Pekan Depan, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Kapela Minimo III

0
538

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Rencana pembangunan Gereja Kapela Kristus Gembala Agung Minimo III, Paroki Hepuba, Dekenat Pegunungan Tengah di distrik Maima, kabupaten Jayawijaya, akan ditandai dengan peletakan batu pertama pada 4 November 2022 mendatang.

Elgius Wamu, ketua lingkungan kapela Minimo III, kepada suarapapua.com usai pembuatan pagar keliling gereja, Kamis (20/10/2022), mengatakan, rencana tersebut merupakan hasil kesepakatan seluruh umat Katolik Lingkungan Minimo III.

Menurutnya, meski dengan segala keterbatasan, ketua lingkungan bersama panitia dan seluruh umat bertekad untuk meletakan batu pertama pembangunan gereja sesuai jadwal yang disepakati sebelumnya.

Untuk memenuhi target peletakan batu pertama, umat setempat antusias lakukan lukatok (sumbangan sukarela). Hasilnya terkumpul Rp11 juta lebih.

“Itu jadi uang dasar untuk peletakan batu pertama,” kata Wamu.

ads

Ia akui, selama ini tidak luput dari sejumlah kendala, tetapi kerja panitia tetap terus dikawal demi merealisasikan rencana bangun gedung gereja baru.

Baca Juga:  Proteksi OAP, FOPERA Desak KPU RI Menerbitkan PKPU Khusus Pelaksanaan Pemilu di Tanah Papua

Untuk membangun gereja baru yang diharapkan umat, Elgius Wamu membenarkan aspek finansial sebagai kendala terbesar. Kendati tidak punya uang, ia sangat senang melihat semangat umat yang sangat luar biasa.

Selain hasil lukatok, kata Wamu, sumbangan telah diberikan oleh Dewan Pastoral Paroki (DPP) Paroki Hepuba, para suster dari Santa Klara bersama Tim Pastoral Dekenat Pegunungan Tengah saat menghadiri rapat kerja wilayah.

“Sumbangan itu untuk lakukan pembongkaran areal dan nanti peletakan batu pertama. Hingga hari ini kami pengurus maupun panitia bersama semua umat masih tetap semangat. Sejumlah pekerjaan sudah kami selesaikan. Sampai batu-batu besar dibongkar dengan alat berat itu sudah diangkut oleh para OMK (Orang Muda Katolik) bersama semua orang tua. Batu-batu itu akan dimanfaatkan untuk bikin pagar keliling komplek gereja,” tuturnya.

Bagi Wamu, kerja nyata tersebut bukti umat setempat sangat bersemangat untuk kerja membangun gereja baru. Sekalipun tidak punya uang cukup, karena pembangunannya jelas butuh dana besar.

Baca Juga:  Mahasiswa KC Sulut Mendukung Sikap Uskup Jayapura Soal Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan

Panitia pembangunan Gereja Kapela Minimo III dibentuk 9 Februari 2022. Setelah sebulan persiapan, Eligius Wamu bersama panitia mencari alat berat (Excavator) untuk bongkar sekaligus ratakan tanah yang agak miring. Selanjutnya umat ratakan tumpukan tanah hasil pembongkaran.

“Biaya alat berat itupun kami bayar hanya uang pulsa saja. Umat tanggung solar,” jelasnya.

Pekerjaan selanjutnya, imbuh Wamu, diawali dengan pembuatan pagar berbahan batu. Pagar dikerjakan selama delapan hari.

Setelah selesaikan pagar, umat fokus di halaman Gereja untuk ratakan tanah yang dibongkar dengan alat berat. Tetapi masih belum rata semuanya. Batu juga masih berhamburan. Dengan semangat, umat kerja penuh untuk tata baik.

“Tanggal 15 Juni 2022, gedung gereja yang lama diangkat secara manual. Kami dibantu oleh umat dari beberapa organisasi gereja terdekat di kampung Menagaima. Gedung lama itu pindahkan karena lokasinya masuk dalam ukuran untuk bangunan gereja baru,” jelas Wamu.

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Untuk menunjang pembangunan gereja baru berukuran 12×18 meter itu, pihaknya berharap uluran tangan dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah.

Di tempat yang sama, Keliopas Mulait, ketua panitia pembanguna gereja baru Kapela Minimo III, memastikan jadwal peletakan batu pertama tidak berubah dari kesepakatan umat.

“Setelah selesaikan beberapa pekerjaan di areal gereja, kami adakan pertemuan bersama seluruh umat untuk tetapkan jadwal peletakan batu pertama. Sudah disepakati, tanggal 4 November itu peletakan batu pertama,” jelas Mulait.

Dalam rangka itu, pihaknya sedang dalam persiapan. Antara lain dengan menyebarkan undangan kepada pihak gereja, pemerintah dan lainnya.

“Kami ada siapkan, sebagian undangan sudah dibagikan sejak beberapa hari kemarin. Kami juga akan berikan proposal untuk mendukung pembangunan gereja ini,” imbuh Mulait.

Pewarta: Onoy Lokobal
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaDPC Hanura Yahukimo Syukuri Usai Verifikasi Faktual
Artikel berikutnyaDua Raperda Inisiatif DPRD Deiyai Disosialisasikan