Usai Banjir Bandang, Penjual Ikan Danau Sentani Merugi

0
51

SENTANI, SUARAPAPUA.com — Penjual ikan dari danau Sentani, kabupaten Jayapura, Papua, mengalami kerugian besar karena kian hari pembeli berkurang terutama semenjak terjadi bencana banjir bandang beberapa bulan lalu.

Merebaknya isu ikan terkontaminasi dengan bangkai manusia yang kala itu ditemukan di pinggir dan tengah danau Sentani, membuat pembeli tak ingin beli lagi. Akibatnya, penghasilan pun menurun drastis.

“Waktu banjir itu tidak ada yang beli ikan dari danau, kadang mama bawa pulang lagi, mungkin karena ada temuan orang meninggal di danau jadi pembeli tidak mau beli ikan mujair, lohan dan gastor,” kata mama Selina Ibo kepada suarapapua.com, Senin (11/11/2019).

Para pembeli, menurut dia, lebih memilih membeli ikan tawes. “Hanya ikan tawes yang laku. Ikan ini dijaring di kali,” ucapnya.

- Iklan -

Selain di Pasar Pharaa, mama Selina mengaku sering juga berjualan di pasar lama Sentani.

Untuk pendapatan sebelum dan sesudah banjir, mama asal kampung Hobong ini mengatakan, perbedaannya sangat jauh.

“Sebelum banjir, satu hari mama biasa dapat hasil 800 ribu sampe satu juga. Setelah banjir, hanya 500 ribu saja. Itu juga tidak tiap hari, karena tergantung banyak dan ukuran ikan,” jelasnya.

Mama Grace Suebu juga menuturkan pengalaman yang sama.

“Pendapatan berkurang setelah terjadi banjir bandang. Sebelum banjir, mama jual ikan danau yang sudah digoreng biasanya hasilnya 500-700 ribu. Tetapi setelah banjir, hasilnya berkurang, hanya 200-400 ribu perhari,” ceritanya.

Mama Suebu menambahkan, ikan mentah sebelum banjir didapat 500-800 ribu perhari. “Sekarang sudah berkurang 200-300 ribu perhari,” katanya.

Pewarta: SP-CR02
Editor: Markus You

Print Friendly, PDF & Email