Ratusan Bendahara dan BPPG Klasis GKI Ikut Rakor Bidang Keuangan dan Aset

0
1992
Pdt. Andrikus Mofu, Ketua Sinode GKI-TP dan Pdt. Hiskia Rollo, Wakil Ketua Sinode GKI-TP saat penamatan peserta Rakor Bidang Keuangan dan Aset di gedung Graha Sara Sinode GKI, Senin (22/11/2021). (Elisa Sekenyap - SP)
adv
loading...

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Sebanyak seratus empat puluh bendahara dan ketua badan pengelolaan pembendaharaan keuangan gereja (BPPG) tingkat klasis dan bakal klasis GKI di Tanah Papua mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Keuangan dan Aset di gedung Graha Sara GKI Sinode GKI di Argapura, Kota Jayapura, Senin (22/11/2021).

Rakor Keuangan dan aset sendiri akan berlangsung selama tiga hari, Senin (22/11/2021) hingga Rabu (24/11/2021). Sementara, peserta Rakor sebanyak 140 orang yang terdiri dari bendahara klasis dan Badan Pengelolaan Pembendaharaan Gereja (BPPG) dari 70 klasis dan bakal klasis di tanah Papua.

Pdt. Andrikus Mofu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua usai membuka kegiatan Rakor mengatakan, Rakor ini merupakan salah satu program prioritas Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua tahun 2021. Yang mana saat ini dalam situasi dan kondisi Covid namun bisa dapat berkumpul kembali bersama dalam Rakor Bidang Keuangan dan Aset ini.

“Rakor hari ini seperti yang dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya, tetapi tidak lengkap hadir dengan pimpinan klasis, tetapi kali ini hadir hanya bendahara dan badan pemeriksa keuangan pembendaharaan gereja saja. Rakor ini mengikuti baik perkembangan kelembagaan organisasi, pergumulan tetapi juga tanggungjawab yang telah kita emban bersama,” tukas Pdt. Mofu kepada peserta yang hadir dari klasis se Sorong – Raja Ampat hingga Merauke dan pegunungan tengah Papua.

Baca Juga:  ASN dan Honorer Setiap OPD di Paniai Dibekali Ilmu Protokoler dan Menulis

Pdt.Mofu mengatakan, dalam periode 2017-2022 ini mengalami tambahan beban, tambahan tanggungjawab dan yang serupa adalah tambahan belanja anggaran. Belanja anggaran dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, seperti belanja anggaran jaminan hidup pegawai yang terus bertambah. Dalam periode ini [2017-2022] memulai dengan beban anggaran belanja pegawai organik dan pensiunan Rp5 milyar lebih, yang belum termasuk belanja rutin lainnya. Dari jumlah tadi terus mengalami peningkatan.

ads

“Belanja rutin gaji pegawai aktif dan belanja lain akhir tahun 2021 ini melonjak sekitar 9 milyar lebih. Sedangkan perkiraan tahun depan bisa mencapai 10 milyar. Jadi ini semua menjadi tanggungjawab kita semua,” tukas Ketua Sinode.

Selain itu ia juga mengatakan terjadi eror dalam penyetoran keuangan dari setiap jemaat, yang terbukti dari laporan BPPG. Hal ini terjadi karena ada jemaat yang tidak menyetor dengan baik.

“Oleh sebab itu saya sampaikan bahwa sangat penting Rapat Koordinasi [Rakor] ini. Ada 3 hal penting, pertama dalam Rakor ini perlu ada evaluasi timbal balik untuk mengecek erornya, kedua membangun soliditas dalam sistem pengelolaan keuangan dan pembendaharaan, ketiga pengawasan bersama, tetapi juga sistim pengelolaan sumber-sumber keuangan dan aset agar bermultifungsi,” ucapnya.

Bendahara Bakal Klasis Abun beserta peserta lainnya ketika mengikuti Rakor Bidang Keuangan dan Aset di gedung Graha Sara Sinode GKI. (Elisa Sekenyap – SP)

Bendahara Badan Pekerja Am Sinode GKI di Tanah Papua, Sym. Theresia Numberi mengaku bersyukur karena setelah dua tahun tidak melakukan Rakor karena pandemi dan akhirnya bisa dilakukan di gedung baru Graha Sara GKI, yang menjadi aset Sinode GKI di Tanah Papua.

Baca Juga:  AMAN Sorong Malamoi Gelar Musdat III di Wonosobo

“Ini adalah rapat koordinasi teknis, sehingga bapak ibu sebagai pelaksana operasional [bendahara] kami minta hadir. Awalnya berpikir untuk lengkap badan pekerja klasis hadir, tetapi karena ini adalah rapat koordinasi teknis, sehingga sekali lagi bapak ibu diminta hadir untuk berbicara hal-hal teknis mengenai pengelolaan keuangan di klasis,” ujar Sym. Numberi yang adalah penanggungjawab kegiatan Rakor tersebut.

Menurutnya, dalam Rakor ini, peserta tidak hanya mengikuti materi yang disampaikan sinode, tetapi peserta yang adalah bendahara-bendahara klasis pada Selasa besok dapat mempresentasikan apa yang dihadapi bendahara klasis dalam mengelola keuangan gereja.

“Kami juga berikan matrix kepada bapak ibu untuk diisi. Jadi matrix itu diisi agar di tempat ini kita bisa mengabungkan data untuk melihat keuangan kita GKI secara menyeluruh. Itu sebenarnya pekerjaan kita yang tertunda. Jika kita lakukan itu kontinyu kita akan tahu bagaimana keuangan yang berada di bawa klasis. Pasti bapak ibu akan terkejut karena bisa sampai milyaran dan mungkin juga ada triliunan dari sumber konvensional dan inkonvensional di setiap jemaat-jemaat. Nah inilah yang perlu kita gambarkan pada gereja ini, supaya kita tahu apa strategi yang kita ambil untuk menopang pelayanan ini.”

Baca Juga:  MRP Papua Tengah Berharap Adanya Penyelesaian Konflik Papua Secara Menyeluruh

Oleh sebab itu ia berharap agar para peserta untuk mengikuti kegiatan Rakor yang akan dilaksanakan selama tiga hari ini dengan baik dan dapat bermanfaat dalam melaksanakan tugas pengelolaan keuangan gereja di aras klasis.

Ketua Panitia Rakor Bidang Keuangan dan Aset Sinode GKI di Tanah Papua, Semuel Yoafifi mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Rakor ini agar ada evaluasi dan mengsingkronisasikan data serta laporan keuangan GKI. Kegiatan ini juga penting sebab menjadi dasar penentuan dan penilaian posisi keuangan gereja.

“Dalam laporan juga memiliki fungsi alat komunikasi antara data keuangan atau aktivitas terhadap pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas. Laporan keuangan sendiri terdiri dari neraca, laporan laba/rugi dan laporan perubahan modal,” jelas Yoafifi yang adalah Kepala Bidang Keuangan Sinode GKI di Tanah Papua.

Ia lalu mengatakan, karena melihat pentingnya sejumlah hal tersebut maka Sinode GKI di Tanah Papua melalui Bidang Keuangan sinode melaksanakan program dalam bentuk Rakor Keuangan.

“Dengan harapan tingkatkan soliditas dan optimalisasi menuju GKI yang terpusat dalam pengelolaan manajelem keuangan di semua aras,”pungkasnya.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Artikel sebelumnyaSebentar Pembuktian Alfredo Usai Lepas JFT dan BA
Artikel berikutnya22 Pilot Dan Instruktur Penerbangan Program Beasiswa Otsus Diwisuda