BeritaOlahragaPSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

PSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Kendati gagal tebus target awal, PSBS Biak sukses ambil satu poin (1-1) saat dijamu Persiraja Banda Aceh dalam laga leg pertama semifinal kompetisi Liga 2 musim 2023/2024 di Stadion Langsa, Aceh, Minggu (25/2/2024) sore.

Tim berjuluk Badai Pasifik nyaris membawa pulang tiga poin setelah unggul lebih dulu di menit ke-50 lewat gol dari striker asal Brasil, Alexsandro Perreira.

Tetapi, keunggulan PSBS tidak bertahan lama. Pada menit 59 atau sembilan menit kemudian, tim tuan rumah berhasil getarkan jala “Napi Bongkar” lewat gol yang dicetak Al Muzanni.

Sejatinya para pemain Persiraja nyaris mengunci tiga poin setelah wasit memberi hadiah penalti pada injury time babak kedua. Tendangan penalti yang dieksekusi Ferdinand Sinaga sukses ditepis Mario Fabiyo Londok. Dalam laga ini, kiper PSBS tampil luar biasa. Sejumlah peluang emas dari tim rumah selalu digagalkan.

Laga berlangsung sangat seru. Jual beli serangan dari kedua tim tersaji di leg pertama.

Baca Juga:  PFA Cetak Sejarah Gemilang di Selangor Open Malaysia dan Piala Barati 2024

PSBS Biak menurunkan duo benteng pertahanan: Otavio Dutra dan Fabiano Beltrame serta kolaborasi pemain senior dengan junior, antara lain Ruben Sanadi, Muhammad Tahir, Vendry Mofu, Diandra Diaz, dan Febrianto Uopmabin yang tampil konsisten dari lini tengah. Dengan tiga penyerang: Beto Goncalves, Alexsandro Ferreira, dan Mamadou Hadi Barry.

Laga berkesudahan 1-1, sehingga dengan satu poin yang diraih dari kandang Persiraja membuat peluang PSBS kian terbuka lebar untuk lolos ke final Liga 2 sekaligus merebut satu tiket promosi ke Liga 1 musim depan.

Besarnya peluang bagi PSBS itu karena leg kedua akan digelar di Stadion Cenderawasih, Biak, Kamis (29/2/2024) mendatang.

Hasil leg pertama tersebut disyukuri pelatih kepala PSBS, Regi Aditya Yonathan. Meski gagal memenuhi target menang, baginya raihan satu poin sudah cukup memberikan angin segar bagi tim asal kabupaten Biak Numfor ini.

Baca Juga:  PSBS Biak Pecahkan Sejarah: Laju ke Final Liga 2 Sekaligus Promosi Liga 1

Regi Aditya juga mengapresiasi perjuangan skuatnya di leg pertama yang berlangsung dalam tempo tinggi. Sebab, kedua tim sama-sama meraih kemenangan sebagai modal menuju babak grand final.

“Puji Tuhan, kami bisa raih satu poin di kandang Persiraja pada sore ini. Kita lihat tadi perjuangan para pemain kami memang sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi mereka,” ucap Aditya saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Langsa.

Menurutnya, hasil leg pertama sudah merupakan modal bagi PSBS menuju leg kedua nanti di kandang sendiri.

“Ya, ini hasil yang baik bagi kami untuk menatap laga berikut. Walaupun kami sudah targetkan sebelumnya bahwa di sini kita harus dapat tiga poin, tetapi tetap bersyukur dengan hasil satu poin ini,” lanjut pelatih PSBS.

Bagi Aditya, satu poin yang baru saja direbut ini akan menjadi modal berharga jelang leg kedua semifinal di Stadion Cenderawasih.

Baca Juga:  Leg Kedua Sore Ini di Biak, Persiraja Siap Dipulangkan PSBS

“Tentunya ini akan jadi modal berharga bagi kami dalam menjamu Persiraja dii laga leg kedua di markas kami,” ujarnya.

Saat konferensi pers, Ruben Sanadi, kapten tim PSBS, juga mensyukuri hasil imbang di laga leg pertama.

“Pertama-tama kami menaikan puji syukur kepada Tuhan. Sebab sore ini kami bisa bermain dengan baik dan dapat satu poin. Tentunya kami juga berterimakasih kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya Biak Numfor yang sudah mendoakan tim PSBS,” kata Ruben.

Dengan hasil imbang itu, selain membuka asa melaju ke laga final Liga 2 musim 2023/2024, PSBS juga berpeluang besar untuk merebut satu tiket promosi ke Liga 1 bila memenangkan leg kedua kontra Persiraja besutan coach Achmad Zukifli.

Babak semifinal Liga 2 ini diikuti empat tim untuk memperebutkan tiga jatah tiket promosi ke Liga 1 musim 2024/2025. []

Terkini

Populer Minggu Ini:

Ribuan Data Pencaker Diserahkan, Pemprov PBD Pastikan Kuota OAP 80 Persen

0
“Jadi tidak semua Gubernur bisa menjawab semua itu, karena punya otonomi masing-masing. Kabupaten/Kota punya otonomi begitu juga dengan provinsi juga punya otonomi. Saya hanya bertanggung jawab untuk formasi yang ada di provinsi. Maka ini yang harus dibicarakan supaya apa yang disampaikan ini bisa menjadi perhatian kita untuk kita tindaklanjuti. Dan pastinya dalam Rakor Forkopimda kemarin kita juga sudah bicarakan dan sepakat tentang isu penerimaan ASN ini,” ujarnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.