Pesan Pastoral Gereja Kingmi Papua Menyikapi Duka Cita di Nduga

0
7006

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Semua pihak, baik TNI dan Polri serta TPN OPM diminta segera menghentikan kontak senjata dalam masa-masa raya Adventus dan menjelang masa raya Natal 2018.

Salah satu seruan itu diucapkan Ketua Sinode Kingmi Tanah Papua, Pdt. Dr. Benny Giay dalam pesan pastoralnya di halaman kantor DPRP Papua, Sabtu (22/12/2018).

Aksi long march dan penyampaian pesan pastoral sekaligus seruan doa atas kejadian di Kabupaten Nduga, diikuti langsung Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge, dan Ketua Tim Investigasi, Pdt Eliaser Tabuni. Juga masyarakat, mahasiswa, pemuda dan simpatisan yang turut merasakan duka mendalam atas kejadian di wilayah Kabupaten Nduga.

Dalam aksi ini dibagi-bagikan ke publik selebaran berisi pesan pastoral pimpinan gereja, berikut selengkapnya.

Pesan Pastoral Gereja Kingmi se-Tanah Papua Menyikapi Duka Cita di Kabupaten Nduga

Badan Pekerja Harian Kingmi se-Tanah Papua menyampaikan duka yang mendalam atas terjadinya peristiwa jatuhnya korban jiwa di Kabupaten Nduga pada hari Minggu 2 Desember 2018 yang sangat membawa penderitaan dan cerita kekerasan yang terus berlangsung dan terjadi di atas Tanah Papua. Dalam merenungkan akan makna raya Adventus dan menyongsong kelahiran Yesus Kristus pada masa raya Natal, maka perkenankanlah kami untuk menyampaikan pesan pastoral, sebagai berikut:

  1. Kami juga merasakan keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban sipil dan juga TNI yang terjadi di Kabupaten Nduga yang tentu akan memperpanjang berbagai beban masalah di atas Tanah Papua. Kami turut merasakan duka yang mendalam, doa kami kiranya Tuhan memberikan penghiburan bagi keluarga.
  2. Kami meminta dan menghimbau kepada aparatur negara agar bekerja secara proporsional dalam menciptakan suasana yang kondusif di atas Tanah Papua dan meminta semua pihak agar menahan diri dalam menjalani masa raya Adventus dan juga memasuki masa raya Natal di Tanah Papua.
  3. Kami menghimbau kepada semua pihak, baik TNI Polri dan juga TPN OPM untuk tidak melakukan berbagai kontak senjata dalam masa raya Natal ini, sehingga masyarakat tidak menjadi korban.
  4. Kami sudah mendengar dari umat dan memiliki banyak bukti penggunaan bom dan persenjataan mutakhir yang mematikan dan berdampak pada korban warga sipil, sehingga kami meminta operasi militer di Nduga harus dihentikan.
  5. Kami juga menyerukan kepada Bapak Presiden Jokowi selaku panglima tertinggi mencabut perintah dan menarik seluruh pasukan dari Nduga, sehingga masyarakat dapat kembali pulang ke rumah-rumah mereka dan dapat merayakan Natal.
  6. Kami sangat menghargai apa yang sedang dikerjakan bapak Presiden Jokowi dalam beberapa tahun terakhir di Papua. Namun dengan tulus kami mau katakan itu bukan kebutuhan mendasar di Tanah Papua. Kami inginkan adalah penyelesaian secara menyeluruh segala permasalahan di atas Tanah Papua sejak tahun 1962-2018 berbagai bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM yang tak terselesaikan pada masa lalu hingga saat ini.
  7. Kami juga menghimbau agar pemerintah segera membuka ruang dialog yang dimediasi secara nasional dan internasional dalam menyelesaikan berbagai persoalan di Tanah Papua.
  8. Kami meminta intervensi Badan UNCR Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam penyelesaian berbagai permasalahan di Tanah Papua.
  9. Kami memberikan dukungan kepada Gubernur Papua agar segera membentuk Tim Investigasi Independen, sehingga permasalahan di Nduga dapat jelas bagi semua pihak.

Demikian pesan pastoral kedukaan kami keluarkan pada masa-masa raya Adventus dan Natal di tahun 2018 ini, dan biarlah semua pihak dapat merenungkan dan melakukan secara bersama sesuai tugas dan tanggungjawab kita masing-masing. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati kita semua. Amin.

Jayapura, 22 Desember 2018

Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua

Badan Pengurus Harian Sinode