BeritaAsosiasi Bupati Meepago Berharap Sukseskan Pilkada Nabire

Asosiasi Bupati Meepago Berharap Sukseskan Pilkada Nabire

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Asosiasi Bupati Meepago yang terdiri dari bupati Nabire, Paniai, Dogiyai, Intan Jaya, dan Deiyai, mengajak semua pihak menyukseskan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Nabire, 9 Desember 2020.

Harapan itu disampaikan Asosiasi Bupati Meepago melalui siaran pers yang diterima suarapapua.com, Jumat (4/12/2020) siang.

Dikutip dari siaran pers, semua pihak disarankan untuk menjadikan Pilkada Nabire benar-benar demokratis dan beradab. Sebab, kabupaten Nabire telah menjadi rumah bersama warga Meepago, bahkan bagi seluruh suku bangsa di Indonesia, sehingga penduduknya heterogen. Heterogenitas kesukuan tersebut telah membentuk heterogenitas kepentingan, termasuk kepentingan politik, misalnya dalam Pilkada.

“Karena itu, sudah tentu hampir semua orang telah terkelompok-kelompok dalam memberikan dukungan kepada para pasangan calon dalam Pilkada. Dalam kehidupan demokrasi, hal semacam ini harus diterima dan diakui sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan,” kata Yakobus Dumupa, sekretaris Asosiasi Bupati Meepago.

Baca Juga:  Simamora: Penting Mengajar Anak, Tetapi Juga Pembentukan Karakter

Pilkada diakuinya sebagai sarana suksesi kepemimpinan daerah yang wajib dilaksanakan secara demokratis dan taat pada aturan perundang-undangan.

“Karena itu, semua pihak dalam pelaksanaannya harus bertindak demokratis dan taat pada aturan perundang-undangan. Jangan menyebarkan kebencian, provokasi, dan berita bohong yang dapat menciptakan tindakan kekerasan. Karena hal itu akan merugikan semua pihak,” kata bupati kabupaten Dogiyai ini.

Baca Juga:  Aktivitas Belajar Mengajar Mandek, Butuh Perhatian Pemda Sorong dan PT Petrogas

Kepada para pemilih di kabupaten Nabire diharapkan menggunakan hak pilihnya dengan baik dan benar sesuai dengan hati nuraninya.

“Berpikirlah baik sebelum memilih, agar yang terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Nabire adalah pasangan calon yang dihendaki oleh Tuhan dan oleh rakyat, yang mampu membangun kabupaten Nabire ke depan,” pintanya.

Jika dalam proses pemilihan ditemukan masalah, diminta agar tidak diselesaikan dengan kekerasan. Sebaiknya semua masalah harus diproses secara damai melalui proses hukum dan mekanisme yang telah disediakan sesuai dengan aturan perundang-undangan.

“Mewakili rekan-rekan bupati di wilayah Meepago, saya meyakini bahwa Pilkada Nabire akan terlaksana dengan aman dan damai. Saya percaya warga masyarakat kabupaten Nabire akan menggunakan hak pilihnya secara aman dan damai. Dan saya juga percaya para penyelenggara akan melaksanakan Pilkada Nabire dengan baik dan benar,” tuturnya.

Baca Juga:  AJI, PWI, AWP dan Advokat Kecam Tindakan Polisi Terhadap Empat Jurnalis di Nabire

Dumupa juga mengajak, “Marilah kita tunjukkan dan buktikan bahwa kita adalah warga kabupaten Nabire yang demokratis dan beradab.”

Diketahui, Pilkada Nabire diikuti tiga pasangan calon yang diusung gabungan partai politik. Nomor urut 1, Yuvinia Mote – Muhammad Darwis; nomor urut 2, Mesak Magai – Ismail Djamaluddin, nomor urut 3, Fransiscus Xaverius Mote – Tabroni Bin M. Cahya

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Penangkapan AN di Enarotali Diklarifikasi, TPNPB: Dia Warga Sipil!

0
"Anand Nawipa atau Andarias Nawipa yang ditangkap itu bukan anggota TPNPB. Saya sudah cek semuanya sampai di markas paling bawah. Dia warga sipil. Pemuda biasa. Dia bukan anggota TPNPB. Jadi, ada bilang dia pelaku itu militer kolonial rekayasa semuanya, hoaks itu," ujar Mathius Gobay, panglima Kodap XIII Kegapa Nipouda Paniai, mengklarifikasi.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.