Sembilan Trainer dan Staf P2TIM Mengikuti Kompetensi Pelatihan Berkala ECITB

0
85

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sebanyak sembilan orang staf dan trainer Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas Teluk Bintuni (P2TIM), pada Sabtu (15/8/2020) berhasil mengikuti pelatihan dan ujian berkala yang diadakan dalam internal P2TIM yang disetujui oleh Engineering Construction Industry Training Board (ECITB) – (ECITB approved).

Siaran Pers yang diterima suarapapua.com, ke sembilan orang staf dan trainer tersebut terdiri dari dua trainer profesi electrician, empat tim maintenance support, serta tiga orang calon trainer atau train of trainer.

Yulius Farani, Project Manager P2TIM, (Charles Maniani-SP).

Yulius Farani, Project Manager P2TIM mengatakan, pelatihan serta ujian berkala dilakukan oleh P2TIM yang dioperasikan oleh Petrotekno Technical School sebagai bagian dari peningkatan kompetensi para trainer serta mempertahankan kualitas para pengajar dan staf dari P2TIM – Petrotekno.

Baca Juga:  Pengurus Baru LMA Malamoi Diminta Merangkul Semua Pihak

“Selain meningkatkan kompetensi para trainer serta staf, pelatihan dan ujian berkala ini dilakukan oleh Petrotekno sebagai operator P2TIM untuk me-refresh license atau izin dari para trainer yang sudah habis. Para trainer dan staf ini akan diberikan briefing singkat oleh authorized personnel yang ECITB approved kemudian dilanjutkan dengan ujian secara online,” ujar Ferani.

Sembilan peserta tersebut masing-masing secara khusus akan dinilai cara dan perlakuan mereka dalam menangani sebuah kelas, serta metoda pengajaran dengan keunikan tersendiri.

ads

“Yang kita nilai itu bagaimana cara mereka menulis, cara mereka menangani kelas, metoda mengajar mereka, cara mereka deliver modul-modul pengajaran, cara mereka menjawab pertanyaan para siswa, cara mereka merangsang aktivitas dari siswa-siswa P2TIM. Ini bagian dari pelatihan yang kami berikan, dengan adanya pelatihan berkala ini, apa yang menjadi kekurangan dari para trainer, istilahnya di-upgrade dengan adanya pelatihan berkala ini,” imbuh Yulius.

Baca Juga:  Komite Keselamatan Jurnalis Papua Barat dan PBD Resmi Terbentuk

Yulis menuturkan, hasil dari pengujian yang dilakukan secara internal ini akan menentukan apakah seorang trainer bisa berlanjut atau tidak. Tidak hanya keberlanjutan pengajaran, seluruh peserta yang melakukan ujian akan menerima sertifikasi ECITB tingkatan lanjut sebagai imbalannya.

“Kalau mereka lulus, ya akan menerima sertifikat dari ECITB, kalau gagal ya tidak bisa ngajar. Sama saja dengan para siswa yang mengikuti ujian ECITB kemarin, para trainer dan staf pun mengikuti hal yang sama dengan ketentuan standar ECITB. Bedanya ujian dari para trainer, staf  maupun calon trainer ini adalah ujian level lanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga:  ULMWP Akan Membawa Perubahan Berkat Tuntunan Tuhan dan Doa Rakyat

Echo salah satu peserta mengatakan, dalam kelas mereka ia tetap fokus mempertahankan kualitas berharap memperoleh hasil yang maksimal baik.

“Dalam ujian ini saya tidak berharap sisi lain, hanya bagimana memperoleh dan menekuni pelatihan ini dengan baik agar saya bisa benar-benar paham,” ucapnya.

P2TIM merupakan lembaga yang dibentuk Pemerintah kabupaten teluk Bintuni, bekerjasama dengan Petro Tekno Technical School. Ini merupakan strategi Pemkab Bintuni guna mempersiapkan tenaga kerja Orang Asli Papua yang memiliki kemampuan untuk bekerja di sektor industri Kimia maupun Migas.

 

Pewarta : Charles Maniani

Artikel sebelumnyaIPPMK KIWO Gelar Diskusi Panel Bentuk Mental Spiritual Katolik
Artikel berikutnyaKaryawan Mogok Kerja Berencana Audiens dengan 35 Anggota DPRD Mimika