Niat Bangun Kapela Baru, Umat Minimo Tiga Gelar Aksi Lukatok

0
398

WAMENA, SUARAPAPUA.com— Umat Gereja Katolik Kapela Minimo Tiga dan Paroki Hepuba Dekebat Jayawijaya gelar aksi “Lukatok” atau sumbangan suka rela sejak awal bulan September hingga Oktober 2023 guna mendukung pembangunan gedung gereja baru Kapela Minimo.

Dalam aksi Lukatok itu, terlibat pula umat Tuhan dari masing-masing Kombas dengan melibatkan semua umat setempat, termasuk umat dari dedominasi gereja lain yang menjadi tetangga gereja yang ada di Kampung Menagaima, distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Aksi Lukatok itu dilakukan secara bergilir sesuai Kombas yang ada yang diiringi oleh lagu-lagu berirama Wisisi.

Keteranga itu di sampaika, ketua panitia pembangunan Gereja Kapela Minimo Tiga, Kiliopas Mulait kepada suarapapua.con di Wamena, pada Jumat (20/10/2023) di sela – sela aksi berlangsung.

“Aksi ini kami mulai sejak bulan September 2023 dan karena kita ada lima Kombas, sehingga aksi Lukatok ini kita lakukan bergilir. Aksi ini untuk menunjang pembangunan gereja baru yang kami rencanakan bangun,” jelas Keliopas Mulait, Ketua Panitia pembangunan gedung Kapela Baru Minimo TIga, Jumat (20/10/2023).

Menurutnya Mulait, aksi Lukatok yang dilaksanakan hari ini, Jumat (20/10/2023) merupakan aksi terakhir sesuai jadwal dari masing-masing Kombas. Kemudian akan dilakukan lagi atas nama Orang Muda Katolik (OMK), Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dan yang terakhir aksi atas nama panitia pembangunan Kapela.

“Jumlah atau nilai yang terkumpul di masing-masing Kombas, termasuk OMK dan WKRI, kemudian akan dilaporkan dan akan diserahkan kepada panitia pembangunan pada puncak atau aksi terakhir yang akan di laksanakan atas nama Panitia pembangunan. Sehingga saat ini belum ketahui dana yang terkumpul, tapi ada di kisaran puluhan atau belasan juta,” ujarnya.

Atas nama panitia Mulait menyampaikan terima kasih kepada semua umat yang terlibat, terutama tetangga gereja yang mana dengan suka rela memberikan sumbangan untuk pembangunan Kapela.

“Kami di kampung Menagaima Distrik Maima ini ada empat gereja, yakni Katolik, GPDI, Kingmi dan Advent. Semua umat dari empat dedominasi gereja ini terlibat dalam aksi kami,” jelasnya.

Sementara, salah satu pemuda gereja Pentakosta di Indonesia (GPDI), Nagot Wamu yang terlibat dalam aksi tersebut mengaku kehadiran pihaknya dalam aksi tersebut tanpa mengukur latarbelakang organisasi gereja.

Baca Juga:  Mahasiswa KC Sulut Mendukung Sikap Uskup Jayapura Soal Lokasi Pembangunan Kantor Gubernur Papua Pegunungan

“Jadi saya rasa aksi ini sangat bagus, karena kami dari berbagai organisasi ada di sini [Menagaima] untuk memberikan sumbangan suka rela. Tadi musik Wisis bunyi dan semua orang lambaikan tangan sambil pegang uang. Itu saya rasa macam mau cari uang lagi untuk masuk putar ikuti lagu Wisisi.”

“Karena mereka semua putar sambil pegang uang. Yang saya bawa itu suda habis berapa kali putar, ” kata Wamu.

Oleh sebab itu Wamu berharap agar kekompakkan itu tetap bertahan dalam segala bentuk kegiatan, demi satu kesatuan antar umat beragama, juga di antara pemuda-pemudi di lingkungan kampung Menagaima.

ads
Baca Juga:  Panglima TNI Bentuk Koops Habema Tangani Papua
Artikel sebelumnyaPj Bupati Intan Jaya Ingatkan Masyarakat Tak Usah Terprovokasi
Artikel berikutnyaPM Marape Kunjungi China Bahas Mata uang Bersama