Gereja Kingmi Klasis Hogio Resmikan Tugu dan Launching Buku

0
1107

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Gereja Kemah Injil di Tanah Papua (KINGMI) Klasis Hogio telah meluncurkan sebuah buku sejarah gereja masuk di Hogio dan resmikan tugu peringatan gereja masuk di wilayah Wudmu dan Dugumhad itu.

Peluncurkan buku dan peresmian tugu yang dilakukan pada 29 Juli 2021 itu dihadiri dan diresmikan Badan Pengurus Sinode Gereja Kingmi di Tanah Papua.

Kegiatan itu dihadiri Pendeta Yahya Lagowan, Bendahara I Sinode Kingmi Papua bersama Koordinator Kingmi Wilayah Yahukimo, Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Kader Gereja Kingmi Klasis Hogio dan jemaat

Pdt. Yahya Lagowan memberikan apresiasi kepada jemaat di klasis Hogio. Karena rencana pembuatan tugu diumumkan pada 12 November 2019. Saat itu disepakati untuk resmikan tugu pada tahun 2021.

Dikatakan, Klasis Hogio sudah berusia 15 tahun dan jemaatnya memiliki semangat dan kekompakan yang tinggi.

ads
Baca Juga:  Konflik Horizontal di Keneyam Masih Berlanjut, Begini Tuntutan IPMNI

“Buktinya hari ini kita bisa resmikan tugu dan launching buku sejarah gereja masuk di wilayah ini. Dari 92 Klasis dan 13 Koordinator Kingmi di seluruh Tanah Papua, hanya Klasis Hogio yang memiliki tugu dan buku sejarah masuk di daerah Wudmu dan Dugumhad. Ini kebanggan kita bersama,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, yang luar biasa adalah klasis Hogio punya lapangan terbang sendiri dan telah merayakan 50 tahun gerja masuk pada tahun 2019 lalu.

“Waktu itu saya sendiri yang lakukan peletakan batu pertama pembangunan tugu dan hari ini saya sendiri yang hadir untuk guting pita sebagai tanda resmi,” tambahnya.

Sementara itu, Natan Pahabol, penulis buku sejarah gereja masuk di wilayah itu mengatakan, tujuannya adalah mencatat sejarah perjuangan para hamba Tuhan untuk menyebarluaskan kasih Allah lewat gereja.

Baca Juga:  Theys Adalah Pejuang, Pemindahan Makam Harus Mendapat Persetujuan Rakyat Papua

“Kita semua wajib untuk ingat dan tahu sejarah gereja masuk di sini dan perjuangan para hamba Tuhan yang menerima dan memertahankan Injil,” jelasnya.

Dia menerangkan, injil pertama kali masuk di kampung Wudmu dan Dugumhad pada tahun 1968. Masuknya injil pada tahun itu hadir sebagai lilin untuk menerangi kegelapan.

Lebih lanjut dia mengatakan, tahun 1969 – 2019 jemaat Allah di sini hidup dan  menikmati  rahmat Tuhan dan memaknainya sebagai masa pembebasan dari seluruh dimensi kehidupan.

“Masyarakat saat ini merasakan pembangunan dari pemerintah seperti pendidkan, kesehatan, infrastruktur saat ini adalah buah dari kerja-kerja Allah lewat gerja kepada jemaat,” katanya.

Baca Juga:  Ribuan Data Pencaker Diserahkan, Pemprov PBD Pastikan Kuota OAP 80 Persen

Yorim Pahabol, Ketua Panitia pembangunan tugu menambahkan, pembangunan tugu direncanakan dan panitia dibentuk pada 28 Juni 2018.

Panitia mendapat sumbangan dari masyarakat, pemerintah dari DPRD Kab. Yahukimo untuk membuat dan membiayai pembangunan tugu.

“Kami sukseskan kegiatan ini atas sumbangan dari masyarakat Hogio, pemerintah daerah, dan DPRD Yahukimo dengan jumlah sebesar Rp. 129.850.000 (seratus dua puluh Sembilan juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah),” bebernya.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau

 

Catatan:

Judul berita ini telah diubah atas permintaan narasumber pada 3 Agustus 2021 pukul 14.33 WIT.  Judul sebelumnya adalah GKIP Klasis Hogio Resmikan Tugu dan Launching Buku dan judul setelah diubah adalah Gereja Kingmi Klasis Hogio Resmikan Tugu dan Launching Buku. 

 

Artikel sebelumnyaUsman Wanimbo Bantu 3 Miliar kepada 26 Klasis di Tolikara
Artikel berikutnyaINFOGRAFIS: Per 30 Juli 2021, Covid Telah Renggut 846 Nyawa di Provinsi Papua