PolhukamKriminalMapia Rusuh Menyusul Penembakan Dua Pemuda Dogiyai

Mapia Rusuh Menyusul Penembakan Dua Pemuda Dogiyai

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sabtu (21/1/2023) sore, Bomomani, ibu kota distrik Mapia, kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, dikabarkan rusuh. Sejumlah kios dibakar warga menyusul tewasnya seorang pemuda bernama Yulianus Tebai di Kilometer 182 jalan trans Nabire-Dogiyai.

Sumber media ini menjelaskan, Yulianus Tebai (28) bukan termasuk dalam sekelompok anak muda yang memalang truk pengangkut material. Yulianus Tebai tertembak saat hendak mengamankan situasi.

Yulianus Tebai diketahui sehari-harinya bekerja sebagai anggota Satuan Polisi Praja Setda kabupaten Dogiyai.

Kejadian berawal saat para pemuda minta rokok kepada sopir truk milik salah satu perusahaan di Meepago, Papua Tengah. Pada Pukul 14.30 WIT, saat sedang minta rokok, tiba-tiba dari dalam mobil ternyata ditumpangi anggota Kepolisian, melepas tembakan ke udara.

Baca Juga:  Pemuda Adat Bersama Pemilik Dusun Tolak Perusahaan Ilegal di Kapiraya

Hal ini memancing emosi sekelompok anak muda hingga mengejar truk berwarna kuning itu. Berhasil cegat di sebuah tanjakan, tembakan dari dalam truk mengenai tubuh salah satu orang. Peluru tertemak di punggung tembus dada Yulianus Tebai.

Mendengar bunyi peluru dan ditemukan satu pemuda tergeletak di pinggir jalan raya, orang-orang yang ada di sekitar berusaha menangkap pelaku. Tetapi, tidak berhasil. Sopir dan pelaku melarikan diri dengan mobil.

Beberapa menit kemudian terjadi penembakan lagi di Ugida, beberapa kilo meter dari lokasi kejadian pertama. Korbannya Vinsen Dogomo (25). Tertembak di bagian paha. Langsung dibawa ke Puskesmas Bomomani untuk mendapat perawatan.

Baca Juga:  Seruan Damai Pemuda Katolik Paniai Pasca Situasi Bibida Mencekam

Tidak terima dengan dua kejadian itu, puluhan pemuda yang ada di sekitar melampiaskan amarahnya dengan membakar sejumlah kios di Bomomani.

Saat bersamaan, sekelompok orang memalang jalan untuk antisipasi pendropan aparat keamanan dari Dogiyai, Deiyai, Paniai maupun Nabire. Pemalangan dilakukan di Degeidimi.

Sebuah mobil Shabara milik Polres Dogiyai dari Mowanemani menuju Bomomani untuk mengamankan lokasi kebakaran.

Menurut informasi, Eman Dogomo (26), salah satu pemuda Bomomani dikabarkan terluka di bagian pundak dan tangan. Dia sementara sedang dirawat di rumah.

Baca Juga:  Tim Berantas Miras Harus Dibentuk Agar Dogiyai Aman

Dari Jayapura, Kabid Humas Polda Papua, Benny Ady Prabowo, membenarkan kejadian tersebut.

Kata dia, satu warga di Dogiyai terkena tembakan karena bertindak brutal, melawan hingga mengancam sopir. Menurut Benny, satu anggota yang mengawal sebuah truk milik perusahaan swasta melepas tembakan untuk membela diri.

“Penembakan dari anggota kita. Setelah kejadian, pelaku sudah diamankan di Polres Nabire. Kita akan periksa dia lebih lanjut,” jelas Benny.

Hingga malam ini, kata dia, situasi di Dogiyai khususnya distrik Mapia telah dikendalikan aparat kepolisian dari Polres Dogiyai.

 

REDAKSI

 

Terkini

Populer Minggu Ini:

Koalisi LSM dan Masyarakat Sipil di Fiji Gelar Aksi untuk Pembebasan...

0
Mereka mengatakan bahwa tujuan pawai ini adalah untuk membebaskan Kanaky dan Papua Barat dari perbudakan, genosida, gencatan senjata dan menuntut Pemerintah Prancis dan Indonesia untuk mendekolonisasi kedua wilayah tersebut.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.