ADVERTORIALDogiyai BahagiaSukseskan Tahbisan Lima Imam Baru, Bupati Dogiyai Bantu Rp800 Juta

Sukseskan Tahbisan Lima Imam Baru, Bupati Dogiyai Bantu Rp800 Juta

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Mendukung perayaan tahbisan lima imam baru di Paroki Santo Petrus Mauwa, Dekenat Kamuu-Mapiha (Kamapi), Keuskupan Timika, Kamis (14/10/2021), Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa memberikan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp800 Juta.

“Saya serahkan bantuan kepada panitia tahbisan imam baru, Diakon Silvester Dogomo dan Diakon Silvester Bobii yang akan ditahbiskan dari Paroki Mauwa. Saya serahkan langsung 800 juta rupiah,” kata Yakobus Dumupa kepada wartawan di Mauwa, distrik Kamuu, kabupaten Dogiyai, Minggu (10/10/2021) lalu.

Bantuan diterima Saverius Adii, ketua Dewan Paroki Mauwa. Disaksikan panitia tahbisan imam baru dan umat Paroki Mauwa.

Panitia bersama umat Paroki Mauwa mempersiapkan upacara tahbisan itu sejak beberapa waktu lalu.

“Demi mendukung seluruh persiapan perayaan tahbisan agar dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga saya menyumbangkan uang tunai. Tentunya bantuan saya untuk membantu meringankan beban pihak panitia dan umat dalam kegiatan bersejarah ini,” tuturnya.

Baca Juga:  OAP di PBD Sangat Minoritas, MRP PBD Bakal Terbitkan Regulasi

Bersama Diakon Silvester Dogomo dan Diakon Silvester Bobii, dua calon imam asli Mauwa dan Mowanemani, ditahbiskan juga Diakon Paulus Leopati Yerwuan, Diakon Febronius Angelo Diakon Vincentius Budi Nahiba. Perayaan tahbisan dipimpin Uskup Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, di Gereja St. Petrus Mauwa.

Yakobus Dumupa menjelaskan, dana yang diserahkan akan dibagi dalam dua bagian sesuai peruntukan, yakni Rp500 Juta untuk membantu kerja panitia bersama umat demi kelancaran upacara tahbisan, kemudian Rp300 Juta untuk Diakon Silvester Dogomo dan Diakon Silvester Bobii.

Bantuan tersebut menurutnya wujud komitmen pemerintahan kabupaten Dogiyai dibawah kepemimpinannya bersama wakil bupati Oskar Makai.

Baca Juga:  Cegah Pendangkalan Hebat di Danau Paniai, GPPMMA Bersihkan Sampah

“Selama ini kami memberikan perhatian serius di bidang keagamaan. Itu wujud komitmen kami dalam masa pemerintahan saya bersama pak Oskar Makai. Kami juga memberi bantuan untuk para hamba Tuhan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka melayani umat. Kami juga membantu pembangunan sarana ibadah umat, termasuk kegiatan-kegiatan kerohanian seperti tahbisan imam,” jelasnya.

Petrus Dogomo mewakili panitia tahbisan imam baru Paroki Mauwa, mengatakan, panitia bersama umat merasa senang dengan bantuan uang dari bupati Dogiyai.

Bantuan tersebut, kata Petrus, turut memperlancar berbagai persiapan panitia bersama umat untuk menyukseskan upacara tahbisan lima calon imam dan dua calon Diakon.

Yudas Tebai, ketua panitia tahbisan imam baru Paroki Mauwa, mengakui kerja keras seluruh umat Mauwa sejak beberapa waktu lalu sangat terlihat hingga jelang perayaan tahbisan. Kekompakan umat turut meringankan kerja panitia.

Baca Juga:  Pemerintah Dituding Aktor Perampas Tanah Adat Papua

Selain itu, kata Tebai, panitia merasa puas dengan adanya partisipasi dari umat paroki lain yang ada di wilayah Dekenat Kamapi. Partisipasi mereka terus berdatangan dengan membawa sumbangan umat berupa uang dan bahan makanan. Sumbangan tersebut diantar ke pihak panitia di sekretariat Paroki Mauwa.

Tahbisan ini pertama kali diadakan di Gereja Santo Petrus Mauwa sejak berdiri sebagai sebuah paroki baru dari paroki induk, Santa Maria Immaculata Mowanemani.

Paroki Mauwa yang sebelumnya berstatus quasi paroki disahkan Mgr. John Philip Saklil, Pr pada 25 Juli 2017. Peresmian dirangkai upacara penerimaan Sakramen Krisma, pelantikan akolit, dan pemberkatan Pastoran Mauwa.

Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Hilirisasi Industri di Indonesia: Untung atau Buntung bagi Papua?

0
Pertanyaan bagi pemimpin negara yang sedang mendorong hilirisasi: apakah kebijakan hilirisasi memberikan untung atau buntung (rugi) bagi Papua?. Jika kita berkaca dari pengalaman selama ini, hasil kekayaan alam dikeruk secara besar-besaran dari Tanah Papua, tetapi tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat Papua.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.