Forum Pimpinan Gereja Papua Kecam Pembantaian 5 Warga Sipil di Paniai

4
1027

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Forum Kerja Oikumenis Gereja-Gereja Papua (FKGOP) mengecam pembantaian yang dilakukan aparat TNI/Polri, di Enarotali, Kabupaten Paniai, Senin (8/12/2014), sehingga menewaskan lima warga sipil.

“Kami mengecam dan mengutuk pembantaian yang dilakukan aparat TNI/Polri di Lapangan Karel Gobay, Paniai,” kata Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Socrates Sofyan Yoman, saat menggelar jumpa pers di Aula P3W, Padang Bulan, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, sore tadi.

Yoman mengaku sangat menyesalkan peristiwa di Enarotali, Paniai yang menewaskan lima warga sipil yang merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Enarotali. (Baca: Aparat TNI/Polri Tembak Mati Empat Warga Sipil di Kabupaten Paniai).

“Negara harus bertanggung jawab atas tragedi di Paniai, segera kirim tim independen untuk usut kasus itu, jangan terus melakukan pembohongan publik di media massa,” kata Yoman.

Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua, Pdt Benny Giay, mengatakan, pemerintah harus bisa segera membuktikan tuduhan yang menyebutkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai pelaku penembahan. (Baca: Lagi, Satu Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri; Korban Jadi Lima Orang).

“Jangan Polisi asal tuduh, karena senjata yang digunakan jelas-jelas milik aparat TNI dan Polri, harus dilakukan investigasi secara menyeluruh, karena jemaat kami ditembak dengan peluru mematikan,” kata Giay.

“Kita semua tahu bahwa warga di Paniai mati ditembak dan di negara ini yang resmi pegang senjata adalah aparat keamanan TNI/Polri. Jadi ini harus dijelaskan, buktikan. Kalau yang disangkakan itu OPM, mana buktinya,” kata Benny Giay dengan nada bertanya.

Benny juga mengungkapkan bahwa markas OPM di Eduda, Paniai, telah dibumi hanguskan oleh aparat keamaan beberapa waktu lalu, sehingga jika dituduhkan demikian tidaklah benar. (Baca: Kado Natal Jokowi-JK untuk Papua, 5 Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri).

“Jangan putar balik fakta untuk menutupi kejahatan negara, kami sudah sering dibantai oleh negara ini, dan selalu rakyat sipil yang dituduh, ini sangat memalukan,” katanya. (Baca: Presiden Jokowi Diminta Bertanggung Jawab atas Tewasnya 5 Warga Sipil di Paniai).

Sedangkan, Pdt Selvia Titihalawa, salah satu pendeta senior di Papua mengatakan, seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk ungkap kasus penembakan di Paniai, karena tak lama lagi Natal. (Baca: Ini 5 Nama Korban Tewas, dan 2 Korban Luka Kritis di Paniai).

“Saya kira dengan dialog, lewat para-para adat bisa membicarakan hal ini. Banyak masalah di Papua, tapi tidak diungkap jelas. Masalah Paniai, pemerintah harus bertindak tegas, independen dan hukum para pelaku,” katanya. Baca: Warinussy: TNI dan Polri Telah Melakukan Pelanggaran HAM Berat di Paniai).

Sebelumnya, Senin (11/12/2014), lima warga sipil di Paniai, dikabarkan tewas tertembak di Lapangan Karel Gobay, tak jauh dari markas Koramil Enarotali dan Polsek Paniai Timur. (Baca: Kapolda dan Pangdam Batal ke Paniai, 4 Jenazah Dimakamkan di Depan Kantor Koramil).

 

OKTOVIANUS POGAU