Tolak Otsus, Mahasiswa Papua Gelar Unjuk Rasa di Kantor Kemendagri

0
1773

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Dalam menanggapi polemik perpanjangan dana Otonomi Khusus (otsus) oleh pemerintah pusat yang semakin gencar dibicarakan, mahasiswa-mahasiswi Papua di Jakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kemendagri Jl. Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (10/8/20).  

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka menolak perpanjangan Otsus jilid II dan juga mengutuk keras para elit politik Papua. Para mahasiswa Papua di Jakarta juga membawa keranda mayat kosong ‘Otsus Mati’ dan ‘Almarhum Otsus’ yang dibakarnya di depan kantor Kemendagri.

Dengan adanya implementasi UU Otsus No. 21 tahun 2001 yang akan berakhir satu tahun mendatang, rakyat Papua (Sorong – Samarai) telah menolak dengan alasan bahwa Otsus telah gagal. Otsus tidak menjamin hak-hak politik, ekonomi, sosial, budaya rakyat di tanah Papua. Elit politik di Papua maupun di Parlemen DPDI RI di Jakarta menginginkan Otsus berlajut dengan dalil Otsus merupakan solusi bagi rakyat Papua. Pada kenyataannya otsus tidak memiliki wewenang khusus yang mengatur dalam pasal-perpasal, sehingga kewenangan Otsus tidak berjalan sesuai dengan harapan rakyat Papua.

Baca Juga:  LBH Papua Soroti Penangkapan Pelajar dan Interogasi Guru Akibat Mencoret Pakaian Seragam Bermotif BK

Dalam keterangan tertulis yang diterima langsung media ini, mahasiswa-mahasiswi Papua di Jakarta dengan tegas menyatakan politik Otsus tidak dijalankan secara benar, karena MRP yang seharusnya dibentuk tahun 2002 tetapi ditunda hingga MRP terbentuk pada tahun 2005, pembentukan Pengadilan HAM serta Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) tidak dibentuk oleh Pemerintah, yang mana harapan rakyat Papua menginginkan penyelesaian berbagai kasus kekerasan pelanggaran HAM. Maka secara politik pemerintah telah gagal dalam melengkapi keutuhan Otsus itu sendiri.

Pemerintah Pusat telah melakukan berbagai kebijakan diskriminatif, dengan pendekatan milisteristik. Hal ini diterapkan sejak orde lama hingga kini. Diskursus Otsus tidak merubah situasi di Papua. Kini waktunya rakyat Papua yang akan menentukan Otsus, bukan pemerintah provinsi Papua dan Papua Barat. Di mana rakyat Papua memiliki kedaulatan penuh, maka berikan mandat kepada rakyat Papua untuk memiliki kesempatan dalam mengatur Otsus dilanjutkan atau tidak.

ads
Baca Juga:  Rencana Pemindahan Makam Ondofolo Dortheys Hiyo Eluay, Melanggar Hukum Pidana dan Asas Administrasi Pemerintahan

Rakyat Papua secara sadar menolak Otsus, bahwa Otsus tidak memberikan suatu  perubahan signifikan, nyatanya Otsus berubah menjadi tragedi kemanusiaan, malapetaka, penderitaan, cucuran air mata dan darah yang berkepanjangan, serta tulang belulang yang berserakkan yang dialami rakyat Papua di tanah mereka sendiri.

Melihat berbagai polemik revisi Otsus lainnya yang berkembang di media mengatasnamakan rakyat Papua dan Papua Barat oleh elit politik dan intelektual di Jakarta, maka mahasiswa Papua dan Papua Barat di Jakarta mengecam semua dalil, dan mendukung rakyat Papua untuk menolak perpanjangan Otsus. Yang harus dilakukan di Papua adalah referendum, bukan perpanjangan Otsus.

Baca Juga:  PBB Memperingatkan Dunia yang Sedang Melupakan Konflik Meningkat di RDK dan Rwanda

Kami mahasiswa Papua di Jakarta tetap pada posisi menolak perpanjangan Otsus, sehingga elit-elit intelektual Papua di Jakarta stop mengatasnamkan rakyat Papua dengan kepentingan tertentu dalam momentum Otsus.

Maka dengan ini, kami mahasiswa-mahasiswi Papua di Jakarta menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Kami Menolak Perpanjangan Otsus Jilid II

2. Kami Mengutuk Keras Elit Politik yang Mengatasnamakan Masyarakat dan Mahasiswa-Mahasiswi Papua untuk Perpanjangan Otsus Jilid II

3. Kami Mengutuk Keras Oknum-Oknum yang Mengatasnamakan Mahasiswa-Mahasiswi Papua di Jakarta untuk Perpanjangan Otsus Jilid II

 

Pewarta: Yance Agapa
Editor: Arnold Belau 

Artikel sebelumnyaOtsus Jadi Tawaran Pemerintah Redam Isu Papua Merdeka
Artikel berikutnyaFOTO: Trada Pelayanan Publik di Kasonaweja