Pimred Suara Papua Berbagi Ilmu Jurnalistik dengan Mahasiswa Baru IKBD KLPW3

0
1463

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Pimpinan Redaksi (Pimred) Suara Papua, Arnold Belau, berbagi ilmu dan pengetahuan tentang jurnalistik dalam seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Besar Distrik Kurulu, Libarek, Pisugi, Wita-waya, Wosilimo dan Wadangku (IKBD-KLPW3) Kabupaten Jayawijaya, di Jayapura tahun 2016 dalam rangka menyambut mahasiswa baru. 

Dalam berbagai ilmu jurnalistik, Arnold Belau mengatakan, dalam enam bulan terkahir banyak media online bertumbuh seperti jamur di tanah Papua. Selain media online, ada juga akun-akun palsu media sosial yang menggunakan nama orang dan marga Papua bertebaran di twitter dan facebook.

“Tujuan mereka (pengelola media online dan akun-akun palsu) jelas. Yaitu untuk menyudutkan perjuangan orang Papua dan memecah belah perjuangan orang Papua saat ini. Sehingga materi mengenai bagaimana bersikap dalam bermedia sosial dan membedakan mana media abal-abal dan mana media yang tepat sebagai sumber informasi sangat penting,” kata Belau di aula asrama Tauboria Padang Bulan, Selasa (2/9/2016).

Menurutnya, saaat ini orang Papua sudah harus sadar, bahwa orang Papua sedang diserang dari berabagi lini untuk merusak persatuan dan kekerabatan antar orang Papua yang sudah terbangun lama dengan isu-isu murahan. Kata dia, isu-isu murahan itu dijual murah di media-media abal-abal yang banyak berkembang akhir-akhir ini.

“Untuk isi kepala anda dengan pengetahuan yang baik atau tidak, yang menentukan adalah anda sendiri. Mau baca berita yang benar di media yang tepat atau tidak, anda sendiri juga yang menentukan. Maka jadilah pemirsa yang cerdas supaya informasi dan media yang dipilih juga tepat,” katanya.

Ketua Panitia, Peres Pabika, mengaku sangat senang dengan materi tentang jurnalistik, media sosial dan media online yang dibawakan oleh Pimred Suara Papua.

“Saya bersyukur karena Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini atas inisiatif dari senior dari IKLPW3 terlaksana dengan baik hingga hari terakhir. Materi yang diberikan kakak Arnold tadi sangat bagus untuk kami yang belum benar-benar mengetahui peran dan cara gunakan media sosial dan membedakan media yang tidak benar dan media yang benar,”katanya.

Menurutnya, kegiatan ini baru saja lakukan untuk merekrut adik adik baru yang melanjutkan studi di bangku kulia yang terdiri dari 6 distrik suku besar kurulu, dan tidak hanya mereka kulia namun mereka harus bisa menulis  sesuati pristiwa yang terjadi dan bisah di publikasikan,

Kata dia, pada tahun 2016, pihaknya merekrut 11 anggota baru. Masing-masing 3 orang perempuan dan 8 orang laki-laki.

“Mereka dari suku besar yang ada di Kurulu yang tersebar di enam distrik di sana. Semua kegiatan dari hari pertama hingga ke dua berjalan dengan baik. Itu bukan karena kebolehan kami tetapi karena Tuhan,” katanya.

Pewarta: Ardi Bayage