Sagrim: Bersatu Untuk Bangun Maybrat Lebih Baik Lagi

0
6736

MAYBRAT, SUARAPAPUA.com — Bupati kabupaten Maybrat, Bernard Sagrim menegaskan, pasca kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) di Kumurkek ibu kota kabupaten Maybrat pekan lalu bahwa yang ada adalah masa depan Maybrat yang lebih baik.

“Itu artinya semua harus kembali bersatu dan berdamai, itu sudah kata kunci dan tidak ada tawar menawar di sini dan itu juga harapan pemerintah pusat, provinsi, bupati, wakil bupati, sekda, seluruh pemangku kepentingan dan seluruh orang Maybrat,” ungkapnya saat apel pegawai di alun-alun Vaitmayaf, Senin (8/10/2018).

Bupati menghendaki persatuan dan kebersamaan harus dijaga untuk membangun daerah dan masyarakat di kabupaten Maybrat.

“Kita orang Maybrat sudah kembali bersatu dan berdamai untuk membangun kabupaten Maybrat yang lebih baik ke depan. Jangan orang luar mendengar kata Maybrat langsung berpikir bahwa itu daerah konflik, kacau dan ribut-ribut. Itu tidak boleh, kesan ini yang harus kita segera hilangkan dan tidak bisa hanya dengan kata-kata, tetapi dengan melalui pergerakan dan diwujudkan,” ujar Sagrim kepada suarapapua.com usai memimpin apel pegawai.

Untuk itu, bupati berharap, pejabat dan pegawai Maybrat harus mulai kembali bersatu, hindari hal-hal yang terkait konflik interes antara perorang, kelompok antara Ayamaru dengan Aitinyo maupun Ayamaru dengan Aifat dan lainnya.

“Itu semua sebaiknya ditinggalkan dan kembali bersatu untuk membangun masyarakat Maybrat.”

Lanjut bupati Sagrim, “Ini juga ditegaskan oleh Mendagri di Kumurkek beberapa waktu lalu, termasuk solusi untuk Maybrat yaitu kabupaten Maybrat Sau, ibu kota Maybrat sudah ditetapkan pemerintah pusat di Kumurkek, tetapi juga juga mencari solusi supaya wilayah Ayamaru dan Aitinyo ada daerah otonomi baru yaitu Maybrat Sau yang segera kita wujudkan. Beberapa nilai yang ditawarkan pemerintah pusat misalnya orang Maybrat duduki komisi II DPR RI, Kemenkopolhukam dan Kemendagri supaya segera wujudkan ini, karena kalau masih gantung juga sama pasti orang ribut-ribut terus.”

Masih menurut bupati, tim kajian dari UGM terkait Maybrat Sau sementara jalan, perubahan anggaran di tahun ini akan mendorong tim kajian mulai bekerja.

“Pekan depan kami sudah ke Yogyakarta, tim kajian akan mempresentasikan itu kepada kami dan hasil itu kami usulkan ke pak Gubernur Provinsi Papua Barat dan Mendagri dalam menyikapi usulan tersebut,” jelasnya.

“Ini solusi yang kita tawarkan ke pemerintah pusat maupun provinsi terkait situasi yang dihadapi masyarakat Maybrat. Agar dua kabupaten di tanah Maybrat selain solusi juga membangun dan menata masyarakat Papua di Maybrat sama seperti kabupaten lainnya,” ungkap Sagrim.

Pewarta: Engel Semunya
Editor: Mary Monireng