Tanah PapuaLa PagoDemi Pendidikan Anak, Orang Tua di Lanny Jaya Diajak Lanjut Piara Babi

Demi Pendidikan Anak, Orang Tua di Lanny Jaya Diajak Lanjut Piara Babi

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Komunitas Kurumbi Wone giat kampanyekan pentingnya pendidikan bagi generasi penerus masa depan. Melalui seminar yang diadakan di sekolah-sekolah di seluruh distrik di kabupaten Lanny Jaya, setiap keluarga diminta aktif pelihara babi sebagai sumber penghasilan tetap biayai pendidikan anak-anak.

Kegiatan seminar tentang kampanye pendidikan di kabupaten Lanny Jaya dimulai dari distrik Gelok Beam, Selasa (22/2/2022).

Dalam perjuangannya komunitas ini mengusung visi “Gerakan literasi menuju Lanny Jaya cerdas”.

Di hadapan seluruh elemen masyarakat yang hadir mengikuti kampanye pendidikan di aula SMP Negeri Beam, Welius Yigibalom, ketua Komunitas Kurumbi Wone, mengajak semua orang pahami dengan baik pentingnya pendidikan anak-anak sebagai penerus masa depan.

“Kita membangun literasi, membangun pemahaman terhadap orang tua menjadi guru utama di dalam keluarga,” ucapnya.

Welius yakin, ketika orang tua paham baik pentingnya pendidikan atau sekolah, masa depan anak-anak mulai dipersiapkan dari sejak sekarang.

“Masa depan anak ada di tangan orang tua. Kami minta harus serius dengan pendidikan. “Ini pertama kami lakukan di distrik Gelok Beam. Selanjutnya kami akan lakukan di beberapa tempat lagi di kabupaten Lanny Jaya. Poin penting adalah kami mau bangun pemahaman bahwa masa depan anak ada di tangan orang tua. Pendidikan harus diserusi, jadikan nomor satu,” tuturnya.

Baca Juga:  SMP PGRI Kota Sorong Selalu Tampung Anak-Anak Buangan dari Sekolah Lain

Senada diungkapkan Ermanus Wenda, yang menggarisbawahi proses pendidikan anak harus didukung dengan ekonomi yang baik.

“Ekonomi merupakan urat nadi dari kehidupan keluarga dan anak-anak. Sumber utama dalam keluarga adalah tanah dan ternak babi yang kalau kita usaha pasti akan mendukung kehidupan kita, termasuk mengatasi biaya pendidikan anak,” beber Ermanus.

Sebagai harta termahal bagi orang Lani, ia minta budaya pelihara babi harus terus dilanjutkan.

“Piara babi untuk dukung biaya pendidikan anak. Babi dipiara bukan untuk selesaikan masalah. Jangan untuk bayar kepala dan kegiatan lain yang tidak penting. Piara babi harus untuk masa depan anak.”

Ermanus optimis dengan memelihara babi, terutama demi kepentingan pendidikan anak, akan membawa manfaat luar biasa pada saatnya.

Baca Juga:  Doa Akbar dan Makan Bersama Ones Pahabol Dihadiri Ribuan Masyarakat Yahukimo

“Anak butuh biaya sekolah, ya ada babi. Pentingnya piara babi untuk itu, untuk selesaikan pendidikan anak kita. Bukan yang lain-lain. Kalau mau pakai untuk yang lain, lebih baik tidak usah saja,” tegasnya.

Opi Wenda, kepala distrik Gelok Beam, menyambut baik kegiatan dari Komunitas Kurumbi Wone.

Baginya, ini kegiatan sangat baik.

Opi kemudian mengajak seluruh warganya termasuk pemerintah daerah mendukung gerakan literasi dengan kegiatan kampanye pentingnya pendidikan.

“Kita semua harus mendukung gerakan literasi demi sumber daya manusia Lanny Jaya maupun Papua umumnya. Ini satu gerakan kebangkitan pendidikan yang wajib didukung sepenuhnya oleh semua pihak karena gerakan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semua yang tadi disampaikan dalam seminar memang benar masalah-masalah yang terjadi di depan mata kepala kita. Benar-benar terjadi, dan harus ada solusinya,” tutur Opi.

Pesan-pesan penting dari materi seminar tersebut ia minta gencar disosialisasikan.

“Materi seminar harus dibawa ke honai, gereja. Kita didik anak di rumah, didik anak di gereja, bawa anak ke sekolah.”

Baca Juga:  Pemerintah Dituding Aktor Perampas Tanah Adat Papua

Sementara itu, Akia Wenda, mantan ketua Ikatan Pelajar-Mahasiswa Beam di kota studi Jayapura, mengungkapkan, perkembangan zaman memaksa setiap orang siap hadapi. Termasuk dalam hal pendidikan, setiap orang mesti sadar tentang masa depan mau dibawa kemana, tergantung kesiapan sumber daya manusia Papua hari ini.

“Memang wajib prioritaskan masa depan anak-anak. Tugas generasi sekarang siapkan mereka sebagai generasi penerus, untuk menjadi figur yang siap tampil mengatasi segala persoalan di atas tanah ini,” ujarnya.

Karena itulah Akia mengajak semua yang hadir tidak berhenti kampanyekan pentingnya pendidikan.

Kegiatan sama dilanjutkan di distrik Nogi, Kamis (24/2/2022). Seminar kampanye pendidikan diadakan di SD Inpres Wurom.

Selain siswa-siswi dan para guru, hadir pula orang tua wali dan masyarakat Nogi. Termasuk perangkat kampung, pegawai distrik, tokoh adat, juga para hamba Tuhan.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Indonesia Berpotensi Kehilangan Kedaulatan Negara Atas Papua

0
Tindakan bapak Wapres Ma’ruf Amin membicarakan isu penyanderaan pilot Phillip Mark Mehrtenz di Wellington, Selandia Baru, itu tindakan diplomasi yang keliru dan melanggar prinsip-prinsip kepentingan nasional dan kedaulatan negara.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.