Kurabesi, Tokoh Legendaris Papua

0
4032

Sang Tokoh Fenomenal 

Kurabesi (Gurabesi) merupakan tokoh legendaris asal bumi Cenderawasih, karena sepak terjangnya dalam dunia berpolitikan, militer, perdagangan maupun kehidupannya yang penuh tanda tanya. Dia juga disebut sebagai pahlawan orang Papua, terlebih khususnya kepualauan Raja Ampat, dimana ia membela bangsanya dari berbagai serangan suku bangsa lain. Popularitas yang dikumpulkannya sejak lama membuat dirinya tersohor dimata para bangsawan dan Raja-raja Maluku.

Dalam dinasti kerajaan di Kepulauan Raja Ampat (Korano Fyak), sang Kurabesi memainkan peran penting di sana. Ia melancarkan berbagai serangan-serangan mematikan dalam menghadapi musuhnya.

Bersama sekutu-sekutunya ia telah membangun aliansi dengan para Raja Maluku. Hubungan-hubungan tersebut bahkan sampai pada hubungan perkawinan antara penduduk Papua dan Maluku, dan hubungan itu terus terpelihara sampai tahun-tahun setelahnya.  Followers-nya datang dari wilayah-wilayah pesisir tanah Papua.

Baca Juga:  Apakah Kasuari dan Cenderawasih Pernah Hidup di Jawa?

Raja Tidore telah mendengar tentang sepak terjang Kurabesi dalam berbagai aksi-aksinya. Pada waktu terjadi perseteruan antara kerajaan Jailolo dan kerajaan Tidore, Sultan Ciriliyati (Tjaliati) alias Jamaluddin (Djamaluddin) (1495-1512) dari Kerajaan Tidore meminta bantuan dari armada perang Kurabesi. Dan Kurabesi menjadi pemimpin perangnya. Dalam pertempuran itu, Kerajaan Tidore berhasil mengalahkan Kerajaan Jailolo, dimana berkat keberhasilan Kurabesi, ia dinikahkan dengan sang putri Raja, yakni Boki Taiba.

ads

Sosok yang Dianggap Mitos dan Legenda 

Kisah terwariskan dari sang tokoh utama ini, didapat melalui cerita lisan turun temurun berupa legenda atau mite. Orang Papua pada masa lalu, tidak memiliki catatan tertulis berupa prasasti atau tablet mengenai sejarah mereka, sebagaimana seperti bangsa-bangsa melek huruf di masa lalu.

Banyak kisah sejarah masa lalu orang Papua, itu terwariskan secara turun temurun dan diceritakan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya. Karena tidak ada catatan tertulis, cerita sang Kurabesi berkembang dan memiliki banyak versi cerita rakyat baik dari kepulauan Raja Ampat maupun di wilayah teluk Saireri.

Baca Juga:  Zheng He, Seorang Kasim Cina Terkenal Sampai di Nusantara

Orang-orang teluk Cenderawasih, seperti orang Biak-Numfor, orang Yapen-Waropen yang mencakup beberapa suku-suku di dalamnya memiliki kesamaan cerita mengenai sosok tokoh fenomenal Kurabesi ini. Di pulau Biak, terdapat beberapa versi cerita rakyat yang ceritanya memiliki alur, plot, narasi yang sama. Di Biak misalnya, dikenal dengan nama Sekfamneri”, “Sekpum” dan Mandababo”. 

Inti dari semua cerita ini adalah manusia yang mampu mengalahkan ular raksasa. Di dalamnya narasinya ada sosok pahlawan dari seorang Ibu tanpa suami, ada ular naga, bahkan ada suami istri, ada telur ular dan lain-lain. Akhirnya kisahnya ular raksasa itu akhirnya mati. Cerita ini berkembang di teluk Saireri hingga kepulauan Raja Ampat.

Baca Juga:  Apakah Kasuari dan Cenderawasih Pernah Hidup di Jawa?

“Kurabesi (Gurabesi), Sekfamneri, Sekpum, Mandababo”

Berbagai versi dengan nama-nama yang berbeda ini, menunjukkan bahwa cerita ini telah berkembang sangat luas. Cerita-cerita mengenai sosok legendaris ini perlu diteliti lebih jauh dan membandingkannya lagi dengan berbagai cerita-cerita suku-suku Papua lainnya.

Penelusuran demikian penting untuk menyelidiki apakah Kurabesi ini merupakah tokoh nyata ataukah fiksi. Sebab ada kebiasaan pada masa lalu yang menghubungkan tokoh-tokoh dalam cerita rakyat dengan  tokoh-tokoh nyata yang berpengaruh pada masa-masa tertentu. (*)

)* Artikel ini disadur dan diterbitkan ulang dari pustakapapua.com setelah mendapat izin untuk menerbitkan ulang dari pengelola situs web Pustaka Papua. Anda bisa membaca artikel-artikel menarik tentang Papua di PustakaPapua.com

SUMBERPustaka Papua
Artikel sebelumnyaPolda Papua Barat Umumkan 11 Orang DPO Terkait Penembakan Tiga Anggota TNI
Artikel berikutnyaPenerbangan Subsidi Akhirnya Mendarat di Distrik Hogio