ADVERTORIALIntan Jaya BangkitImpian Jadi Nyata di Tengah Masyarakat Intan Jaya

Impian Jadi Nyata di Tengah Masyarakat Intan Jaya

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dr. Ribka Haluk, Penjabat Gubernur Provinsi Papua Tengah telah melantik kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Intan Jaya pada 29 Januari 2022 di Nabire, ibu kota provinsi Papua Tengah.

Sehari sebelumnya, 28 Desember 2022, Ribka Haluk telah melantik sejumlah pejabat sebagai Kepala Dinas dan Badan di lingkungan pemerintahan provinsi Papua Tengah. Pada momentum pelantikan ini, beberapa birokrat asal Intan Jaya pun dilantik, baik sebagai pejabat eselon II, III dan IV.

Apolos Bagau, ST, kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya, dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah. Adalah sebuah kesempatan emas untuk putra terbaik Intan Jaya merancang dan meletakkan dasar arah pembangunan pendidikan di delapan kabupaten yang tersebar di wilayah Meepago, yang secara administrasi telah menjadi wilayah pemerintahan provinsi Papua Tengah sejak tahun 2022.

Baca Juga:  Pj Bupati Intan Jaya dan Masyarakat Gelar Natal Tahun Baru Bersama di Kampung

Berselang satu hari setelah pelantikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, pada 29 Desember 2022, sebuah momen yang menjadi catatan tersendiri bagi seorang Apolos Bagau, dan masyarakat Intan Jaya tercipta. Pj Gubernur Papua Tengah melantik Apolos Bagau sebagai Penjabat Bupati Kabupaten Intan Jaya. Pelantikan dilakukan di Nabire.

Ini satu pencapaian terbesar dalam hidup Apolos Bagau yang amat membanggakan diri sendiri, keluarga dan masyarakat kabupaten Intan Jaya yang tersebar di delapan distrik, dari ujung Timur hingga Barat.

Dilantiknya Apolos Bagau menjadi jawaban atas harapan panjang yang sudah lama dinantikan masyarakat Intan Jaya. Harapan masyarakat Intan Jaya yang mengharapkan hadirnya seorang putra terbaik Intan Jaya semenjak terjadi kekosongan jabatan Bupati pada 13 Desember 2022 bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan bupati Natalis Tabuni dan Yan Kobogayau setelah memimpin Intan Jaya selama lima tahun.

Baca Juga:  Meningkatkan Kenyamanan Masyarakat, Pj Bupati Intan Jaya Kunjungi Pasar Borong Jualan Mama-mama

Apolos Bagau menjadi jawaban untuk mengisi kekosongan jabatan bupati. Saat dilantik sebagai Pj Bupati Intan Jaya, Menteri Dalam Negeri melalui Pj Gubernur Provinsi Papua Tengah memberikan sejumlah tugas yang harus diselesaikan oleh Apolos Bagau sebagai Pj Bupati Intan Jaya.

Beberapa tugas yang diberikan kepada Apolos Bagau sebagai Pj Bupati Intan Jaya, diantaranya adalah menjalankan roda pemerintahan kabupaten Intan Jaya, memulihkan kondisi kabupaten Intan Jaya, memulihkan roda perputaran ekonomi di kabupaten Intan Jaya, mengaktifkan kembali keaktifan ASN di lingkungan pemerintah kabupaten Intan Jaya untuk bekerja melayani masyarakat, serta menyiapkan penyelenggara pemilu untuk Pemilu 2024 dan Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2024.

Baca Juga:  Hilangkan Rasa Takut, Pj Bupati dan Rombongan Jalan Kaki di Sekitar Kota Sugapa

Sejumlah tugas yang diberikan Menteri Dalam Negeri melalui Pj Gubernur Papua Tengah adalah tugas utama yang akan menjadi pekerjaan prioritas sebagai Pj Bupati Intan Jaya.

Harapan masyarakat kabupaten Intan Jaya yang telah lama menantikan seorang sosok pemimpin dari tanah Moni menjadi nyata dengan dilantiknya Apolos Bagau sebagai Penjabat Bupati Intan Jaya. Masyarakat kabupaten Intan Jaya mengharapkan agar kehadiran sosok Apolos Bagau dapat mempersatukan semua elemen masyarakat di wilayah kabupaten Intan Jaya. [*/Adv]

Terkini

Populer Minggu Ini:

Masalah Politik Mendominasi Kunjungan Menteri Prancis Gérald Darmanin di Kaledonia Baru

0
"Kami bekerja dengan sangat baik dengan teman-teman Australia kami yang juga mengamati perkembangan Kaledonia Baru dengan sangat cermat. Kami ingin bekerja sama dengan mereka dalam hal perlindungan strategis dalam kaitannya dengan kekuatan besar seperti Cina, yang terkadang berperilaku predator terhadap wilayah kami".

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.