Berita1046 Tenaga Kesehatan Meninggal Karena Covid di Indonesia

1046 Tenaga Kesehatan Meninggal Karena Covid di Indonesia

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Laporan terbaru dari situs Lapor Covid-19 mengungkapkan bahwa sejak Corona Virus Disease (Covid) 19 masuk ke Indonesia hingga saat ini terdapat 1046 tenaga kesetahan telah meninggal dunia akibat Covid di seluruh Indonesia.

Data 1046 tenaga kesehatan tersebut terdiri dari 405 orang dokter, 164 orang bidan, 9 orang apoteker, 3 orang tenaga farmasi, 2 orang Epidemolog, 1 orang Entomolog, 3 orang Elektromedik, 5 orang Sanitarian, 3 orang Petugas Ambulan, 325 orang perawat, 39 orang dokter gigi, 6 orang rekam medik, 1 orang orang fisikawan medik, 32 orang ATLM dan 45 orang dengan kategori lain-lain.

Baca Juga:  ULMWP Akan Membawa Perubahan Berkat Tuntunan Tuhan dan Doa Rakyat

Pada 27 Juni lalu, Ketua Tim Mitigasi Dokter Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Humaidi mencatat pada hari ini ada empat dokter yang meninggal dunia karena terinfeksi virus corona (Covid-19). Dengan begitu, total dokter yang meninggal sebanyak 405 orang.

“Melihat kondisi saat ini juga perlu kami laporkan data yang kemarin kami sampaikan teman-teman media per 25 Juni ada 401 dokter yang meninggal. Hari ini sampai siang tadi bertambah empat orang dokter yang meninggal karena Covid-19, dan mereka memang melakukan pelayanan,” ujar Adib dalam jumpa pers, Minggu (27/6/2021) seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Baca Juga:  Beberapa Tuntutan TPNPB OPM Kodap VIII Intan Jaya

Adib mengatakan sepanjang bulan ini, setidaknya 30 dokter tercatat meninggal dunia karena Covid-19. Meskipun jumlahnya lebih rendah ketimbang Januari lalu, ia meminta hal ini tetap menjadi perhatian.

Ia mengungkap masih banyak tenaga kesehatan yang saat ini dirawat karena Covid-19. Seperti di Jawa Tengah, dimana 231 dokter masih harus diisolasi. Total dokter yang terpapar di provinsi itu ada 583 orang.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

Kemudian, lanjut Adib, di Yogyakarta ada 163 dokter yang terpapar, di Surabaya ada lebih dari 100 dokter dan lima di antaranya dilaporkan dalam keadaan kritis.

“Kondisi ini memberikan gambaran bahwa perlu ada upaya intervensi yang tidak mengandalkan di hilir. Karena kita punya keterbatasan,” tutur Adib.

REDAKSI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

0
“Yang terjadi di lapangan ternyata prinsip-prinsip demokrasi tidak berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat Nduga. Seperti terjadi dalam pesta demokrasi berupa pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRP, dan DPRK). Proses pemilihannya berubah jadi konflik. Situasi kabupaten Nduga tidak kondusif karena terjadi perang keluarga bertepatan dengan Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 yang mana saat perhitungan suara dari distrik Geselema, dari hasil pemungutan suara salah satu caleg dari PSI unggul dibandingkan caleg dari partai Golkar,” bebernya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.