SMAN 1 Paniai Gelar UNBK Pakai Komputer Pinjaman

0
4089

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Komputer yang dipakai Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Paniai, Enarotali, untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada bulan April lalu, diketahui sebagian besar dari pinjaman.

Hal ini diungkap kepala sekolah SMAN 1 Paniai, Abdul Majid Ernas, ketika ditemui suarapapua.com, belum lama ini di Enarotali, Paniai.

“Kendala kami ikut UNBK pertama pada tahun ajaran (2018/2019) ini, cuman kurang komputer,” ungkap Abdul.

Dia menjelaskan, sekolahnya kurang komputer karena hanya memiliki 25 buah unit komputer (3 dari sekolah dan 22 bantuan kementerian). Sedangkan yang dibutuhkan harus sebanyak 66 unit komputer sesuai kebutuhan dalam lab komputer.

Sehingga untuk melengkapi itu, lanju dia, pihaknya terpaksa meminjam komputer dari luar sebanyak 41 unit.

“Jadi komputer yang kami pakai laksanakan UNBK, sebagian besarnya dari komputer pinjaman,” jelas dia.

Ketika ditanya dipinjam dari mana, dirinya enggan menjawab.

“Kami pinjam dari kabupaten lain. Tidak bisa kami sebutkan nama kabupatennya. Itu rahasia kami. Karena setelah kami pakai langsung kami kembalikan,” jawab dia.

Peminjaman sendiri, diakuinya, dilakukan karena sekolahnya tidak ada uang.

“Saya, jauh sebelum hari H UNBK, sudah sampaikan ke Pemda Paniai kalau kami kekurangan komputer. Tapi karena tidak ada respon terus, terpaksa kami pinjam komputer. Uang operasional sekolah kami sendiri juga habis. Kami pakai bangun lab komputer.”

Lanjut dia, “Jadi semua kekurangan kami hadapi UNBK tahun ini, ditanggung sekolah. Tidak ada dari Pemda,” ucap dia.

Atas itu, dirinya berharap dalam waktu dekat Pemda dapat realisasikan semua kekurangan yang pernah disampaikan.

“Anak-anak kami yang kelas dua mau naik kelas tiga sekarang jumlah mereka 200 lebih. Kami butuh komputer lebih banyak, kira-kira 80-an. Tuk itu, saya harap Pemda bisa cepat bantu kami,” harap dia.

Ia juga berharap supaya Pemda Paniai dalam hal ini dinas Pendidikan bisa mengupayakan tahun depan sekolah lain juga ikut UNBK.

“Minimal SMK satu, terus perwakilan SMP satu, SD satu. Ini supaya pendidikan kita di Paniai tidak ketinggalan dengan daerah-daerah lain di Papua,” ucap dia.

Pewarta: Stevanus Yogi