung, Banua akui masyarakat selalu usulkan adanya pembangunan akses jalan raya.

“Jadi, ini kebutuhan masyarakat. Tiap kali saya kunjungi, pasti masyarakat pertanyakan kapan jalan mau dibangun. Saya mengirim satu surat ke bapak gubernur melalui bapak kepala dinas PU, akhirnya sudah disetujui untuk bangun jalan lingkar Lukmen. Sekarang siap bangun, jadi kami terima dan semua wajib sukseskan,” ujarnya.

Banua pastikan, jalan ini jika selesai akan menghubungkan 13 distrik di kabupaten Jayawijaya.

“Selain itu, kegiatan di luar dari jalan lingkar Lukmen ini ada banyak karena bapak gubernur sangat peduli dengan kita di Jayawijaya dan kabupaten pemekaran.”

Selain sosialisasi di tingkat kabupaten, ia minta kegiatan sama dilakukan di tingkat distrik dan kampung agar ada sinkronisasi program pemerintah kabupaten, distrik dan kampung. Dengan itu masyarakat tahu dengan proyek ini sebagai penerima dampak jalan lingkar Lukmen.

Baca Juga:  AMAN Latih Tata Kelola Manajemen Bagi Pengurus Daerah di PBD

“Saya minta ini disosialisasikan lagi, para kepala distrik dan kepala kampung harus sosialisasikan di distrik atau kampung masing-masing supaya apa yang masyarakat minta itu segera diketahui bersama,” harap Banua.

Perlunya sosialisasi menurutnya bertujuan agar tidak ada masalah selama pembangunan ini dikerjakan.

“Ini kan sesuai permintaan masyarakat, jadi kita harus sosialisasikan bahwa pemerintah sudah siap bangun jalan lingkar. Bapak gubernur sudah jawab dan siap bangun. Ya, kami di kabupaten Jayawijaya memang keterbatasan dana. Ini sekarang sudah disetujui provinsi, jadi jadi saya kira masyarakat harus terima ini, apalagi ini juga atas usulan dari masyarakat, bukan maunya bupati,” ungkapnya.

Termasuk pembangunan jembatan dari Walesi ke Napua, sudah berulangkali diusulkan oleh pemerintah distrik bersama masyarakat setempat. Pemkab Jayawijaya lanjutkan dan provinsi telah menjawab dengan baik.

“Kita semua terima ini dengan senang. Tugas kita, sosialisasikan kembali ke masyarakat supaya ini kita kerjakan sampai tuntas. Selama dikerjakan, masyarakat ikuti terlibat, awasi, tidak bikin masalah. Pembangunan jalan ini untuk kepentingan kita semua,” pungkasnya.

Rancangan proyek jalan lingkar Jayawijaya dibuat tahun lalu. Ini ditandai dengan survei lokasi calon ruas jalan. Survei dilakukan dengan menggunakan helikopter, 2 November 2020.

Yohanes Walilo, kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) provinsi Papua, mengatakan, jalan lingkar akan dibangun tahun 2021 dan ditargetkan rampung tahun 2024 mendatang.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport Mulai Kirim Konsentrat Tembaga ke Smelter Baru

0
“Kami menjalankan smelter dengan standar operasional yang tinggi dan memenuhi semua regulasi pemerintah. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung program hilirisasi pertambangan yang ditetapkan pemerintah,” kata Tony.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.