BeritaLagi, Karyawan Freeport Palang Jalan Tambang Gunakan Alat Berat

Lagi, Karyawan Freeport Palang Jalan Tambang Gunakan Alat Berat

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Karyawan PT Freeport Indonesia kembali melakukan aksi susulan memblokade akses Jalan Tambang di Mile Point (MP) 72, depan Kantor OB 4 PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura, Mimika, Papua, Selasa (2/9/2020) malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Seputarpapua.com, aksi ini kembali dilakukan karyawan lantaran insentif atau penghargaan yang dijanjikan perusahaan atas kinerja para pekerja hingga kini belum terealisasi secara baik.

Baca Juga:  Yayasan PNG Memfasilitasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Dogiyai

Karyawan menganggap bahwa apa yang dijanjikan manajemen tidak sesuai dengan dinamika yang terjadi di lapangan. Oleh karena itu, karyawan terpaksa kembali melakukan aksi blokade jalan pada lokasi yang sama seperti aksi-aksi sebelumnya.

Aksi blokade jalan dilakukan menggunakan kendaraan milik operasional perusahaan serta mendirikan tenda dan memajang spanduk bertuliskan aspirasi dari para pekerja.

Baca Juga:  261 Link Lao-Lao Papua yang Dibagi di Facebook Telah Dihapus, Ada Apa?

Aksi yang berlangsung sejak pukul 19.10 WIT hingga saat ini juga, dikawal ketat oleh aparat keamanan setempat.

Sementara Vice President (VP) Coorporate Communications PTFI, Riza Pratama saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sedang mencari informasi lebih lanjut terkait aksi susulan ini.

“Kami masih mencari informasi dan konfirmasi dari karyawan,” kata Riza singkat saat konfirmasi Seputarpapua.com via telepon. (*)

Baca Juga:  Illegal Logging Masih Marak di Mimika, John NR Gobai: Masyarakat Dapat Apa?

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gawat! Di Mimika, 2.500 Ekor Babi Mati Terserang Virus ASF

0
“Hampir setiap hari babi-babi mati akibat terpapar virus ASF, sehingga kandangnya harus disterilkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Vaksinnya memang belum ada. Jadi, upaya memutus mata rantai penyebaran virus ASF di kabupaten Mimika harus terus dilakukan. Dan, itu yang kami dorong kepada para peternak agar harus berperan aktif,” kata drh. Sabelina Fitriani.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.