Pernyataan Mendukung Otsus dan Pemekaran Provinsi PT Ditolak Kepala Suku Besar Meepago

0
1768
Foto bersama mahasiswa dan kepala suku Meepago di asrama Paniai di Jayapura, Papua. (Ist - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Nus Gobay, Kepala Suku besar Meepago Provinsi Papua tegas menyatakan menolak pernyataan sepihak atas nama kepala suku besar Meepago mendukung keberlanjutan UU Otsus No. 21 Tahun 2001 dan pemekaran provinsi Papua.

Hal itu disampaikan Nus Gobay di aula Asrama Paniai, Jayapura, Papua pada 19 Februari 2021, terkait pernyataan Hans Mote yang beredar di media sosial belum lama ini. Hans Mote adalah kepala suku rayon Sentani, bukan kepala suku Meepago Provinsi Papua.

“Kami klarifikasi dengan adanya anggota kepala suku rayon Sentani bpk. Hans Mote yang menyatakan mendukung Otsus dan pemekaran itu adalah pernyataan illegal dan tidak sah. Karena TNI dan Polri tersebut mendatangi beliau di rumahnya dengan membawa pamflet. Di kertas tersebut pihak aparat sudah menyiapkan/menulis pernyataan sikap untuk pak Hans membacanya [secara paksa]. Maka saya sebagai kepala suku besar Meepago Provinsi Papua menegaskan bahwa hal tersebut tidak sah karena tidak melalui mekanisme organisasi resmi,” kata Gobai.

Baca Juga:  Sebanyak 127 Peserta Memulai Program Pelatihan di Institut Pertambangan Nemangkawi

Gobai juga menyatakan, pembacaan pernyataan dukungan itu dilakukan secara paksa, dan adanya intimidasi untuk mengganggu psikologi masyarakat Meepago dan Papua, sehingga itu tidak benar adanya.

Oleh sebab itu, ia menghimbau kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat wilayah adat Meepago agar berhati-hati kepada semua tawaran dalam bentuk apapun untuk kemudian dipublikasi di media.

ads
Baca Juga:  Gereja Protestan Kanaky Minta Presiden Prancis Bekukan Perubahan Konstitusi dan Melanjutkan Dekolonisasi

“Hal-hal tersebut anda dan saya punya hak penuh untuk menolak. Kami akomodir jika ada hal yang perlu disuarakan dan disampaikan kepada pemerintah,” tukasnya.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat Meepago secara khusus agar tidak terpengaruh dengan pernyataan kepala suku wilayah Sentani yang dipaksakan beberapa waktu lalu itu. Sebab pernyataan itu disampaikan tanpa melalui mekanisme organisasi.

Baca Juga:  Simamora: Penting Mengajar Anak, Tetapi Juga Pembentukan Karakter

Sebelumnya, Hans Mote, seorang warga Meepago yang belakangan diketahui sebagai Kepala Suku Rayon Sentani mengaku dipaksa oknum anggota TNI untuk mengaku sebagai kepala suku Mee dan membuat pernyataan untuk mendukung pemekaran DOB provinsi Papua Tengah.

Dalam video yang beredar, seorang anggota TNI yang mengenakan seragam terlihat memperlihatkan sebuah kertas putih kepada Hans Mote. Sedangkan anggota TNI tidak berseragam yang lain terlihat sedang memotret foto dan video pada 11 Februari 2021 di Hinekombe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaJersey Tim Rugby PNG Dicetak Bendera BK Dalam Kompetisi Digicel 2021
Artikel berikutnyaMahasiswa Yalimo Menolak Pemberian Vaksin Covid di Yalimo