OMK Sembilan Paroki di Dekenat Pegunungan Tengah Gelar Retreat  

0
969

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Orang Muda Katolik (OMK) dari sembilan Paroki yang ada di dekenat Pegunungan Tengah telah melakukan retreat di Wamena. Kegiatan itu digelar sejak tanggal 5 – 7 Agustus lalu di gedung Tongkonan.

Retreat tahun 2018 menghadirkan motivator dari Malaysia, Mr. Jude Anton. Ia dihadirkan sebagai motivator bagi OMK dan khususnya membangun suatu komitmen iman yang kuat bagi OMK dekenat Pegunungan Tengah.

Narasumber lain yang dihadirkan adalah Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Jayapura, Pastor John Bunay dan Pastor John Djonga. Para pemateri ini memberikan semangat dan motivasi bagi  orang muda katolik untuk mencermati dan juga mempraktekkan penghormatan kepada gender secara adil.

Pemateri terakhir yang dihadirkan adalah Pater Ivan Simamora dan Ibu Meyke untuk  sosialisasi akan adanya persekutuan doa di dalam Gereja Katolik.

“Yang menjadi kebanggaan dalam kegiatan ini bahwa retreat ini dikemas secara menarik yaitu suatu kegiatan yang betul-betul memacu orang muda Katolik membaharui diri di dalam Roh Kudus supaya beriman tangguh di semua lini kehidupan. OMK membangun iman yang tangguh di semua lini kehidupan,” kata Pater Ivan.

Retreat OMK Dekenat Pegunungan Tengah dibuka dan ditutup oleh  pastor dekan, Pr. Cornelis Kopong. Ia mengatakan, pesan dari kegiatan ini adalah OMK sudah menunjukan sikap dan niat baik untuk semakin bergerak dan maju untuk lebih tangguh. Kesan baik dari kegiatan itu adalah bahwa mereka dapat menerima kegiatan ini secara sukacita.

Peserta retreat saat mengikuti kegiatan di Wamena. (dok Panitia)

Pastor Moderator OMK dekenat Pegunungan Tengah, Pater Daniel Ivan Darto Simamora, OFMCap mengatakan, dengan terselenggaranya ini ada satu harapan kedepan, bahwa tahun 2019 OMK akan membuat kegiatan yang lebih menarik lagi.

“Bagaimana secara personal OMK betul-betul tangguh dan beriman secara komunal, apakah itu perparoki atau pun berdasarkan Kombas-nya mereka akan menunjukan sikapnya bahwa mereka adalah tulang punggung gereja yang penuh semangat mengembangkan kerajaan Allah lebih nyata dan lebih luas lagi,” tuturnya.

Sementara itu, ketua panitia retreat tahun 2018, Melkias Huby mengatakan, kegiatan ini diadakan karena ada program dari dekenat Pegunungan Tengah. Dengan tema “OMK beriman, tangguh di semua lini kehidupan”.

“Disini kita buat kegiatan supaya OMK tahu diri, tidak hanya menjadi penggerak di gereja, tetapi  OMK juga bisa berbuat sesuatu di semua lini kehidupan, yaitu di gereja, masyarakat lebih khususnya pengembangan dirinya sendiri agar mereka harus berubah menjadi hebat,” jelasnya.

Huby menambahkan, materi-materi diberikan bertujuan untuk bagaimana orang muda mengembangkan diri, berperan aktif sebagai tulang punggung gereja, dan juga materi disediakan oleh orang-orang hebat. Dimana mereka memberi motivasi supaya pemuda katolik harus berubah untuk menjadi hebat di semua lini kehidupan.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta OMK dari sembilan paroki yang ada di wilayah dekenat tersebut dengan peserta 500-an orang.

Pewarta: Arnold Belau