Mahasiswa Papua Minta Presiden Jokowi Copot Jabatan Pangdam XVII/Cenderawasih

0
366
Mahasiswa Papua membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan tuntutan di depan Mabes TNI AD di Jakarta Pusat, 27 Maret 2024. (Ambrosius Mulai - SP)
adv
loading...

JAKARTA SUARAPAPUA.com— Solidaritas Mahasiswa Papua se-Jawa, Bali dan Sumatera gelar aksi di Mabes TNI AD di Jakarta Pusat pada 27 Maret 2024. Aksi itu dilakukan mahasiswa Papua sebagai bentuk protes atas tindakan oknum aparat TNI yang diduga menganiaya tiga warga sipil di Puncak Papua, Provinsi Papua Tengah belum lama ini.

Dalam aksi itu mereka meminta agar oknum aparat yang diduga terlibat melakukan penganiayaan terhadap warga sipil di Puncak Papua diadili.

Tiga warga sipil yang dianiaya yakni Warinus Murib (18) yang diduga telah meninggal dunia akibat penganiayaan.  Sementara DK (19) dan AM (19) mengalami luka-luka berat yang masih dalam perawatan keluarga.

Baca Juga:  Vince Tebay, Perempuan Mee Pertama Raih Gelar Profesor

Selain itu, tuntutan mahasiswa Papua adalah terkait penangkapan dan penganiayaan terhadap dua remaja yakni SB (15) dan  BE (15) di kali Braza Dekai Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Aksi penangkapan itu dikaitkan dengan Otniel Giban, salah satu anggota TPNPB yang ditembak mati aparat di Dekai.

ads

Oleh sebab itu mahasiswa Papua mendesak Pemerintahan Jokowi agar segera usut tuntas oknum pelaku yang terlibat dalam aksi-aksi penganiayaan warga sipil tersebut.

Mereka juga meminta agar Pangdam XVII/Cenderawasih dicopot dari jabatannya, karena dinilai telah membohongi rakyat Papua dan Indonesia dengan menyebut video penyiksaan warga sipil Papua yang tersebar luas di media sosial adalah video editan.

Baca Juga:  Wawancara Eksklusif Daily Post: Indonesia Tidak Pernah Menjajah Papua Barat!

Bram ANtanai, Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA), salah satu mahasiswa Papua yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan, video penyiksaan 3 warga sipil di Kabupaten Puncak yang beredar luas di media sosial dan penangkapan disertai penganiayaan dua remaja di Dekai Yahukimo telah mencoreng hati dan harga diri orang Papua.

“Maka hentikan tindakan kriminalisasi pada orang Papua, khususnya warga sipil di wilayah konflik di Papua (Kabupaten Puncak, Intan Jaya, Nduga, Maybrat, Yahukimo Pegunungan Bintang dan Puncak Papua).

Baca Juga:  Pencaker Palang Kantor Gubernur Papua Barat Daya

Ketua Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Okto Gobay dalam kesempatan tersebut mendesak Panglima TNI segera mencopot Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan yang telah menyebarkan informasi bohong.

“Ungkapan Pangdam Cenderawasih itu telah mencoreng harga diri kami orang Papua ,” ujar Gobay.

Selain itu ia mendesak agar Pemerintahan Jokowi segera menarik aparat militer organik maupun non organik dari tanah Papua. Ia juga meminta agar hentikan pendropan aparat militer ke tanah Papua, karena semakin banyak aparat militer mengakibatkan terjadinya banyak konflik di tanah Papua.

Artikel sebelumnyaPuskesmas, Jembatan dan Kantor Lapter Distrik Talambo Rusak Dihantam Longsor
Artikel berikutnyaPembagian Selebaran Aksi di Sentani Dibubarkan