Kampung Masina Bintuni Dijadikan Tempat Karantina Pasien Covid-19

0
1457

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Masyarakat di kampung Mansina, Teluk Bintuni menerima tawaran dari Pemerintah Kabupaten setempat untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat karantina pasien orang dengan gejala Covid-19.

Untuk menekan angka penyebaran, Bupati Bintuni, Petrus Kasihiw mengatakan kampung Masina yang terletak di seberang pelabuhan Bintuni sebagai tempat isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG), untuk melakukan karantina mandiri dengan dukungan penuh Pemkab.

“Kebijakan ini untuk menekan dan mengantisipasi penularan Covid-19 di masyarakat,” katanya melalui siaran pers yang diterima suarapapua.com, Senin (14/9/2020).

Selain kesiapan RSUD Teluk Bintuni dengan ruang isolasi untuk pasien positif dan keluarga, Bupati beserta pihak dinas dan Satgas Covid-19 telah berkoordinsi dengan masyarkat setempat dan kini kampung tersebut telah dikhususkan bagi pasien yang tidak membutuhkan perawatan ekstra.

Baca Juga:  Asosiasi West Papua Australia Mendesak Prancis Mendengarkan Suara Rakyat Kanak

Dia menjelaskan, pada hari Sabtu (5/9/2020), Kampung Masina telah dikosongkan oleh warganya dan telah siap sebagai tempat karantina OTG Teluk Bintuni.

ads
Wajali Fimbay, salah satu warga Kampung Masina. (ist)

Wajali Fimbay, salah satu penghuni Kampung Masina mengatakan seluruh penghuni telah pindah ke rumah sanak saudara mereka di tempat lain.

“Warga semua sudah pindah, ini tinggal ibu kepala kampung saja yang menunggu kedatangan dokter dan tim satgas untuk memeriksa kesiapan lokasi. Intinya kami warga ini tidak keberatan, karena ini untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Wajali.

Baca Juga:  22 Mei 2024 Akan Dirayakan 130 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

Kata dia, Bupati Petrus Kasihiw perna menawarkan warga kampung Masina untuk bisa menginap di penginapan-penginapan yang ada di Teluk Bintuni dengan sepenuhnya biaya ditanggung Pemkab, namun mereka menolak tawaran tersebut.

“Kami semua tolak, karena kami merasa memang kampung ini diperlukan demi Teluk Bintuni juga. Lebih baik uang akomodasi itu dipergunakan untuk kepentingan penanggulangan Covid-19. Kami tidak ada yang keberatan. Lagipula kami masih punya sanak saudara dan keluarga yang bisa menampung kami, jadi kami berterima kasih pak Piet mau memperhatikan sampai sedetail ini,” imbuh Wajali.

Baca Juga:  Perda Pengakuan dan Perlindungan MHA di PBD Belum Diterapkan

Sampai saat ini, tim dokter dan Satgas Covid-19 serta jajaran pemerintah daerah sedang mengadakan rapat untuk dilanjutkan dengan inspeksi dan pemeriksaan kebutuhan kampung Masina untuk menampung OTG yang memerlukan karantina atau isolasi.

Upaya Pemkab Teluk Bintuni beserta Satgas terus dilakukan dengan maksimal untuk menekan persebaran pandemi ini. Pemkab pernah menorehkan prestasi dengan 100% persen kesembuhan pasien positif covid. Hal ini diharapkan oleh masyarakat agar dapat terulang kembali dan bisa menjadi zona hijau lagi.

 

Pewarta: Charles Maniani

Editor: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaBupati Intan Jaya Pastikan Wilayahnya Aman Dikunjungi Tim BPK
Artikel berikutnyaMahasiswa Jayawijaya Desak Jokowi Tarik Militer dari Papua dan Hentikan Pembahasan Otsus