Jonathan Warinussy, Anak Muda Papua yang Kuliah Sambil Bisnis di Bandung

0
1432
Jonathan Warinussy, pemuda Papua yang kuliah sambil bisnis di kota Bandung, Jawa Barat. (Dok Pribadi via karelsroyer.com)
adv
loading...

Saya awali tulisan ini dengan mengutip pernyataan dari narasumber yang saya wawancara. Namanya Jonathan Warinussy. Seorang anak muda dari Papua yang berani membuka usaha dan berbisnis di Bandung sambil kuliah. Demikian bunyinya: “Kita bukan tidak bisa, tapi kita memiliki ego yang terlalu tinggi serta gengsi yang besar, kita juga bisa mengembangkan talenta yang Tuhan kasih  agar kita bisa berkembang. Yang lebih utama jangan malu dan gengsi.”

Dalam kunjungan saya ke beberapa kota yang menjadi pusat studi di Indonesia, kebanyakan anak-anak Papua yang kuliah di Pulau Jawa dan Bali yang ketika merantau jauh dari keluarga, dengan pergaulan yang luas dan kehidupan yang maju di kota besar, membuat kebanyakan dari mereka melupakan target dan tujuan utama mengapa mereka berada di daerah tersebut. Yakni untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan segera kembali ke Papua untuk membangun Papua.

Saya berkesempatan bertemu dengan seorang pemuda Papua yang hebat dan luar biasa, serta memiliki bakat yang luar biasa dan pekerja keras. Namanya Jonathan Warinussy. Dia bercerita bahwa dia pernah berada  di posisi yang saya gambarkan di atas. Dimana dia mengakui bahwa dia telah melalaikan fasilitas yang diberikan oleh orang tua, serta gengsi dan ego yang tinggi sehingga membuat dia juga tidak fokus untuk menyelesaikan kuliahnya.

Bermula dari sebuah keputusan berani yang diambilnya berdasarkan pergumulan dan evaluasi perjalanan hidupnya sendiri pada  tahun 2012. Jonathan memutuskan untuk bangkit, merobohkan benteng ego dalam dirinya serta membuang perasaan gengsi jauh-jauh dari dirinya.

Baca Juga:  Mama-Mama Pedagang Papua di PBD Tuntut Keadilan dan Bangun Pasar Khusus

Apa yang Jonathan lakukan? Dia memulai usaha dengan modal awal sebesar 50.000 ribu rupiah. Dia mengaku banyak orang tidak percaya ketika mendengar ceritanya.

ads

Beginilah kisahnya. Jonathan memulai membuat kue lontar untuk di jual. Karena pada saat itu kue lontar lagi booming di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa Papua di Jawa dan Bali.

Kemudian, pria kelahiran Jayapura tersebut mulai merambah dunia fashion dengan nama Papua Style yakni dengan membuat T-shirt, Hoodie, sepatu bermotif Papua, dan  Produk-produk tersebut dijual dengan menggunakan platform media sosial Facebook dan Instagram.

Dia kuliah di Universitas Komputer Bandung dengan Jurusan Akuntansi. Aktifitas bisnisnya berjalan hingga tahun 2016. Setelah itu banyak bermunculan pesaing-pesaing dengan modal besar dengan membuat produk yang sama. Akhirnya Jonathan memutuskan untuk mengembangkan bisnis kuliner pada tahun 2016 dengan membuka Kedai Rasta Bandung.

Pria yang lahir di Jayapura ini berbisnis sendiri mulai dari membeli produk, mengolah, menjual, serta melayani pembeli sampai akhirnya dia drop. Tahun 2019 dia bergabung dengan kedua teman dari Jayapura dan usaha tersebut berkembang lebih baik sampai akhirnya mereka bubar karena pandemik covid19 melanda dunia.

