BeritaTak Lagi ke Waropen, Fajar Timur FC Rebut Piala Bergilir Migani Cup

Tak Lagi ke Waropen, Fajar Timur FC Rebut Piala Bergilir Migani Cup

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Kesebelasan Fajar Timur FC tampil perkasa di laga grand final turnamen sepak bola Migani Cup III tahun 2021 yang berlangsung di lapangan Sapta Marga Kodim Nabire, Selasa (6/7/2021) sore. Klub besutan pelatih muda Gad Seblum Tekege sukses membalikkan prediksi sebelumnya atas juara bertahan, Junior FC dengan skor akhir 5-3.

Kemenangan ditentukan melalui tendangan adu penalti setelah dalam waktu normal berakhir imbang, 1-1. Empat penendang dari Fajar Timur FC mampu menjalankan tugas dengan baik. Junior FC dari kabupaten Waropen hanya dua penendang yang sukses “merobek” jala gawang lawan.

Ermambo Rumaropen, manajer Fajar Timur FC, meluapkan kegembiraan usai para pemainnya mempersembahkan yang terbaik di turnamen kali ini.

“Saya lihat adik-adik bermain baik. Dan dengan juara ini kami termotivasi untuk terus  berlatih lagi,” kata Rumaropen.

Baca Juga:  LME Digugat Ke Pengadilan Tinggi Inggris Karena Memperdagangkan 'Logam Kotor' Dari Grasberg

Mantan pemain Persinab Nabire ini tak lupa berterimakasih kepada panitia pelaksana Migani Cup III, juga pemerintah kabupaten Waropen dan Intan Jaya atas sokongannya, juga pemerintah kabupaten Nabire beserta para suporter dan seluruh masyarakat dari wilayah Saireri dan Meepago.

“Selama beberapa tahun terakhir memang trada turnamen begini, jadi saya kira ini satu ajang yang sangat baik, bisa menghibur kita semua, sekaligus kesempatan bagi adik-adik pemain bisa tampil di lapangan hijau,” tuturnya.

Jakobus Kobogau, ketua panitia Migani Cup III menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung selama sebulan berlangsung rangkaian pertandingan hingga pada partai puncak.

“Saya atas nama panitia pelaksana turnamen Migani Cup senang sekali karena yang ketiga kalinya bisa kami selenggarakan dengan baik. Tentu saja ini berkat dukungan semua pihak selama satu bulan sejak pertandingan pembuka tanggal 6 Juni 2021 lalu,” ucapnya.

Baca Juga:  ULMWP: Selamat Jalan Tuan Lukas Enembe, Pemimpin dan Tokoh Peradaban Papua

Turnamen sepak bola yang diikuti 24 klub amatir itu, bagi Kobogau, turut memberi warna tersendiri, memberi hiburan bagi masyarakat, juga sebagai bagian dari kontribusi nyata mendukung upaya bersama membina bibit-bibit muda dari beberapa kabupaten di wilayah Meepago.

“Turnamen tahun ini sudah sukses. Kita akan berjumpa lagi pada tahun depan,” kata Jack Kobogau, mantan striker Persintan Intan Jaya.

Pemain Junior FC (kostum berwarna merah) kontra pemain Fajar Timur FC (kostum berwarna kuning) dalam laga final turnamen Migani Cup III 2021 di lapangan Kodim Nabire. (Markus You – SP)

Sekadar diketahui, setelah turnamen resmi ditutup Inarius Douw, ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Nabire, panitia menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Antara lain, juara satu Fajar Timur FC, juara dua Junior FC, juara tiga Migani FC, dan juara harapan Bank Papua FC.

Baca Juga:  Proteksi OAP, FOPERA Desak KPU RI Menerbitkan PKPU Khusus Pelaksanaan Pemilu di Tanah Papua

Hadiah juga diberikan kepada pemain terbaik Andrias Alex Kayoi dari Junior FC, top scorer, Nikson Tapani, striker muda berbakat milik Migani FC dengan koleksi 11 gol. Pun beberapa kategori lainnya kebagian hadiah berupa tropi dan uang pembinaan.

Sebelumnya, dua tahun berturut-turut Junior FC memboyong piala Migani dari Nabire ke kabupaten berjuluk “Negeri Seribu Bakau”. Seperti tahun 2020 lalu, Junior FC mempertahankan gelar juara usai di laga final kalahkan Naikere FC 3-1. Kesebelasan berjuluk “Kali Kabur Wapoga” sebagian besar diperkuat skuat Persewar Waropen yang berkompetisi di Liga 2 Indonesia.

Pewarta: Markus You

Terkini

Populer Minggu Ini:

Inilah Hasil Kunker MRP Papua Pegunungan Saat Pencoblosan di Jayawijaya

0
“Semua tahapannya sudah sesuai jadwal, tapi permasalahan mulai terjadi pada tahapan perekrutan KPPS melalui PPS. Contohnya di distrik Wamena Kota, beberapa kali terjadi perubahan nama-nama anggota KPPS yang berakibat pada distribusi logistik tidak merata, sebagian besar logistik belum dibagikan sampai hari pencoblosan. Warga seharusnya sudah coblos, tapi kotak suara belum sampai di TPS,” kata Titiana Mabel, anggota MRP Papua Pegunungan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.