BeritaOlahragaJuarai Liga 3 Papua, Persipani Paniai ‘Waita’ di Stadion Mandala

Juarai Liga 3 Papua, Persipani Paniai ‘Waita’ di Stadion Mandala

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Lama tenggelam, nama Persipani Paniai kembali terdengar di telinga penggemar sepak bola Papua. Itu setelah tampil di kompetisi Liga 3 Zona Papua tahun 2022. Bahkan, keikutsertaannya langsung memecahkan prestasi membanggakan: juara!

Persipani Paniai, tim sepak bola dari wilayah adat Meepago, menjuarai kompetisi Liga 3 Zona Papua.

Kompetisi tahun 2022 diikuti tujuh tim. Sebelumnya 10 tim, tiga lainnya absen begitu kompetisi kembali dilanjutkan usai diizinkan pasca tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.

Puluhan pemain Persipani bersama para offisial meluapkan kegembirannya usai menerima tropi. Diserahkan langsung Benhur Tomi Mano, ketua umum Asosiasi Provinsi PSSI Papua didampingi bupati Paniai Meki Nawipa dan beberapa pengurus Asprov PSSI dan panitia penyelenggara.

Seremoni penutupan kompetisi diadakan usai laga terakhir antara Persinab Nabire versus Persintan Intan Jaya yang berakhir 3-2 untuk kemenangan Persinab.

Baca Juga:  Derby Papua Tengah Imbang, Siap Tutup Joker di Match Ketiga

Diawali laporan dari Malhai Mabel, ketua panitia penyelenggara, dan sambutan tunggal Benhur Tomi Mano.

“Luar biasa. Terima kasih. Waita dulu,” kata Meki Nawipa begitu terima piala dari tangan coach Gad Seblum Tekege.

Sontak saja panggung champion berubah jadi tempat anak-anak Paniai “waita” di tempat.

Selain menyabet juara Liga 3 Papua, Persipani Paniai juga memboyong beberapa gelar.

Antara lain, pemain terbaik (best player) atas nama Yanpit Nawipa, striker Persipani. Pemilik nomor punggung 10 itu terpilih sebagai pemain terbaik menyisihkan beberapa nama pemain dari tim lain.

Tak hanya itu. Roberto Elfrado Sauyai, kapten tim Persipani, mencatatkan namanya sebagai pencetak gol terbanyak (top scorer) selama kompetisi Liga 3 Zona Papua tahun 2022 bergulir di Jayapura.

Meki Nawipa yang hadir di acara penutupan kompetisi Liga 3 mengucapkan terima kasih kepada para pemain dan ofisial yang telah berjuang maksimal hingga bisa meraih juara.

Baca Juga:  Waligi FC Juarai Turnamen Festival Rumput Mei di Jayawijaya

“Dengan sangat bangga saya mengangkat piala tadi hasil perjuangan adik-adik pemain bersama ofisial yang dengan konsisten telah berjuang keras demi mengangkat nama baik kabupaten Paniai. Kalian luar biasa,” puji Meki.

Prestasi ini bagi Gad Seblum Tekege, pelatih kepala Persipani, layak dipersembahkan kepada seluruh masyarakat Paniai. Tak terkecuali seluruh pendukungnya. Sebab dukungan luar biasa telah diberikan selama Persipani mengikuti kompetisi di Jayapura.

“Terima kasih banyak atas dukungan selama ini. Kami persembahkan hasil ini buat masyarakat Paniai dan pendukung setia Persipani,” ucapnya.

Tekege akui Persipani tampil konsisten selama kompetisi tahun ini. Tim besutannya tak terkalahkan dalam enam pertandingan yang dilakoni sejak awal. Buktinya, empat kali menang, dan dua kali seri.

Baca Juga:  Liga 3 Nasional: 16 Tim Lolos, Termasuk Dua Wakil Papua

“Kami akan persiapkan lebih matang lagi sebelum ke putaran nasional,” kata Gad.

Noak Gobai, manajer tim Persipani Paniai, mengatakan, prestasi ini tak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, juga masyarakat pendukung Persipani.

Kekompakan tim ofisial membuat suasana akrab sebagai satu keluarga besar, diakuinya turut memberi semangat para pemain bertanding maksimal.

“Dalam tim ada suasana kekeluargaan. Hasil yang kami dapat hari ini karena berkat dari hal itu. Harapan kami, suasana bagus ini terus dijaga sebab masih ada putaran nasional. Kita harus lebih siap lagi,” tuturnya sembari menyatakan target harus diwujudkan.

Kompetisi tahun 2022 milik Persipani Paniai. Disusul juara dua Persinab Nabire, dan juara tiga Toli FC.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport Mulai Kirim Konsentrat Tembaga ke Smelter Baru

0
“Kami menjalankan smelter dengan standar operasional yang tinggi dan memenuhi semua regulasi pemerintah. Ini adalah komitmen kami dalam mendukung program hilirisasi pertambangan yang ditetapkan pemerintah,” kata Tony.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.