Pemkab Pegunungan Bintang Didesak Cairkan Dana BOS

0
3216

OKSIBIL, SUARAPAPUA.com — Puluhan kepala sekolah dari puluhan sekolah yang ada di berbagai distrik di kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, mendesak pemerintah daerah setempat agar segera cairkan dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) tingkat Sekolah Dasar.

“Saya bersama rekan-rekan kepala sekolah lainnya sudah menunggu dari bulan Agustus di Kota Oksibil hingga saat ini belum juga dicairkan. Padahal, kami sudah harus kembali ke tempat tugas masing-masing, pasalnya ada sebagian kepala sekolah harus mengajar, kasihan anak didik kami terlantar,” kata Yondakan Y Mabin, Kamis (22/9/2016) melalui surat elektronik yang diterima suarapapua.com di Jayapura.

Menurutnya, dana BOS di Kabupaten Pegunungan Bintang yang seharusnya dicairkan  bulan Mei lalu, belum juga direalisasikan hingga September. Untuk itu, pihaknya meminta supaya dana BOS segera dicairkan.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

Yondakan menerangkan, dana BOS yang biasa diterima, salah satunya biasa digunakan untuk membayar tenaga guru honorer.

“Kami biasa bayar guru honorer dengan dana BOS itu. Dan sudah beberapa bulan guru honor  belum dibayar. Selain itu, kami mesti belanjakan bahan-bahan keperluan sekolah yang kurang. Jika belum juga dicarikan dan terus diulur-ulur, kami kepala sekolah tetap menunggu hingga dana BOS dicairkan,” terangnya.

ads

Sementara itu, mengenai dana BOS, Yohanes Sasaka, pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pegunungan Bintang ketika dikonfirmasi  suarapapua.com, membenarkan dana BOS yang seharusnya dicairkan di bulan Mei belum dikucurkan hingga saat ini.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

Sasaka menyayangkan keterlambatan tersebut. Untuk itu, Sasaka meminta supaya pihak terkait yang menangani dana BOS secepatnya mencairkan ke sekolah-sekolah.

“Kalau boleh dalam waktu dekat dana BOS dicairkan. Supaya para kepala sekolah segera kembali ke tempat tugas masing-masing dan mengajar setelah pencairan dana itu. Saya turut menyayangkan kondisi ini,” ujar Sasaka.

Terkait dana BOS ini, juga mendapat tanggapan serius dari ketua KNPI wilayah selatan Pegunungan Bintang, Yustinus Walikesan. Ia mendesak supaya pihak yang menangani dana tersebut agar segera dicairkan. Karena sudah cukup lama para kepala sekolah menanti pencairannya di kota Oksibil.

Baca Juga:  127 Orang di Kapela Yogonima Buta Huruf, Gereja Diminta Prioritaskan Pembangunan SDM

“Kalau sudah ada dana BOS, harusnya sudah segera dicairkan. Karena para kepala sekolah sudah cukup lama di Oksibil. Sementara anak-anak didik mereka diterlantarkan, tidak ada proses belajar mengajar di kampung,” tuturnya.

Selain itu, Yustinus menjelaskan, Paulus Well, Kepala SD Walapkubun mengaku ia harus mengajar kelas 1 hingga kelas 5 sendiri. Hal itu dikarenakan tenaga pengajar di sekolah tempat ia mengajar tidak ada.

“Dia harus mengajar kelas 1-5 karena tidak ada guru. Yang ada hanya guru honor yang membantu. Itu pun dua orang dan sampai sekarang belum dibayar honornya,” kata Yustinus.

Pewarta: Jumkon Wayap

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPenggunaan Dana Kesehatan 15 persen di Kabupaten Kota Belum Maksimal
Artikel berikutnyaYan Mandenas: Freeport Harus Buka Diri Terhadap Pemprov Papua