BeritaEkonomiBuka NCF, BTM Minta Jaga Keamanan di Kota Jayapura

Buka NCF, BTM Minta Jaga Keamanan di Kota Jayapura

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Benhur Tomi Mano, walikota Jayapura, saat membuka Numbay Creative Festival (NCF) di Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (20/11/2021), minta seluruh masyarakat tetap menjaga keamanan dan kenyamanan sebagai icon Papua.

Walikota menyebut kota Jayapura merupakan kota perdagangan dan kota pendidikan, sehingga pertumbuhan penduduk sangat pesat tiap tahunnya dengan karakteristik yang heterogen karena didiami oleh semua suku, bangsa, dan agama.

“Kota ini saya sering menyebutkan miniaturnya Indonesia. Kota Jayapura perlu kita jaga bersama dengan toleransi diantara semua orang. Kota ini aman, kota ini damai, itulah yang perlu kita jaga bersama,” kata Mano.

Baca Juga:  Mama-Mama Pedagang Papua di PBD Tuntut Keadilan dan Bangun Pasar Khusus

Selain itu, Benhur Tomi Mano yang akrap disapa BTM ini akui peningkatan pertumbuhan ekonomi pun sangat signifikan seiring dengan perkembangan zaman.

“Lebih menekankan pendekatan teknologi informasi dan komunikasi yang maju dan modern, sehingga diharapkan keterlibatan berbagai pihak memberikan ide-ide kreatif dalam pembangunan di kota Jayapura,” tuturnya.

Seiring dengan itu, Numbay Creative Festival yang terdiri dari individu, praktisi dan profesional asosiasi, kata Mano, adalah mitra pemerintah kota Jayapura.

“Ini komunitas yang lahir dari pola pikir sikap dan aksi komitmen untuk memproses bersama, menggagas kegiatan-kegiatan secara kolaboratif dengan upaya dalam membangun dan mengembangkan industri kreatif di kota Jayapura,” urainya.

Baca Juga:  Non OAP Kuasai Kursi DPRD Hingga Jual Pinang di Kota Sorong

Mano berharap untuk mewujudkan kota Jayapura yang beriman, bersatu, maju, mandiri dan modern harus tingkatkan solidaritas dari berbagai pihak.

“Untuk yang hadir pada malam hari ini dan seluruh masyarakat kota Jayapura marilah kita satu hati untuk membangun kota ini demi kemuliaan Tuhan,” ucapnya.

Jackson Donald Lesilolo, ketua panitia NCF, menjelaskan, kegiatan ini diadakan kali kedua setelah dibentuk tahun 2019 dengan nama Jaringan Komunitas Kota Jayapura (JKON).

Setelah dua tahun berjalan, kata Jackson, dalam musyawarah umum, kepengurusan diganti dengan nama Konferensi Orang Kreatif (KOK).

Baca Juga:  Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

“Kegiatan ini pertama, kami bikin di sini juga dari tanggal 18-20 November 2019 lalu. Lewat Konferensi Orang Kreatif, kami melahirkan keputusan baru dengan jejaring kita, dengan nama baru yaitu NCF atau Numbay Creative Festival,” bebernya.

Komunitas tersebut menurut Jackson, dibentuk untuk mengakomodir dan mendorong 17 sub sektor ekonomi kreatif yang ada di kota Jayapura.

“Ada musik, film animasi, kriya, arsitektur, desain komunikasi visual, desain komunikasi produk media, radio, penerbitan, dan ada beberapa sub sektor lainnya.”

Pewarta: Atamus Kepno
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Kunjungi Warga Pengungsi di Nabire, Pj Bupati Paniai Minta Berdoa

0
"Situasi di daerah kita, Bibida, saat ini sedang kurang kondusif. Semua sudah tinggalkan kampung halaman. Kami tidak tinggal diam. Beberapa langkah sudah kami lakukan. Harapannya, situasi segera pulih supaya bisa kembali ke rumah," kata Martha Pigome.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.