30 Bayi di Mimika Positif Covid-19

0
1023

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Tercatat hingga 1 Juli 2021, sekitar 30 bayi di Mimika terpapar Covid-19. Jumlah ini meningkat sejak Mei.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengatakan, bayi yang positif Covid-19 berusia rata-rata 0-10 hari.

“Jadi mudah-mudahan ini bukan varian baru tetapi ini sinyal bahwa polanya sama. Hanya saja tinggal kami melakukan pemeriksaan konfirmasi itu dengan mengirim spesimen ke provinsi (untuk pastikan varia baru),” jelas Reynold di Kuala Kencana, Jumat (2/7/2021) seperti dilansir seputarpapua.com.

Reynold menjelaskan varian baru polanya sama seperti sebelumnya.

“Orang tua yang membawa anak, kalau dulu anak tidak pakai masker, sekarang anak harus pakai masker, kalau dulu anak tidak swab, sekarang anak harus swab,” katanya.

ads
Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

Reynold mengungkapkan dengan kasus seperti ini pertanda bahwa belajar tatap muka belum bisa dilaksanakan.

Katanya, varian baru saat ini lebih berisiko terhadap anak-anak, meski herd immunity sudah terjadi pada kelompok guru.

”Kalau saya lihat herd immunity sudah terjadi pada guru tetapi jika varian baru ini beresiko pada anak bahkan akan meningkatkan case fatality rate, maka kedua sub populasi ini harus diberikan perlindungan yang sama yaitu dengan vaksinasi,” katanya.

Kata Reynold, pihaknya sudah mendapat surat edaran dari Kementerian Kesehatan untuk vaksin pada anak, selanjutnya akan menyusun teknis pelaksanaannya.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

“Kami menyambut baik kebijakan pemerintah ini dan Pemda akan mendorong dengan sinergitas semua pihak untuk lebih mempercepat penanganan penyebaran Covid-19 di Timika,” ujarnya.

Saat ini tidak ada sistem klaster lagi karena semua tempat sudah masuk dalam penyebaran.

Sementara untuk varian baru, Reynold mengatakan seperti yang diungkapkan oleh Kadinkes Provinsi bahwa di Papua belum ada tetapi hanya menunggu waktu, karena 500 kasus jumlah pelaku perjalanan yang terdeteksi terpapar Covid-19 mencapai 29 persen, kontak eratnya 31 persen kemudian diantara mereka yang probable, suspek jumlahnya hampir sama.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

“Jadi memang kasus yang meningkat di Jawa dan Bali itu memiliki hubungan di Timika sama dengan tahun lalu, polanya sama, setiap ada liburan, setiap 3 bulan,” jelasnya.

Nanti untuk bulan Juli, Agustus, September pihaknya akan terus melakukan antisipasi.

“Kalau teman- teman buka di google mobility atau mobility people itu tingkat pergerakan penduduk khusus di Papua termasuk di Timika masih tinggi penyebarannya di tempat hiburan, taman dan rekreasi. Untuk di kantor itu mengalami penurunan tapi di tempat publik itu yang harus diantisipasi,” pungkasnya. (*)

SUMBERSeputar Papua
Artikel sebelumnyaGubernur Enembe Sudah Tiba di Indonesia
Artikel berikutnyaKetua Dewan Pembina Persipura Jayapura Meninggal Dunia Karena Corona