Tanah PapuaMamta23 Mahasiswa Meepago Gelar Acara Syukuran Bersama di Jayapura

23 Mahasiswa Meepago Gelar Acara Syukuran Bersama di Jayapura

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sedikitnya 23 mahasiswa-mahasiswi asal Meepago di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay setelah menyelesaikan studinya, mengadakan acara syukuran bersama di asrama mahasiswa Mimika, kota Jayapura.

Silvester Madai, ketua panitia syukuran, mengatakan, semangat yang sudah diperlihatkan dengan meluangkan waktu untuk mengadakan acara syukuran bersama harus terus dilanjutkan.

“Kegiatan kita hari ini sangat luar biasa. Apalagi ini acara syukuran yang pertama kali bagi mahasiswa-mahasiswi dari Meepago di kota Jayapura dengan jumlah banyak,” kata Silvester, Sabtu (17/12/2022).

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

Orang tua yang telah bersusah payah mendukung proses perkuliahan anak-anaknya, kata Silvester, Tuhan akan beri pahala besar.

“Ini bulan Desember, hari besar bagi umat Kristen. Saya salut kepada orang tua kami yang meninggalkan kampung halaman hanya untuk menyaksikan anak-anaknya wisuda,” katanya.

Sementara itu, Azer Agapa, sekretaris panitia menambahkan, acara syukuran wisudawan-wisudawati asal Meepago ini sekaligus menandai suksesnya menjawab rintihan dan tangisan orang tua.

Baca Juga:  Masyarakat Dihimbau Hentikan Aktivitas Sementara Saat Iring-iringan Jenazah Alm. LE Melintas

“Orang tua selalu mendukung kami, dan ini jawabannya yang bisa kami berikan sekarang,” kata Azer.

Agapa juga bersyukur karena teman-temannya sehati untuk mengadakan acara syukuran bersama.

Kepada teman-teman dan adik-adik yang belum menyelesaikan masa perkuliahan, ia memberi motivasi agar tetap berjuang hingga sukses untuk memberi puas orang tua di kampung.

Baca Juga:  Bintang Kejora dan Teriakan Papua Merdeka Iringi Jenazah LE dari Bandara ke Stakin Sentani

“Biar kami mau nakal model apapun, yang penting harus takut Tuhan dan orang tua. Setiap kita harus pegang prinsip hidup,” ujarnya.

Pewarta: Yance Agapa

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

0
“Yang terjadi di lapangan ternyata prinsip-prinsip demokrasi tidak berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat Nduga. Seperti terjadi dalam pesta demokrasi berupa pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRP, dan DPRK). Proses pemilihannya berubah jadi konflik. Situasi kabupaten Nduga tidak kondusif karena terjadi perang keluarga bertepatan dengan Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 yang mana saat perhitungan suara dari distrik Geselema, dari hasil pemungutan suara salah satu caleg dari PSI unggul dibandingkan caleg dari partai Golkar,” bebernya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.