BeritaAsosiasi Wartawan Papua Diresmikan, Ini Tujuan dan Agenda Kerjanya

Asosiasi Wartawan Papua Diresmikan, Ini Tujuan dan Agenda Kerjanya

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Setelah digagas sejak 2017 lalu, Asosiasi Wartawan Papua (AWP) secara resmi hadir di Tanah Papua tahun ini. Hal itu ditandai dengan launching yang berlangsung di aula Susteran Maranatha, Waena, kota Jayapura, Papua, Sabtu (7/10/2023) kemarin.

Elisa Sekenyap, ketua Asosiasi Wartawan Papua, mengatakan, AWP merupakan organisasi jurnalis asli Papua pertama di Tanah Papua. Sejak 7 Januari 2023, AWP resmi terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dengan nomor AHU-0000115.AH.01.01.Tahun 2023.

“AWP hadir dan didirikan di Tanah Papua pada tahun 2023 setelah kita lalui beberapa tahapan,” kata Elisa dalam sambutannya.

Dengan hadirnya AWP, jelas Elisa, bertujuan meningkatkan kapasitas wartawan, profesionalisme dan etika jurnalis Papua melalui program kerja yang akan dilakukan AWP.

Baca Juga:  Pilot Philip Mehrtens Akan Dibebaskan TPNPB Setelah Disandera Setahun

Tak hanya itu, AWP menurut Elisa, tentu mendukung upaya pemberdayaan dan rangsangan agar jurnalis asli Papua terus berkembang dalam berkarya sebagai pewarta berita dan informasi ke publik.

“Tentunya juga berkontribusi dalam upaya pengumpulan dan penyebaran informasi ke seluruh penjuru.”

“AWP hadir demi kemajuan bangsa dan mempersatukan wartawan asli Papua dalam suatu wadah pengkaderan dan penelitian, serta membangun kemitraan,” kata Elisa.

Dalam pengembangan kapasitas jurnalis, Elisa berharap dukungan dari pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta stakeholder lainnya.

Launching Asosiasi Wartawan Papua (AWP) di aula Susteran Maranatha, Waena, kota Jayapura, Papua, Sabtu (7/10/2023). (Dok. AWP)

Senada, Lucky Ireeuw, salah satu wartawan senior Papua, berharap, AWP menjadi wadah pemersatu jurnalis Papua, juga memainkan peran pemberdayaan, termasuk turut aktif memberitakan segala dinamika di tengah masyarakat luas.

Tak terkecuali mengawal penerapan Otsus Papua dengan memproduksi karya jurnalistik.

Baca Juga:  MRP Sesalkan Pernyataan Ismail Asso dan Mendukung Proses Hukum

“Waktu itu tahun 2017, saya salah satunya ikut mendirikan organisasi ini. Kami ada lima orang berkumpul dan bicara bagaimana kalau ada wadah untuk jurnalis Papua,” kata Ireeuw menceritakan awal mula hadirnya AWP saat diberi waktu menyampaikan sambutan sebelum launching.

Selain Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Lucky Ireeuw yang juga ketua AJI Kota Jayapura, menyebutkan di Papua sudah ada beberapa organisasi pers nasional. Antara lain PWI, ITJI, AMSI, dan lain-lain.

“Banyak persoalan di tengah masyarakat yang tentu perlu diberitakan melalui media, baik dengan menulis di media online, dengan karya video, film, foto, dan lain-lain. Tugas melekat dengan profesi jurnalis tetap dilakukan, dan melalui wadah ini semangat pemberdayaan, peningkatan kapasitas juga bisa diperjuangkan,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai
Usai launching Asosiasi Wartawan Papua (AWP) dilanjutkan dengan penandatanganan dan foto bersama, Sabtu (7/10/2023) di aula Susteran Maranatha, Waena, kota Jayapura, Papua. (Yance Wenda – Suara Papua)

Kehadiran AWP disambut baik Gustaf Griapon, kepala dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kabupaten Jayapura.

Gustaf berpesan, dengan hadirnya AWP tentu akan baik bagi wartawan dalam menjalankan tugasnya. Tak terkecuali mengawal semua aktivitas di Tanah Papua.

“Aktivitas apa saja dari pemerintah dan organisasi lainnya, sebagai mata dan telinga untuk memberitakan Papua,” kata Griapon.

Bahkan, Griapon menyatakan, segenap jurnalis Papua wajib mengawal implementasi Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua.

“Entah itu mengenai keberhasilan atau yang belum dilaksanakan dan belum dirasakan, perlu dikawal dan harus dipublikasikan [melalui masing-masing media],” harap Gustaf.

Untuk diketahui, menandai launching organisasi AWP, sejumlah pihak membubuhkan tanda tangan di dua sarana yang disiapkan panitia. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.