PartnersPemerintah Solomon Kutuk Misinformasi Terkait Hubungan China dan Honiara

Pemerintah Solomon Kutuk Misinformasi Terkait Hubungan China dan Honiara

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Pemerintah Kepulauan Solomon telah mengkonfirmasi bahwa Kedutaan Besar China di Honiara meminta personel keamanan diizinkan masuk ke negara itu dari Beijing selama kerusuhan anti-pemerintah pada November 2021.

Mengklarifikasi laporan tentang korespondensi diplomatik yang bocor antara Kedutaan Besar China dan otoritas Kepulauan Solomon, pemerintah mengatakan peristiwa November 2021 telah membuat polisi setempat kewalahan.

Dikatakan Kepulauan Solomon tidak dapat menjamin keselamatan dan keamanan personel diplomatik residen, termasuk diplomat China yang berada dalam bahaya tertentu karena permusuhan para perusuh terhadap Beijing.

Pemerintah mengkonfirmasi permintaan untuk mengizinkan personel keamanan diplomatik China melindungi Kedutaan Besar telah dipertimbangkan tetapi dihentikan, sementara situasi keamanan sedang dipantau.

Baca Juga:  Manasseh Sogavare Mengundurkan Diri Dari Pencalonan Perdana Menteri

Pada akhirnya dipastikan tidak ada personel keamanan China yang memasuki negara itu dan tidak ada senjata yang dikirim dari Beijing selain dari replika senjata api yang disimpan oleh Kepolisian Kepulauan Solomon.

Pemerintah mengatakan sangat disesalkan bahwa informasi yang salah dari sumber anonim terus mendistorsi fakta dan menodai hubungan baik antara Honiara dan Beijing.

Australia prihatin atas Pakta China
Sementara itu, Pemerintah Australia ingin Pemerintah Kepulauan Solomon membatalkan rencananya untuk menandatangani usulan pakta keamanan dengan China.

Menteri Pembangunan Internasional dan Pasifik Australia Zed Seselja berada di Honiara minggu ini untuk bertemu dengan Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare untuk membahas perjanjian keamanan Kepulauan Solomon-China.

Baca Juga:  Jurnalis Senior Ini Resmi Menjabat Komisaris PT KBI

Seselja mengatakan Australia memiliki kekhawatiran yang signifikan tentang pengaturan keamanan yang diusulkan antara Honiara dan Beijing.

“Kami memiliki kekhawatiran yang signifikan tentang perjanjian keamanan yang diusulkan dengan China, bahwa kami tidak setuju tentang perlunya itu. Karena kami percaya kami telah melihat baru-baru ini bagaimana keluarga Pasifik dapat bekerja sama untuk menghadapi tantangan keamanan di Honiara,” kata Selja.

“Ke depan kami akan menyerukan dialog berkelanjutan dengan kawasan secara transparan.”

Misinformasi yang beredar luas di Kawasan
Pemerintah Solomon Islands kembali menekankan tentang kekecewaan mereka atas misinformasi yang kian beredar hampir seantero wilayah Pasifik. Menurut mereka, informasi tentang hubungan kerja antara Solomon dan China itu disebarkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab dan terkesan dibesar-besarkan untuk kepentingan tertentu.

Baca Juga:  Asosiasi West Papua Australia Mendesak Prancis Mendengarkan Suara Rakyat Kanak

Pemerintah SI kembali menekankan komitmen mereka terkait hubungannya dengan negara-negara Pasifik. Tetapi juga disisi lain mereka menekankan bahwa sebagai negara berdaulat, mereka juga menjalin hubungan baik dengan Beijing.

Namun demikian, melihat dari perkembangan yang ada, media dan pengamat di Pasifik terus meng-highlight informasi ini untuk memojokan Solomon Islands sebagai negara yang pembuat kebijakan fatal.

 

Editor: Elisa Sekenyap

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pasukan Prancis Gelar ‘Operasi Besar’ Guna Membuka Jalur Ke Ibu Kota...

0
"Kami hampir kehabisan makanan," katanya, seraya menambahkan bahwa dengan supermarket yang tidak dapat diakses atau dibakar, "staf resor pada dasarnya menggunakan sumber-sumber pasar gelap untuk mendapatkan sesuatu".

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.