BeritaBPK dan Kejaksaan Sorong Diminta Cek Laporan Penggunaan Dana BLT

BPK dan Kejaksaan Sorong Diminta Cek Laporan Penggunaan Dana BLT

TAMBRAUW, SUARAPAPUA.com— Diduga banyak terjadi laporan fiktif penggunaan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT), Simon Petrus Baru, salah satu warga Wihellem Rombouts minta Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI dan Kejaksaan Tinggi Sorong untuk lebih serius dalam melakukan pemeriksaan laporan keuangan BLT di Kabupaten Tambrauw.

Menurut Simon Baru, banyak laporan pertanggung jawaban BLT yang dibuat fiktif, karena dibuat tidak secara transparan, termasuk penggunaan sisa anggaran tidak jelas.

Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

“Banyak laporan dari masyarakat jika pembagian BLT tidak dilakukan secara transparan, seperti jumlah dana BLT yang di terima, berapa jumlah warga yang berhak menerima serta sisa dari pembagian dana tersebut. Contohnya seperti di kampung Isum, distrik Wihellem Rombouts.”

“Sementara pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) hanya mendapatkan laporan dari para  pendamping tanpa meninjau langsung ke lapangan,” jelas Simon Petrus Baru kepada suarapapua.com di Sorong, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga:  Peringati Hari Pers Nasional, Pegiat Literasi dan Jurnalis PBD Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Ia minta kepada BPK, dan Kejaksaan Sorong untuk lebih serius dalam pemeriksaan anggaran tersebut. Jangan hanya fokus pada laporan pertanggung jawaban saja, tetapi datangi warga masyarakat di kampung-kampung untuk mengecek .

Kio Yesnath, salah satu pemuda distrik Wihellem Rombouts menggatakan, anggaran BLT yang tidak jelas itu sering mengakibatkan peselisihan antara warga masyarakat Kabupaten Tambrauw.

Baca Juga:  Proteksi OAP, FOPERA Desak KPU RI Menerbitkan PKPU Khusus Pelaksanaan Pemilu di Tanah Papua

“Di Kabupaten Tambrauw masyarakat selalu berkelahi karena masalah pembagian uang BLT yang tidak pernah ada keterbukaan, antara kepala kampung dan masyarakat setempat. Seperti yang terjadi di kampung Ataf Mafat, distrik Wihellem Rombouts dan beberapa daerah lain di Kabupaten Tambrauw,” tukas Yesnath.

Pewarta: Reiner Brabar

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Freeport dan Kejahatan Ekosida di Wilayah Suku Amungme dan Suku Mimikawee...

0
Ekosida adalah merusak lingkungan dan memusnahkan manusia secara bersamaan khususnya pada wilayah yang mengalami kemiskinan. Ekosida dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang menimbulkan berbagai masalah sosial, budaya dan kesehatan manusia di sekitar lingkungan tersebut. Masyarakat yang terkena dampak ekosida dapat mengalami krisis ekonomi akibat kehilangan sumber daya ekonomi dan pekerjaan. Ekosida juga dapat menimbulkan penyakit yang mematikan pada tubuh manusia dan mengubah budaya serta mengurangi keeratan interaksi sosial antarwarga.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.