Tanah PapuaMeepagoKepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Berbagai tantangan mutakhir di era teknologi akan mampu dihadapi anak negeri hanya dengan memiliki sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Maka, upaya peningkatan mutu pendidikan perlu terus didukung secara kolaboratif sebagai bagian dari upaya bersama menyiapkan SDM Papua siap bersaing pada saatnya.

Tidak sedikit tantangan harus siap dihadapi sebagai satu konsekuensi logis perkembangan zaman, menurut Yudas Tebai, kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, tentu butuh kerja kolaborasi berbagai pihak yang menghendaki adanya kemajuan untuk siap menghadapinya dengan SDM yang cukup.

Dalam arahannya pada pembukaan rapat koordinasi teknis (Rakornis) bidang pendidikan kabupaten Dogiyai, Kamis (11/1/2024), Yudas Tebai mengungkapkan dunia pendidikan di era otonomi khusus (Otsus) Papua dengan berbagai persoalan tersendiri seperti pengelolaan manajemen sekolah, ketersediaan sarana dan prasarana, pemenuhan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, peningkatan ketrampilan dan lainnya.

Baca Juga:  Dari Hasil Jual Daun Singkong Hingga Raih Magister Pendidikan di UKSW

Selain itu, penyiapan peserta didik dengan mental dan pengetahuan di dalam keluarga maupun lingkungan sekolah, pendampingan dan pengayoman pemuda, partisipasi dan dukungan semua pemangku kepentingan, baik pemerintah, masyarakat serta berbagai elemen lain, tak terkecuali perlunya dukungan pemerintahan distrik dan kampung.

“Melalui Rakornis ini semua pemangku kepentingan mulai menyiapkan bagaimana dari cara menciptakan suasana pelayanan serta perencanaan yang aman dan nyaman dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di kabupaten Dogiyai,” ujarnya.

Kata Yudas Tebai, jajaran dinas pendidikan bersama para pemangku pendidikan memiliki visi-misi yang sama memberikan kepastian layanan pendidikan yang bermutu di kabupaten Dogiyai.

Menurutnya, berbagai persoalan pendidikan di era Otsus Papua di kabupaten Dogiyai menjadi satu kewajiban para pemangku kepentingan peduli dengan akses dan layanan serta mutu pendidikan untuk saling mengoreksi, memberikan input positif menyangkut program dan kebijakan yang diambil penyelenggara pendidikan.

“Oleh karena itulah rapat kerja ini penting untuk membicarakan berbagai langkah yang akan ditempuh, sehingga pada akhirnya nanti bisa meraih hasil maksimal sesuai dengan visi-misi bupati dan wakil bupati serta sejalan dengan program yang dijalankan oleh dinas pendidikan,” kata Tebai.

Baca Juga:  Cegah Pendangkalan Hebat di Danau Paniai, GPPMMA Bersihkan Sampah
Foto bersama usai rapat koordinasi teknis (Rakornis) bidang Pendidikan kabupaten Dogiyai tahun 2024. Rakornis diselenggarakan tiga hari, Kamis-Sabtu (11-13/1/2024). (Supplied for SP)

Diharapkan, hasil rakernis menjadi masukan dan bahan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan di kabupaten Dogiyai tahun 2024. Untuk itu, seluruh peserta rapat aktif dan ambil bagian memberikan masukan selama tiga hari kegiatan (11-13/1/2024).

“Rakernis ini menjadi acuan bagi dinas pendidikan, kepala sekolah, pengawas, dan ketua yayasan yang ada di kabupaten Dogiyai agar bekerja maksimal mendukung penataan, pemerataan, dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, sehingga mencapai hasil yang tepat dan berdaya guna,” tandasnya.

Dari rakernis tersebut pihaknya berharap agar berbagai program dan kebijakan yang disosialisasikan kepada peserta efektif mendukung pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, sehingga mencapai hasil maksimal demi menyiapkan SDM masa depan.

Baca Juga:  Cegah Krisis SDM Papua, Kuayo: Selamatkan Anak Dari Pengaruh Negatif!

“Selain itu, pelaksanaan program di lapangan juga dapat tersampaikan dan terkoordinasi dengan baik.”

Setelah rakernis dibuka resmi Penjabat Bupati Dogiyai Petrus Agapa, sejumlah materi disampaikan selama tiga hari berlangsung.

Materi rakernis antara lain arah kebijakan pembangunan pendidikan, evaluasi kinerja dan arah pembangunan pendidikan, penempatan pendidik dan tenaga kependidikan, serta dasar hukum penempatan pendidik dan tenaga kependidikan melalui data pokok pendidikan (Dapodik).

Adapun materi lainnya yakni pengelolaan administrasi pendidikan berkaitan dengan pendidik dan tenaga kependidikan serta sarana prasarana pendidikan, evaluasi kinerja, arah pengembangan pendidikan SD dan SMP, serta evaluasi kinerja dan arah pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di kabupaten Dogiyai.

Beberapa guru bersama staf dinas Dikpora kabupaten Dogiyai usai kegiatan Rakornis. (Supplied for SP)

Rakornis tiga hari dihadiri para kepala SD, SMP, SMA, SMK, pengurus YPPK, pengurus YPPGI, para kepala bidang, kepala seksi, serta staf dinas Dikpora kabupaten Dogiyai. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pembangunan RS UPT Vertikal Papua Korbankan Hak Warga Konya Selamat dari...

0
“Penegasan ini disampaikan berdasarkan ketentuan bahwa kawasan resapan air dilarang adanya kegiatan yang berpotensi menimbulkan perubahan lingkungan fisik alami ruang untuk kawasan resapan air dan penggunaan lahan untuk bangunan yang tidak berhubungan dengan konservasi mata air sebagaimana diatur pada Bagian V tentang pengaturan zonasi angka 2 Peraturan Daerah Kota Jayapura nomor 1 tahun 2014,” ujar Gobay.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.