Papua dan UNPFA Berkolaborasi Tangani Kasus ODHA, Perempuan dan Anak

0
925

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Provinsi Papua mendukung kolaborasi bersama dengan United Nations Population Fund (UNPFA) untuk menangani kasus ODHA serta kekerasan terhadap perempuan dan anak (gender-based violence).

“Untuk hal itu Sekda Papua menugaskan  SKPD terkait di Pemprov Papua seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BKKBN dan KPAD Provinsi Papua untuk melakukan koordinasi lebih lanjut agar bisa segera ada aksi dari kedua belah pihak mengenai Kolaborasi yang baik tersebut untuk kepentingan Kemanusiaan di Papua,” terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua Jeri A. Yudianto, di Jayapura, Selasa (30/8/2022), usai pertemuan tertutup antara Sekda Papua, Ridwan Rumasukun dengan pejabat UNPFA.

Baca Juga:  Kompleksitas Persoalan Papua, Perlu Adanya Kementerian Khusus

Dikatakan, Lembaga dunia UNPFA sendiri merupakan merupakan organisasi dunia dibawah naungan PBB dan memiliki perwakilan di Indonesia yang memberi perhatian yang serius terhadap program peningkatan kesehatan di Papua.

Saat ini, UNPFA sedang melaksanakan program di bidang kesehatan reproduksi yang meliputi kesehatan ibu, remaja, Keluarga berencana dan penanganan HIV.

“Untuk itu maksud kunjungan ke Papua adalah untuk menawarkan kerjasama dalam bidang-bidang ini,” ujar Jeri.

ads
Baca Juga:  Butuh Koordinasi dan Kerja Kolaborasi Untuk Turunkan Angka Stunting

Dalam pertemuan tersebut Sekda Papua Ridwan Rumasukun didampingi Suzana Wanggai Kaban Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri serta Robby Kayame Kepala Dinas Kesehatan.

Sekda menurut Jeri, menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dan komitmen UNFPA dalam bidang kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat Papua.

“Pemerintah Provinsi Papua menyambut baik kerjasama dengan UNFPA dan siap memfasilitasi serta mendukung program-program kerja yang akan dilaksanakan di Papua,” tandasnya.

Baca Juga:  FJPI Pusat Bekali Pengetahuan Tentang KBGO Kepada FJPI Cabang PBD

REDAKSI

SUMBERpapua.go.id
Artikel sebelumnyaGeorge Yarangga: Saya Belum Terima Data Terkait Pasar Modern Rufei
Artikel berikutnyaDunia Bagai Kapal Titanic, Segera Siapkan Baju Pelampung Pertobatan