PendidikanSMAK Aweidabi Deiyai Siapkan Generasi Produktif

SMAK Aweidabi Deiyai Siapkan Generasi Produktif

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Aweidabi Deiyai mengarahkan siswa-siswinya lebih produktif mengembangkan kreativitas, salah satunya memanfaatkan botol aqua bekas diolah menjadi sesuatu yang berguna.

Agustian Tatogo, wakil kepala SMAK Aweidabi, mengatakan, pengembangan kreativitas siswa-siswi menjadi fokus perhatian di sekolah ini karena disadari bahwa pendidikan tak sebatas mentransfer ilmu kepada peserta didik.

“Siapa bilang barang sampah tidak ada gunanya? Lihat, botol aqua yang telah dibuang orang justru sangat berguna. Adik-adik terus kembangkan kreativitas,” kata Tatogo.

Rencananya, imbuh Agus, SMAK Aweidabi Deiyai akan mengadakan pameran berbagai jenis kreativitas siswa-siswinya selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu mendatang.

Baca Juga:  Tujuh Tuntutan IPMAMI Terhadap Pembatasan Kuota Peserta Beasiswa YPMAK

“Pameran mulai besok sampai hari Rabu tanggal 11 Agustus 2021,” imbuh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan.

Pameran kreativitas bertema “Mengolah akal, membentuk jiwa berkreatif bagi generasi muda menjadi produktif” itu akan diadakan di halaman sekolah, yang terletak di komplek Paroki Santo Yohanes Pemandi Wakeitei, distrik Tigi, kabupaten Deiyai, Papua.

Anton Badii, kepala SMAK Aweidabi Deiyai, menyebut perhatian sekolah buat peserta didik mengembangkan daya kreativitas terus dilakukan. Selain mengolah sampah menjadi barang berguna, anak-anak juga kreatif bikin aneka jenis bunga berbahan botol maupun kaleng yang sudah tak digunakan.

Baca Juga:  Simamora: Penting Mengajar Anak, Tetapi Juga Pembentukan Karakter

“Ada beberapa jenis kreativitas siswa-siswi kami, dan saya kira manfaatnya banyak, sehingga ini terus dilakukan. Adik-adik sangat kreatif dan didampingi guru-guru kami,” jelas Anton.

Inisiatif pameran kreativitas siswa SMAK Aweidabi disambut gembira Michael Tekege, ketua Yayasan Aweidabi Deiyai.

Bagi Michael, ini hal baik untuk mengembangkan kreativitas peserta didik sebagai bagian dari ekstrakurikuler yang diharapkan akan bermanfaat di kemudian hari.

“Usaha produktif tentu harus terus didukung untuk dikembangkan, karena bisa dijadikan satu jenis usaha yang cukup menjanjikan di kemudian hari. Kami pihak yayasan ikut mendukung kegiatan pengembangan kreativitas siswa-siswi SMAK Aweidabi Deiyai,” tutur Tekege.

Baca Juga:  Siswa SMKN 1 Paniai Lulus Dengan Nilai Memuaskan, Kepsek: Kami Bangga

Sejak didirikan 6 Juni 2011 dengan nomor surat keputusan (SK) DJ.IV/Hk.00.5/64A/2011 dari Direktur Jenderal Bimbingan Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia, satuan pendidikan formal setara Sekolah Menengah Atas (SMA) ini sehari-harinya mengintegrasikan mata pelajaran pendidikan keagamaan Katolik dan mata pelajaran umum.

Berada dibawah naungan Kementerian Agama, SMAK Aweidabi Deiyai mendapat akreditasi pada tanggal 28 November 2016 dengan nomor SK akreditasi 163/BAP-SM/TU/X/2016. Sekolah ini mengantongi Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) 69815368.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Masyarakat Nduga Tertekan Konflik Berkepanjangan, Begini Saran Anggota DPRP

0
"Masyarakat Nduga perlu diberi perhatian serius, karena pemerintah daerah sendiri tidak mampu dari sisi pembiayaan, kemampuan, ketersediaan fasilitas, dan infrastruktur. Tercatat 97.000 jiwa yang ada di Nduga, banyak yang mengungsi ke kabupaten tetangga, menjadi pengungsi internal, itu semua perlu ditangani. Harus ada dalam satu strategi khusus untuk menanganinya," kata Namantus Gwijangge.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.