Baca Juga:  Kisah Dortea Karubuy Nekat Numpang Pamer Hasil Karya di Festival BI 2024

Tantangan dan Pemanfaatannya

Jonathan mengaku ketika dia memutuskan untuk berbisnis, dia harus menyiapkan mental dengan modal seadanya. Jalan satu-satunya dia harus berserah dan memohon penyertaan Tuhan dalam setiap usahanya.

Usaha yang dijalaninya pernah dimanfaatkan oleh media berita online di Bandung dengan menulis redaksi berita bahwa Otonomi Khusus Papua dinilai sukses membantu anak-anak Papua dalam berbisnis diantaranya Jonathan Warinussy.  Padahal ia berusaha sendiri tanpa ada bantuan dan dorongan dari yang namanya “otsus itu”.

Jonathan mengaku banyak  berita online yang memanfaatkan hal ini untuk kepentingan mereka dengan menyajikan berita palsu dan tidak bertanggung jawab. Dia juga bilang, terdapat beberapa yayasan yang tertarik membantunya tetapi tidak pernah ada komunikasi lagi.

Mahasiswa yang menamatkan pendidikan dari sekolah dasar sampai Sekolah menengah di Jayapura ini sebenarnya tidak mengharapkan bantuan-bantuan dari pemerintah karena akan akan membuat dia menjadi lemah dan terus berharap kepada bantuan pemerintah, padahal Tuhan sudah memberikan akal sehat untuk mengembangkan usaha.

“Sepertinya saya sudah menemukan passion saya di bidang bisnis kuliner, dan saya harus berjuang menyelesaikan kuliah, serta kembali ke Papua untuk mengembangkan bisnis kuliner di Papua”  kata Jonathan penuh semangat saat kami bercerita.

Dia melanjutkan, “Jarang anak-anak Papua mau berusaha di bidang-bidang begini, mereka mau berusaha di bidang kontraktor atau pemerintahan, berharap projek-projek dari pemerintah, sehingga anak-anak Papua tidak dapat mengembangkan kreativitas di bidang bisnis.”

Baca Juga:  Hari Konsumen Nasional 2024, Pertamina PNR Papua Maluku Tebar Promo Istimewa di Sejumlah Kota

Jonathan juga optimis bahwa dengan membuka bisnis kuliner di Papua, tentu akan ikut mendorong ekonomi mama-mama Papua dengan membeli hasil kebun dan hasil laut dari mereka. Itu salah satu komitemennya untuk di waktu mendatang yang sudah ada dalam rencananya.

Jonathan Warinussy saat ini sedang mengembangkan Bisnis Kuliner Kedai Rasta setelah dibukanya lockdown akibat pandemik.

Kalau  para pembaca yang sempat ada di Kota Bandung atau sedang liburan ke Kota Bandung bisa mampir mencoba wisata kuliner khas Papua. Antara lain Papeda, Ikan Woku, Ayam Woku, tumis Kangkung dan berbagai masakan Indonesia timur. Ia mematok harga yang dapat dijangkau oleh mahasiswa.

Pada malam hari di Food Court Kedai Rasta Bandung Jl. Cilaki 59 Kota Bandung. Jonathan dengan dibantu enam orang mahasiswa Papua senang hati menunggu kedatangan kalian.

“Kita bukan tidak bisa, tapi kita memiliki ego yang terlalu tinggi serta gengsi yang besar, kita juga bisa mengembangkan talenta yang Tuhan kasih  agar kita bisa berkembang. Yang lebih utama jangan malu dan gengsi.” (*)

 

Artikel ini merupakan artikel yang ditulis dan diterbitkan di web pribadi Karel Sroyer. Setelah mendapat izin dari Karel, artikel ini kami terbitkan di Suara Papua.

SUMBERkarelsroyer.com
Artikel sebelumnyaLadeni Persiraja Hari ini, Skuat Mutiara Hitam Target Tiga Poin
Artikel berikutnyaDIPA dann TKDD Papua Tahun 2022 Senilai 57,41 Triliun Diserahkan