BEM FISIP Uncen Minta Calon Mahasiswa Harus 80 Persen Anak Asli Papua

1
398

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Yally Wenda, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Sosial (FISIP) Universitas Cenderawasih menyesalkan lembaga Uncen yang tidak menerima calon mahasiswa Uncen asli Papua sesuai perjanjian.

“Kampus Uncen ini sebenarnya untuk siapa? Ini calon mahasiswa asli Papua banyak yang tidak diterima. Tuntutan kami sudah jelas, kami meminta kepada lembaga Uncen agar menepati janjinya untuk menerima calon mahasiwa baru asli Papua yang hendak mendaftar kuliah di Uncen ini,” tanya Wenda saat melakukan aksi di kampus Uncen Perumnas 3 Waena, jayapura, Papua, Selasa (19/7/2016) lalu.

Menurut Yally, janji dari lembaga Uncen sendiri adalah Uncen akan menerima calon mahasiwsa Papua 80% dan non Papua 20%. Namun kenyataannya banyak calon mahasiswa Papua yang tidak lolos leleksi.

- Event -
Festival Film Papua

“Maka, kami melakukan aksi untuk meminta kepada lembaga Uncen mempertanggungjawabkan janjinya. Kami  sangat kecewa, kenapa pihak aparat ikut campur dalam urusan rumah tangga kami, ini kampus kami, ini rumah kami institusi kami sangat jauh berbeda sekali,” katanya.

Sementara itu, Donatus Gobay,  ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih, mengatakan, pihaknya akan bertemu lembaga dan akan menyediakan forum kepada seluruh mahasiswa Uncen.

“Mahasiswa yang melakukan aksi hari ini dikoordinir oleh BEM FISIP dan mereka menuntut agar semua mahasiswa asli Papua  diterima di kampus Uncen,” kata Gobay.

Aksi memang sudah berjalan lama, mulai pada tanggal 4 April 2016 lalu, sampai saat ini belum ada jawaban dari pihak lembaga.

Kata Doni, BEM Uncen juga sudah menerima aspirasi lewat BEM FISIP dan mereka berharap agar aspirasi ini diserahkan ke pihak lembaga agar bisa menjawab tuntutan mahasiswa.

“Kami dari BEM Uncen meminta kepada lembaga Uncen dapat menepati janji. Kami akan sediakan forum kepada seluruh mahasiswa untuk bertemu dan tatap muka dengan pimpinan lembaga Uncen guna membahas masalah intern dalam kampus ini,” tutur Gobay.

Pewarta: Harun Rumbarar

Editor : Arnold Belau