Pemkab Tolikara Gandeng PSAMP Uncen Sosialisasikan Peta Investasi

0
993

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Kabupaten Tolikara memiliki potensi sumber daya alam (SDA) terutama sektor pertanian yang bisa dikelola dengan baik dengan didahului pemetaan potensi investasi agar nantinya mendukung pertumbuhan ekonomi Tolikara.

Dalam rangka itu, pemerintah daerah melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menggandeng Pusat Studi Akuntansi dan Manajemen Publik Universitas Cenderawasih (PSAMP Uncen) mengadakan kegiatan sosialisasi dan laporan awal pembuatan peta potensi investasi.

Saat membuka kegiatan yang berlangsung di aula kantor Bupati Tolikara di Igari, Rabu (1/9/2021), Bupati Usman Genongga Wanimbo mengatakan, pembuatan peta potensi investasi sangat penting sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah saat ini yakni terwujudnya kabupaten Tolikara yang maju, unggul dan mandiri.

“Kabupaten Tolikara merupakan salah satu kabupaten di provinsi Papua yang kaya akan potensi di bidang pertanian. Sampai saat ini kami terus berupaya untuk mengembangkan komoditi-komoditi unggulan yang layak untuk dilakukan investasi,” katanya dalam sambutan pada pembukaan kegiatan sosialisasi tersebut.

Baca Juga:  BNPB RI Tiba di Intan Jaya Tinjau Korban Bencana Alam

Menurut Bupati Tolikara, untuk mencapai kemandirian, masyarakat mesti didorong ke arah help for self help yakni menolong dirinya sendiri.

ads

Untuk itu, kata Usman, produksi dan pemasaran harus ditingkatkan agar kemudian berdampak pada kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Tolikara. Oleh karenanya dibutuhkan data dan informasi yang komprehensif dan akurat bagi masyarakat dan calon investor tentang peluang usaha dan investasi di kabupaten Tolikara.

“Tujuan kegiatan pemetaan ini adalah menginventarisir berbagai usaha ekonomi, memetakan wilayah-wilayah pusat kegiatan usaha untuk mempercepat pertumbuhan investasi, dan merumuskan strategi pengembangan dan perluasan usaha ekonomi dalam rangka meningkatkan investasi daerah di kabupaten Tolikara,” jelasnya.

Dalam kegiatan yang sama, Terry J Yikwa, kepala DPM-PTSP kabupaten Tolikara, mengatakan, meskipun terdapat potensi sumber daya alam yang sangat besar dari sektor pertanian, kehutanan, pariwisata dan pertambangan, namun pengelolaannya belum maksimal. Hal itu berakibat pada sangat rendahnya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Tolikara selama ini.

Baca Juga:  Ini Hasil Peserta yang Lulus Seleksi Administrasi Formasi K2 Kabupaten Intan Jaya

“Sektor pertanian, kehutanan, pertambangan dan agroindustri rata-rata hanya mampu memberi andil sebesar 27,32% per tahun terhadap produk regional Tolikara selama periode 2016-2020,” kata Terry didampingi sekretaris DPM-PTSP Yohanis Mantong.

Terry mengungkapkan, upaya untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi SDA berbasis pertanian dan kehutanan harus seimbang antara hulu dan hilir. Pengelolaan SDA bukan hanya berupa kegiatan produksi komoditi bahan bakunya saja, tetapi juga termasuk pengemasan, penyimpanan, pemasaran, distribusi, hingga pada pengolahan barang setengah jadi atau barang jadi.

“Kegiatan pemetaan potensi dan peluang usaha ini juga merupakan upaya penting dalam mempromosikan potensi dan peluang investasi daerah sesuai ketersediaan SDA, fasilitas dan infrastruktur pendukung, serta dukungan kebijakan pemerintah. Adanya peta potensi dan peluang usaha itu diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong penting dalam meningkatkan investasi di kabupaten Tolikara,” tuturnya.

Baca Juga:  Masyarakat Sampaikan Harapan Mereka Saat Pj Bupati Intan Jaya Gelar Jalan Kaki di Sugapa

Sementara itu, Marsi Adi Purwadi, ketua tim PSAMP Uncen, menjelaskan, ruang lingkup kegiatan pemetaan terfokus pada mengidentifikasi dan memetakan berbagai peluang usaha ekonomi potensial untuk dikembangkan.

“Fokus kegiatan yakni pada wilayah-wilayah pembangunan, distrik dan kampung yang berpotensi menjadi pusat-pusat kegiatan usaha ekonomi di masa mendatang,” katanya saat menyampaikan materi sosialisasi.

Purwadi merincikan tahapan kegiatan pemetaan terdiri dari persiapan yaitu koordinasi dengan pihak terkait, pelaksanaan atau turun ke lapangan, laporan kegiatan, dan terakhir diseminasi atau penyebaran informasi hasil kegiatan.

Hadir dalam kegiatan ini Sekda Tolikara, Anton Warkawani, staf ahli bupati, para pimpinan OPD, tim PSAMP Uncen, serta sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Tolikara.

Sumber: Diskominfo Tolikara

Artikel sebelumnyaAmankan Dua Orang Pasca Penyerangan Posramil Kisor, Ini Jawaban TPNPB OPM
Artikel berikutnyaAMP3B Berharap Insiden di Maybrat Ditangani Secara Persuasif dan Humanis