Pemda dan Gereja Diminta Temui Presiden Buka Akses Ke Nduga

0
6895

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Emus Gwijangge, Anggota Legislatif Provinsi Papua mengatakan pasca kejadian Nduga, warga masyarakat dari sejumlah distrik yang mengalami dampak langsung masih mengungsi di hutan.

“Warga masih mengungsi di hutan-hutan dan belum kembali ke kampung-kampung,” kata Emus kepada suarapapua.com di Padangbulan Jayapura, Jumat (25/1/2019).

Emus mengatakan, sejauh ini belum ada akses transportasi yang bisa diakses ke sana, kecuali di Mbua dan daerah sekitarnya.

“Kami berupaya melalui pesawat tetapi belum ada yang mau, sedangkan kendaraan roda empat hanya bisa ke Mbua dan sekitarnya, sementara di kampung lain seperti Mapenduma belum bisa diakses,” katanya.

Ia juga mengatakan, ada trautama yang luar biasa dihadapi oleh oleh tim gereja maupun LSM yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan kesana. Mereka ditekan sehingga tidak ada akses untuk kesana.

Selain gereja dan LSM, pihaknya di DPRP juga mengalami kesulitan yang sama, sehingga katanya pihaknya sedang membangun koordinasi dengan Pemerintah Provinsi, Polda dan Pangdam untuk bisa mendapatkan akses kesana.

“Oleh karena itu kita bersama gereja bagaimana berpikir untuk bisa jalan kesana, supaya bisa serahkan bantuan yang ada ini,” tutur Emus yang adalah anak adat Ndugama.

Katanya, bantuan yang dikirim dari Jayapura masih tertahan di tiga gudang di Wamena, sementara empat gudang di Timika mengalami nasib serupa.

Pdt.Herman Saud, mantan Ketua Sinode GKI di Tanah Papua mendesak pimpinan gereja di tanah Papua bersama DPRP, MRP dan Gubernur Papua agar segera menemui Presiden Jokowi untuk membuka akses dan meminta penjelasan status kasus Nduga.

“Tanya presiden mau dibawa kemana orang Papua yang diisolasi hingga bantuan kemanusiaan saja tidak bisa disalurkan?” tegas Pdt.Saud dalam diskusi buku surat-surat gembala Forum Kerja Oikumenis Gereja-Gereja Papua di P3W Padangbulan.

Pewarta: Elisa Sekenyap