ADVERTORIALBupati Dumupa: Warga Bisa Berobat di RSUD Pratama Dogiyai

Bupati Dumupa: Warga Bisa Berobat di RSUD Pratama Dogiyai

MOWANEMANI, SUARAPAPUA.com — Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Dogiyai sudah mulai dijalankan sejak bulan lalu setelah sekian lama tidak beroperasi pasca diresmikan pada tahun lalu.

Tidak beroperasinya RSUD Pratama Dogiyai akibat sengketa hak ulayat lokasi di kampung Ekimani, distrik Kamuu Utara. Lokasi tersebut milik marga Goo dan Tebai.

Dengan perjuangan keras dari Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik hak ulayat, akhirnya persoalan lokasi rumah sakit ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Sejak awal saya memang punya komitmen agar masalah ini bisa segera diselesaikan. Saya tidak pernah menyerah sedikit pun untuk menyelesaikan masalah ini, sekalipun banyak tantangan yang saya hadapi. Apapun masalahnya harus diselesaikan agar rumah sakit ini bisa beroperasi,” katanya saat melakukan kunjungan ke RSUD Pratama Dogiyai, Kamis (1/10/2020) siang.

Baca Juga:  BNPB RI Tiba di Intan Jaya Tinjau Korban Bencana Alam

Untuk itu, Bupati Dogiyai menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat aktif untuk mencari solusi atas masalah ini, terutama pihak pemilik hak ulayat.

Dengan selesainya masalah ini, ia tegaskan, segala masalah yang berkaitan dengan hak ulayat lokasi RSUD Pratama telah selesai.

“Rumah sakit telah beroperasi dan rumah sakit ini milik seluruh masyarakat kabupaten Dogiyai. Karena itu, saya mengajak siapapun mari berobat ke rumah sakit,” ajak Yakobus.

Baca Juga:  Hilangkan Rasa Takut, Pj Bupati dan Rombongan Jalan Kaki di Sekitar Kota Sugapa

Bupati Dumupa juga memerintahkan Direktur RSUD Pratama Dogiyai bersama jajarannya untuk melakukan pelayanan sebaik mungkin.

“Kedepankanlah rasa kemanusiaan dalam pelayanan, karena ketika kita melayani orang sakit, saat itu juga kita melayani Tuhan,” katanya menasehati.

Untuk pengembangan rumah sakit tipe D ini, Bupati Dogiyai yang sedang menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Pemerintahan di STPMD “APMD” Yogyakarta ini menyampaikan bahwa akan terus dilakukan secara bertahap.

Baca Juga:  Masyarakat Sampaikan Harapan Mereka Saat Pj Bupati Intan Jaya Gelar Jalan Kaki di Sugapa

“Pada tahun depan, kita akan fokus pada pemagaran dan pengadaan alat kesehatan,” imbuh Dumupa.

Lukas Dumupa, direktur RSUD Pratama Dogiyai, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Yakobus Dumupa atas kegigihannya mengatasi sengketa lokasi rumah sakit.

Rumah sakit ini menurutnya memang sempat dipalang hingga tak bisa melayani masyarakat lantaran masih adanya tuntutan pembayaran hak ulayat.

Diketahui, RSUD Pratama Dogiyai diresmikan kepala dinas Kesehatan provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai dan Bupati Dogiyai Yakobus Dumupa, 29 Mei 2019 lalu.

Sumber: Humas Setda Dogiyai

Terkini

Populer Minggu Ini:

Mahasiswa Nduga se-Indonesia Sikapi Konflik Pemilu di Distrik Geselema

0
“Yang terjadi di lapangan ternyata prinsip-prinsip demokrasi tidak berjalan baik sesuai dengan harapan masyarakat Nduga. Seperti terjadi dalam pesta demokrasi berupa pemilihan presiden dan wakil presiden maupun pemilihan legislatif (DPR RI, DPD RI, DPRP, dan DPRK). Proses pemilihannya berubah jadi konflik. Situasi kabupaten Nduga tidak kondusif karena terjadi perang keluarga bertepatan dengan Pemilu serentak pada tanggal 14 Februari 2024 yang mana saat perhitungan suara dari distrik Geselema, dari hasil pemungutan suara salah satu caleg dari PSI unggul dibandingkan caleg dari partai Golkar,” bebernya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.