Peringati Masuknya Injil di Wilayah Barat Paniai, Ketua Sinode Papua Pesan Ini

0
1221

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke 83 tahun awal Injil masuk khususnya di wilayah barat kabupaten Paniai 16 Januari 1939, seluruh jemaat yang berada dalam Klasis Paniai Barat, Koordinator Paniai, Sinode Gereja Kemah Injili (Kingmi) di Tanah Papua, menggelar ibadah syukuran bersama di kampung Mogeya, distrik Paniai Barat, Paniai, Minggu (16/1/2021).

Ibadah syukuran ini digelar di kampung Mogeya karena pertama kali Injil masuk dibawah oleh seorang misionaris bernama Pendeta Rusell Deibler ke wilayah barat Paniai yakni di kampung tersebut.

Ibadah dipadati ribuan jemaat tersebut, dari pantauan, dihadiri langsung beberapa pengurus inti Sinode Gereja Kingmi Papua, diantaranya ketua Sinode Papua Tilas Mom, Staf Sinode bagian surat menyurat Yahya Keiya, penasehat Sinode Zeth Yeimo, sekertaris umum Sinode Dominikus Pigai, ketua II Sinode dan ketua departemen penginjilan Sinode.

Tilas Mom, ketua Sinode Papua, dalam sambutannya kepada seluruh jemaat dan pengurus baik di tingkat Koordinator, Klasis hingga gereja meminta tanpa terkecuali dapat mempersiapkan diri secara matang jasmani dan terutama rohani.

Baca Juga:  Simamora: Penting Mengajar Anak, Tetapi Juga Pembentukan Karakter

“Karena ini hari penginjilan, untuk penginjilan di masa kepemimpinan saya, kami akan bergerak keluar. Bikin ibadah-ibadah KKR, Penataran, menginjil di jalan-jalan, terminal, bahkan sampai ke daerah-daerah yang masih kurang atau belum sama sekali di sentuh oleh terang Injil Tuhan Yesus,” ujarnya.

ads

Menurutnya, sebab untuk penginjilan kedalam yakni khusus antar gereja, jemaat dan keluarga sudah dilakukan dua periode selama masa kepemimpinan Pendeta Benny Giyai.

“Program kerja tetap kami lanjutkan dari yang lama. Jadi dua-dua (sekarang) jalan, penginjilan kedalam dan keluar. Untuk itu, sekali saya minta kepada kita semua, mari siapkan diri kita baik secara jasmani dan rohani utama. Supaya apa yang nanti kita putuskan setelah Raker Sinode Papua dapat kita laksanakan dalam tuntutan dan penyertaan Tuhan secara bersama-sama,” ajaknya.

Baca Juga:  DPD KNPI Tambrauw Gelar Rapat Pleno Satu untuk Kemajuan Pemuda

Kedua hal tentang penginjilan itu, ia menjelaskan akan dilakukan bertujuan mengembalikan misi para misionaris yang telah berhasil diteruskan oleh para orang tua yang menginjil kemana-mana setelah menerima Injil.

“Misi itu harus kita kembalikan. Orang tua kita sudah berhasil menginjil kemana-mana. Sekarang waktunya kita juga harus menginjil kemana-mana,” jelasnya.

Kordinasi kerjasama, persatuan dan kesatuan antara pengurus Koordinator, Klasis dan gereja juga dimintanya, dijaga dan dipelihara baik dalam menjalankan setiap program kerja yang akan dikerjakan nanti berlandaskan pada Ad/Art Sinode Papua dan kebenaran Firman Tuhan.

“Keluar dari dua itu saya sebagai ketua tidak akan pernah terima program atau apapun lainnya yang diusulkan ke Sinode. Dimasa kepemimpinan saya, kerja harus rapi dari bawa sampai atas. Apa gunanya badan pengurus sinode, Koordinator, Klasis yang ada. Tidak boleh lompat dari tangga bawa langsung ke tangga atas. Itu saya tidak mau dan saya akan tolak kalau langsung ke saya,” bebernya.

Baca Juga:  Kepala Suku Abun Menyampaikan Maaf Atas Pernyataannya yang Menyinggung Intelektual Abun

Ketua panitia kegiatan, Henok Herikson Pigai, mengaku terkait acara HUT pekabaran Injil itu, ia bersama jemaat gereja Eben-Haezer 1 Mogeya lakukan bertujuan hanya untuk mengenang jasa para misionaris yang membawa masuk Injil ke wilayah barat Paniai dengan susah dan jerih payah.

“Hanya itu tujuannya. Untuk itu, untuk kenang mereka, kami juga akan buat tugu besar disini. Terhitung dari sekarang selama 17 tahun masuk 100 tahun HUT Injil masuk, kami akan bangun. Segala jasa mereka harus dikenang turun-temurun,” tuturnya.

Selain ibadah, dalam acara tersebut, ketua Sinode Papua juga meresmikan gedung gereja baru Eben-Haezer 1 Mogeya yang adalah sebagai gereja pertama atau mula-mula di wilayah barat Paniai dengan menggunting pita.

Pewarta: Stevanus Yogi

Artikel sebelumnyaGerilyawan TPNPB Tembak Satu Anggota Satgas Damai Cartenz di Pegunungan Bintang
Artikel berikutnyaKepala Suku Mare Ditangkap Polisi Kaledonia Baru