Parjal PB Siap Bantu Pemerintah Hadapi Covid-19

0
1162

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com — Parelemen Jalanan Papua Barat telah membentuk panitia ‘Tim Peduli Kemanusiaan (TPK) yang dinakhodai Samuel Mandowen, sekertaris Yosias Sayori, dan Bendahara Tutti Ahnut.

Tim tersebut akan berperan aktif membantu pemerintah perangi Covid-19 di Manokwari.

Ronald Mambieuw, Panglima Parlemen Jalanan Papua Barat mengatakan tim yang dibentuk itu tidak ada motivasi lain, melainkan bekerja bantu pemerintah cara memutuskan mata rantai Covid-19.

Dia menjelaskan, tim yang telah dibentuk akan gandeng dengan tim covid-19 kabupaten. Namun, kata Ronal, hal ini kembali ke tim Covid-19 kabupaten Manokwari apakah membuka hati menerima Anak jalanan yang siap mau membantu pemerintah menyelamatkan masyarakat atau tidak.

Baca Juga:  KWI dan PMKRI Tolak Tawaran Presiden Jokowi Kelola Tambang

“Kami sudah buat struktur kepengurusan  dan surat audience yang mau dilayangkan ke Polda Papua Barat. Kalau tidak ada respon maka kami tidak akan jamin akan ada surat edaran yang berikut lagi,” katanya.

ads

Menurut mambieuw, terkait transparansi informasi hingga kini Tim Covid-19 kabupaten Manokwari belum maksimal memberikan jaminan Mutlak bagi masyarakat.

“Jadi hari ini kami parlemen jalanan tidak tau peta lokasi yang disampaikan tim Covid-19 kabupaten Manokwari  sebaran orang-orang yang berasal dar zona merah dimana dan jumlahnya berapa ini tidak disampaikan dimana-mana saja.”

“Masyarakat tidak dapat informasi yang baik.  Jaminan apa yang disampaikan kepada masyarakat oleh pemerintah untuk tinggal dirumah jika tidak ada peta wilayah yang baik itu kan  percuma,” tegasnya.

Baca Juga:  20 Tahun Menanti, Suku Moi Siap Rebut Kursi Wali Kota Sorong

Kata dia, masyarakat  kecewa dengan sikap yang menyampaikan informasi tersebut Haox seharusnya informasi tersebut memproteksi  pihak bersangkutan.

Sementara itu, Samuel Mandowen, ketua tim mengatakan   program yang hendak didorong adalah  putuskan mata rantai Covid-19 dan fokus juga tangkap begal yang makin meresahkan masyarakat.

“Langkah awal kami akan maksimal kumpul data  kemudahan akan diusulkan agar sesuai,” katanya.

Pembina Parjal Jefry Auparai.

Selain itu, Pembina parjal Jefri Auparai berharap tim yang baru dibuat parjal dapat dilegitimasi pemerintah kabupaten Manokwari dan Provinsi sehingga ada kerjasama yang baik ada  keterbukaan untuk masyarakat.

Baca Juga:  Sebanyak 127 Peserta Memulai Program Pelatihan di Institut Pertambangan Nemangkawi

Kata dia, hingga kini kabupaten Manokwari baru masih tercatat positif lima orang. Menurutnya, pemerintah wajib melakukan tes menggunakan alat rapid test dan melakukan tes di tingkat jajaran pemerintah dan masyarakat di wilayah terbuka.

“Katakanlah test dilakukan di lapangan Borasi, Terutama pejabat yang harus dites pertama kemudian akan diikuti seluruh masyarakat sebab pemerintah telah menjadi contoh lalu akan diikuti masyarakat urusan yang lebih mendasar ialah data,” pungkasnya.

Pewarta : Charles Maniani

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaWarga Migani di Timika Indah Dapat Bantuan dari LPMAK
Artikel berikutnyadr. Arnoldus Tiniap: Jangan Gunakan Masker Lebih dari Empat Jam