Nasional & DuniaHanya Miskomunikasi, Pendeta Trevor Johnson Akan Lanjutkan Karya

Hanya Miskomunikasi, Pendeta Trevor Johnson Akan Lanjutkan Karya

JAYAPURA, SUARAPAPUA.Com — Seorang misionaris asal Amerika Serikat yang sedang berkarya selama 11 tahun di tengah-tengah suku Korowai sebagai pendeta dari Gereja GIDI di Papua, Trevor Johnson, terancam tidak melanjutkan pelayanannya. Hal ini diakibatkan karena Kantor Imigrasi menilai dia menyalahgunakan izin tinggal sementara (ITAS).

Pertemuan antara pihak dari Kantor Imigrasi dengan Pendeta Trevor Johnson didampingi dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Laurenz Kadepa dan Jhon NR. Gobay, Jumat (20/04/2018) pagi.

“Masalah biasa saja, hanya miskomunikasi,” begitu tulis Laurenz Kadepa kepada suarapapua.com sore ini, ketika dimintai keterangan.

Baca Juga:  Gerakan “All Eyes on Papua” Mendukung Perjuangan Melawan Ekosida

“Kami tidak bermaksud mempersulit pendeta Trevor dalam pengurusan ITAS ini. Kami sangat hargai kerja-kerjanya untuk masyarakat di Korowai,” begitu kata Kadepa menirukan konfirmasi petugas imigrasi di Jayapura.

Secara terpisah, Kadepa mengapresiasi dan menyatakan mendukung kerja-kerja yang dilakukan pendeta Trevor.

“Saya apresiasi pelayanannya. Saya yang orang asli Papua saja belum ke Korowai. Tapi Pendeta Trevor (dari Amerika) datang dan menetap di Korowai 11 tahun, sangat menyatu dengan alam dan masyarakat. Selain penginjil, dia juga menjadi petugas medis disana. Bagian ini saya rasa bangga, dia melayani rakyat Papua dengan sungguh-sungguh disana,” urai Kadepa melanjutkan.

Baca Juga:  KWI dan PMKRI Tolak Tawaran Presiden Jokowi Kelola Tambang

Selain sebagai petugas medis dan pendeta, dia sering mengajar anak-anak di sana di sekolah dan di rumah. Korowai telah diakui bahkan oleh Gubernur Lukas Enembe saat mengunjungi Korowai.

Pendeta Trevor sangat akrab dengan masyarakat Korowai. beberapa waktu lalu, Pendeta Trevor pernah melaporkan akan adanya aktivitas survei, penandaan dan pemetaan lokasi tambang, dan aktivitas penambangan yang illegal yang mulai masuk ke Korowai.

Baca Juga:  PBB Memperingatkan Dunia yang Sedang Melupakan Konflik Meningkat di RDK dan Rwanda

Pendeta Trevor bahkan mengatakan pernah bertatap muka dengan mereka dan mengambil gambar.

“Saya katakan kepada mereka bahwa mereka sedang melakukan kegiatan ilegal dan mencuri kekayaan tanah orang Korowai. Mereka dari luar datang mengambil emas dan menjadi kaya sedangkan orang Korowai tinggal miskin di tanah mereka sendiri. Ini sangat tidak adil,” kata Trevor dilansir ceposonline.com edisi 5 April 2018.

Pewarta: Bastian Tebai

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.