Gubernur Papua Barat Klarifikasi Soal KKB Teroris

0
1511

MANOKWARI, SUARAPAPUA.com — Dominggus Mandacan, gubernur provinsi Papua Barat, mengklarifikasi dukungan kepada pemerintah pusat menetapkan Kelompok Kriminal Bersenjata Papua (KKB) di Papua sebagai kelompok teroris. Hal itu menurutnya perlu diluruskan agar publik tak salah paham.

“Kemarin pada saat kalian tanya, bapak kan bilang tidak mau berkomentar soal itu. Kita pemerintah, ini perlu diklarifikasi,” ujarnya kepada wartawan saat menggunakan hak klarifikasi, Kamis (6/5/2021) sore di Mandopi, distrik Manokwari Utara.

Gubernur Papua Barat menjelaskan, “Kemarin kita selesai apel gabungan Operasi Ketupat bertemu setelah membacakan pernyataan Kapolri, kemudian bertemu dengan para wartawan yang bertanya tentang penanganan Covid-19 dan sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan, mudik dan lain-lain. Lalu ada wartawan yang bertanya, dan saya bilang saya tidak mau berkomentar soal itu.”

Baca Juga:  Maraknya Destructive Fishing, 5 Pelaku Pengeboman Ikan di Perairan Misool Utara Ditangkap

Dalam pemberitaan sebelumnya berjudul ‘Gubernur Papua Barat Mendukung TPNPB-OPM Teroris’, menurut Mandacan, agak berlebihan karena jauh dari fakta.

“Itu salah. Media harus klarifikasi,” pintanya.

ads

“Saya tidak bilang organisasi teroris. Saya juga tidak bilang mendukung. Yang jelas, kemarin bapak bilang tidak mau mengomentari soal itu. Sekarang bapak minta hak klarifikasi agar tidak menimbulkan tanggapan yang berbeda-beda,” kata Mandacan.

Gubernur juga mengaku prihatin dengan persoalan kemanusiaan Papua di daerah konflik. Ia berharap situasi ini segera berakhir. Pemerintah menurutnya ada upaya agar perdamaian segera terwujud.

“Warga yang tinggalkan rumahnya, memang harus ada pendekatan yang dilakukan secara humanistik baik dari pemerintahan maupun tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lain-lain,” imbuhnya.

Baca Juga:  MRP Papua Tengah Berharap Adanya Penyelesaian Konflik Papua Secara Menyeluruh

Ronald Mambieuw, ketua Parlemen Jalanan Papua Barat, menilai kabar yang selama ini beredar dan sempat dikonsumsi publik sebenarnya gubernur tak ingin diberitakan.

Soal pelabelan teroris atau lain sebagainya, ia menyadari seorang gubernur sebagai anak asli Papua harus berdiri netral.

“Dalam posisi gubernur, dia berdiri dalam posisi netral yang sebenarnya dia lakukan. Dia tidak mendukung teroris atau para pembunuh, tetapi dia mendukung perdamaian, sehingga tidak boleh ada pertumpahan darah terhadap orang-orang baik militer atau manusia yang tinggal di Tanah Papua,” tuturnya.

Terkait pemberitaan sebelumnya, Ronald mengajak setiap orang menanggapinya dengan dingin.

Baca Juga:  22 Mei 2024 Akan Dirayakan 130 Tahun Misi Katolik di Tanah Papua

“Publik jangan sampai menanggapi apa yang sudah dipublikasikan. Saya pribadi dan organisasi meminta kita untuk bijak melihat bahwa dia berdiri sebagai pemimpin di provinsi Papua Barat. Ya, dia adalah pemimpin kita.”

Senada, Jefri Auparai, ketua Majelis Pemuda Indonesia KNPI provinsi Papua Barat, mengatakan, gubernur Dominggus Mandacan tak ingin mencampuri KKB atau kelompok manapun, karena yang dipedulikan adalah soal kemanusiaan Papua.

“Gubernur adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Sebagian masyarakat Papua tidak mau berkomentar tentang hal ini,” kata Jefri.

Jefri menilai gubernur Papua Barat bersikap netral dalam hal ini karena menginginkan perdamaian di Tanah Papua, terutama di wilayah kerja yang dipimpinnya.

Pewarta: Charles Maniani
Editor: Markus You

Artikel sebelumnyaMahasiswa Papua Tolak Polda Malut Jadi Orang Tua Asuh
Artikel berikutnyaBreaking News: TPNPB dan TNI/Polri Baku Tembak di Ilaga Malam Ini