Tanah PapuaMamtaMeski Tanpa Modal, Jemaat GIDI Smirna Lani Wone Mulai Bangun Gedung Gereja

Meski Tanpa Modal, Jemaat GIDI Smirna Lani Wone Mulai Bangun Gedung Gereja

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Persekutuan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) jemaat Smirna Lani Wone, Toladan, Sentani, kabupaten Jayapura, Papua, melakukan peletakan batu pertama menandai pembangunan mulai dikerjakan, Minggu (5/11/2023).

Diawali dengan ibadah bersama dan pelantikan panitia pembangunan. Adapun panitia yang dilantik, ketua Atias Kogoya, sekretaris satu Karu Wonda, sekretaris dua Yanus Yikwa dan bendahara ibu Kemira Walia.

“Gereja ini mulai ada di sini selama empat tahun. Saya dipercayakan menjadi ketua panitia pembangunan, dan itu berjalan selama satu tahun sampai sekarang,” kata Atias Kogoya saat menyampaikan sambutan.

Kata Atias, semua yang telah dilalui dan terjadi hari ini hanya karena kemurahan Tuhan.

“Hari ini kepanitiaan dilantik secara resmi karena Tuhan baik. Kami mau melangkah selama ini sangat berat karena begitu banyak kendala yang kami hadapi. Panitia yang sebenarnya yang mana, seperti itu yang saya alami selama ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Masyarakat Dihimbau Hentikan Aktivitas Sementara Saat Iring-iringan Jenazah Alm. LE Melintas

Sementara dari sumber dana yang telah dijalankan, Atias akui tidak seberapa. Bahkan sangat kecil, tetapi itu tetap disyukurinya sebab semua terjadi atas berkat doa-doa dari umat.

“Kalau selama ini hasil doa-doa saja Tuhan sudah jawab, maka pembangunan gedung gereja juga Tuhan akan jawab. Saya hanya manusia biasa, mari kita serahkan semua kepada Tuhan karena Dia adalah panitia inti dan kita pelaksananya,” ucap Kogoya.

Saat menyampaikan sambutannya, Atias tidak lupa mengajak semua umat bersatu dan bekerja bersama-sama membangun rumah Tuhan.

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

“Bapak ibu sekalian mari kita bersatu, baik secara pikiran dan jiwa di tempat ini juga kita bersatu dan berdoa, maka Tuhan yang akan membangun gedung ini.”

Kogoya juga menyebut selama setahun ini kas yang ada di bendahara panitia tidak begitu besar.

“Di kas bendahara, dana yang terkumpul hanya satu juta enam ratus ribu rupiah. Itu hasil jualan. Sedikit itu. Kami yakin dan percaya, Tuhan akan menambahkan lebih banyak agar pembangunan gereja ini selesai,” ujar Atias.

Sementara itu, Pdt. Nelius Suhuniap, ketua klasis GIDI Cycloop Sentani, mengapresiasi acara peletakan batu pertama pembangunan gereja GIDI Smirna.

Baca Juga:  Jenazah LE Singgah di STAKIN Sentani Sebelum ke Koya

“Kami sangat harapkan untuk dapat mengakhiri pembangunan ini juga dengan baik. Soal waktu, apakah akan lama atau cepat itu tergantung saja. Atas berkat Tuhan, maka pembangunan akan berakhir dengan cepat,” kata Suhuniap.

Nelius juga berharap agar jemaat Smirna tetap bersatu dan kompak dalam seluruh proses pembangunan gedung gereja ini.

“Seluruh jemaat tetap fokus, bersatu dan eksis, sehingga semuanya berjalan dengan baik,” ajaknya.

Jika saja kemudian ada perbedaan pendapat di tingkat jemaat, diharapkan dapat diatasi agar tidak sampai menghambat kerja-kerjanya.

“Perbedaan pendapat di tingkat jemaat maupun panitia yang baru saja didoakan harus segera diakhiri dan menggerakkan kembali untuk bekerja sama,” pesan Nelius. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Terdakwa Kasus KDRT Divonis 6 Bulan, Jaksa Didesak Naik Banding Demi...

0
“Seharusnya majelis hakim menjatuhkan hukuman maksimal sesuai ketentuan pasal 44 pasal 1 Jo pasal 5 huruf (a) Undang-undang nomor 23. Di pasal itu menyatakan, hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan adalah penjara lima tahun dan denda lima belas juta rupiah,” ujar Gustaf Rudolf Kawer.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.