Mahasiswa Yalimo Minta Kedua Paslon Tidak Mengorbankan Masyarakat Sipil

0
1043

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Menanggapi situasi polemik di kabupaten Yalimo yang sedang berlangsung saat ini, Mahasiswa minta kedua Paslon tidak mengorbankan masyarakat sipil.

Hal tersebut disampaikan John Wandik ketua Himpunan Mahasiswa Kabupaten Yalimo (HMKY) kota studi Jayapura kepada media suarapapua.com, Jumat, (2/7/2021).

Mahasiswa menyampaikan kepedulian yang sedalam-dalamnya atas peristiwa yang sedang berlangsung di kabupaten Yalimo-Elelim, bahwa pentingnya masyarakat menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan sosial di masyarakat sehingga tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Di Yalimo belakangan ini kini terjadi perpecahan karena situasi politik pemilihan bupati dan wakil bupati yang kini meningkatkan drastis sehingga menjadi perpecahan antar pendukung Paslon 01 dan 02 di tengah masyarakat yang awalnya hidup harmonis dan tentram,” katanya.

Baca Juga:  Meski Dibubarkan, Struktur Kerja ULMWP Resmi Dikukuhkan dari Tempat Lain

Kata dia, Tendensi politik menyebabkan terciptanya konflik horisontal antar masyarakat sehingga terjadi perpecahan di antara suku, klan dan keluarga. Lantaran hal ini membuat lunturnya nilai-nilai budaya kasih dan kebersamaan, kekeluargaan yang harmonis antara sesama warga di kabupaten Yalimo telah sirna.

ads

Lanjutnya, Semangat patriotisme masyarakat kini telah berubah menjadi permusuhan dan perlawanan sesama warga, sehingga perlu adanya keseimbangan yang harus diciptakan oleh intelektual Yalimo, pemuda dan pimpinan gereja agar bisa mewujudkan keseimbangan informasi guna mendukung nilai kebenaran dan keadilan, kebersamaan, kekeluargaan untuk mewujudkan kedamaian di kabupaten Yalimo.

Baca Juga:  Warinussy Minta Kapolres Jayapura Diperiksa Karena ‘Membiarkan’ Warga Sipil Bertindak Arogan di Mapolres

“Mahasiswa sangat berharap agar seluruh kaum intelektual, pemuda dan tokoh gereja dapat menanggapi situasi krisis yang terjadi di kabupaten Yalimo untuk mencari jalan tengah agar dapat mewujudkan kedamaian antara sesama warga di kabupaten Yalimo,” harapnya.

Gipson Wandik selaku wakil ketua HMKY menambahkan Paslon 01 dan 02 merupakan putra terbaik anak asli Yalimo, punya hak yang sama karena itu marilah kita mencari jalan tengah untuk menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang berlangsung di kabupaten Yalimo.

Baca Juga:  Menolong Perjuangan Hak Orang Papua, Pilot Philip Mehrtens Harus Dibebaskan!

“Dan kami Mahasiswa Yalimo seluruh Indonesia juga menyampaikan turut prihatin atas kebakaran gedung kantor pemerintah di ibu kota Elelim, hal ini terjadi setelah Putusan MK pada 29 Juni 2021, dan keputusan itu membuat warga masyarakat sebagian tidak menerima putusan, sehingga peristiwa itu terjadi,

Tetapi dari kejadian ini, mahasiswa berpesan kepada seluruh OPD, pihak Legislatif, tokoh adat, tokoh Gereja, dan pemuda serta Intelektual yang terikat di kabupaten Yalimo, untuk bersama-sama bersatu dan menciptakan keharmonisan antara kita melalui tahapan-tahapan yang bisa mendatangkan kedamaian.

Pewarta : Agus Pabika
Editor : Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPutra-Putri Marind Mengikuti Masa Orientasi Program Persiapan Studi S1 Luar Negeri Program Kerjasama Pemkab Merauke dan PLI
Artikel berikutnyaHakim PN Sorong Tolak Eksepsi PH Enam Terdakwa Makar