Seorang Anak Papua dari Amerika Beri Bantuan Mahasiswa Paniai di Jakarta

0
1860

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Mahasiswa Papua asal kabupaten Paniai di kota studi Jakarta pada Kamis (9/4/2020) telah mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari seorang anak Papua yang kini sedang bekerja di Amerika Serikat.

Bantuan tersebut diberikan Manfred Gobai. Ia bekerja sebagai pegawai transportasi, logistik dan distribusi di salah satu kantor di Amerika.

Hal ini dikabarkan oleh Marten Yeimo, salah satu mahasiswa kabupaten Paniai dari Jakarta, kepada suarapapua.com melalui pesan elektronik, Kamis (16/4/2020).

“Pada hari Kamis yang lalu, kaka Manfed Gobai dari Amerika ada bantu adik-adik mahasiswa di Jakarta sini uang sebesar 154 dollar Amerika atau kalau dirupiahkan senilai Rp2.325.000,” kata Yeimo.

Uang tersebut menurutnya telah digunakan sesuai kebutuhan. Membeli alat masak dan bahan makanan (bama).

ads
Baca Juga:  Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

“Setelah uang di tangan, mereka saat itu langsung beli wajan, kompor, minyak goreng, beras dan mie goreng yang bisa tahan lama. Sampai sekarang mereka masih pakai. Tetapi untuk bama sudah mau habis,” jelasnya.

Marten mewakili seluruh mahasiswa Paniai kota studi Jakarta menyampaikan banyak terima kasih kepada Manfred Gobai atas bantuannya. Menurut dia karena Manfred Gobai beri bantuan di saat mahasiswa lagi benar-benar membutuhkan.

“Sehingga harapan sama, pihak lain juga dapat salurkan bantuan. Terutama dari pemerintah di Meeuwodide, khususnya Pemda Paniai. Kasihan gara-gara virus Corona, adik-adik hidup terlantar dan merana. Tidak benar terus membiarkan adik-adik lapar di tengah mewabahnya virus Corona,” harap Yeimo.

Baca Juga:  Mahasiswa Bersama Rakyat Papua Tolak Investasi Blok Wabu Intan Jaya

Manfred Gobai, pria asal suku Mee yang beri bantuan, ketika dikonfirmasi suarapapua.com, Kamis (16/4/2020), dari Amerika membenarkan kalau ia telah memberi sedikit buat mahasiswa Paniai di Jakarta.

“Benar, saya ada kirim sedikit berkat (uang) ke adik-adik di Jakarta. Saya kirim karena saya dengar keuangan mereka menipis. Tidak ada bahan makanan. Mereka makan hanya pop mie. Ini buat saya sedih. Makanya saat itu saya kirim uang supaya mereka bisa beli makanan yang bergizi,” kata Manfred.

Dengan begitu, Gobai berharap, ketahanan tubuh para mahasiswa dapat terjaga hadapi bahaya pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Untuk itu, seperti dia, bantuan oleh dan dari pihak lain juga diharapkan dapat disalurkan kepada para mahasiswa di seluruh Indonesia. Sebab, para mahasiswa adalah aset sumber daya manusia daerah ke depan.

Baca Juga:  Pemakaman Almarhum Lukas Enembe Ditunda Jumat Besok

“Saya harap bantuan ke adik-adik ini, juga ke yang lainnya dapat dilakukan segera. Entah oleh siapa saja. Jangan tunggu ada korban baru bergerak. Itu tidak benar. Apalagi sekarang jumlah korban positif Corona di dunia tiap hari terus bertambah,” ujar Gobai.

Terkait bantuan, Manfred mengaku telah berikan juga kepada mahasiswa-mahasiswi yang sedang mengenyam pendidikan di Amerika Serikat.

“Selamatkan SDM adalah kunci dari segalanya. Maka, sekali lagi, pemerintah daerah di Meeuwodide cepatlah turun tangan beri bantuan kepada seluruh mahasiswa di setiap kota studi,” imbuhnya berharap.

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaAmnesty Internasional Indonesia: Adili Pelaku Penembakan Dua Warga di Timika
Artikel berikutnyaAsosiasi Bupati Meepago Sepakat Bersama Cegah Covid-19